oleh

Dewan Pers Di Polisikan Karena Fitnah Dan Lecehkan Profesi Wartawan Serta Organisasi Pers

CAKRABHAYANGKARANEWS.COM , JAKARTA   Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat (Prolres Metro Jakbar) telah merampungkan beberapa pembahasan yang berkaitan dengan Ketua Presidium FPII, Kasihhati dan ketua umum PPWI Wilson lalengke, juga transfer informasi besar yang cocok untuk fitnah, pelecehan, dan pengendara yang sedang mencari -organisasi non-konstituen Dewan Pers.

Hari Senin, 20 Juli 2020, Polres Metro Jakbar telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Pengembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor Wilson Lalengke. Surat yang ditandatangani oleh Wakasat Reskrim Polres Metro Jakbar, Kompol Herjon Silaban, ini adalah SP2HP yang ke-3 atas kasus yang diubah pada 08 Agustus 2018 lalu.

“Yaa, saya sudah menerima SP2HP yang ke-3 dari Polres atas laporan PPWI yang terkait dengan surat edaran yang berisi fitnah, pencemaran nama baik, pelecehan, dan penghinaan bagi organisasi dan organisasi non-konstituen Dewan Pers yang dilakukan oleh Ketua (terkait – red) ))) Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, 2 tahun yang lalu, ”ungkap Wilson melalui pesan WhatsApp-nya kepada media redaksi BISKOM, Senin, 20 Juli 2020.

Dalam SP2HP tersebut, lanjut Wilson, penyidik ​​kasus ini menjelaskan beberapa tahapan yang telah dilakukan dalam proses penyelesaian tersebut. “Selain melengkapi administrasi penyelidikan, penyidik ​​juga sudah membahas Berita Acara Wawancara (BAW) terhadap 3 orang pemilih, yaitu Wilson Lalengke sebagai pelapor, Heince Mandagi dan Kasihati dalam kapasitas sebagai pemilih,” ujar alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Pihak penyidik, tambah Wilson, juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap Yosep Adi Prasetyo sebagai terlapor, yang pada saat terjadi persetujuan sebagai Ketua Dewan Pers, yang bertanggung jawab atas persetujuan dan penyebarluasan surat edaran yang dikasuskan itu. “Dalam SP2HP yang ke-3 ini, juga menerima polisi yang telah menerima Yosep Adi Prasetyo, dan juga telah berkoordinasi dengan Dewan Pers,” imbuh Wilson.

Dijelaskan lebih lanjut dalam SP2HP itu dalam waktu dekat polisi akan melakukan pemeriksaan BAW Tambahan Pelapor atas nama Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA. Setelah itu, penyidik ​​akan membahas BAW Ahli Dewan Pers. Pada poin terakhir, setelah semua ini dilakukan, Polres Metro Jakbar akan mengambil Gelar Perkara atas kasus yang dikumpulkan Hajat hidup jurnalis se tanah air ini.

Sementara itu, Senator DPD RI, Fachrul Razi, MIP, yang sejak awal mengembangkan dan mengawal kasus ini sedang berusaha agar Polri bekerja secara profesional, cepat dan transparan. Dia bertanggung jawab atas masalah yang diperkarakan oleh organisasi pers, dalam hal ini PPWI dan FPII, terkait dengan lembaga Dewan Pers yang menzolimi ditanggung lebih banyak se-Indonesia yang harus diusut tuntas dan dibawa penanggung jawab lembaga itu ke meja hijau.

“Saya Berharap Polisi melanjutkan pengusutan KASUS Penyanyi profesional dan transparan, meningkatkan statusnya perkara Dan meningkatkan statusnya si KASUS Penyanyi Sangat mendasar untuk meninjau dibagikan, bahkan BERBEDA RIBUAN debat se-Indonesia. Fitnah dan pelecehan terhadap profesi yang mereka jalani di bawah payung organisasi pers masing-masing tidak boleh dibiarkan. Dewan Pers bukan lembaga pengatur yang bisa membuat aturan-aturan untuk rakyat yang berprofesi sebagai juru bicara. Lagi memberi Cap dan stigma-stigma negatif tehadap berita dan organisasi pers, itu sangat tidak layak dilakukan Dewan Pers. tegas Senator DPD RI dari Aceh itu. (Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed