oleh

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)Cabang Kotabaru Gelar Musyawarah Ranting (MUSRAN)

KOTABARU KALIMANTAN SELATAN, CAKRABHAYANGKARANEWS.COM – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC- HNSI) Kotabaru Kalimantan Selatan, Musyawarah Ranting (MUSRAN) HSNI, yang bertempat di Kecamatan Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu, 22/22 07 -2020.

Hal ini di sampaikan. Sekretaris DPC HNSI Kab.Kotabaru, Syafruddin adalah peserta yang ikut dalam kegiatan Musyawarah Kabupaten Kotabaru, dan 5 orang dari tokoh Nelayan serta 1 orang peserta Kepala Desa Tirawan (Sibarani).

Musyawarah Ranting (Musran) dihadiri juga oleh Ketua Dewan Pembina Unsur HNSI Kab.Kotabaru, serta Nara Sumber, Danlanal (TNI-Al) diwakili oleh Iwasaki, Kepala Dinas Perikanan Kotabaru, Zainal Arifin, Dandim 1004 Kotabaru diwakili oleh Kasdim Walikota Samsul Kusairi.

Dalam pemaparannya, Sekretaris HNSI, DPC, HNSI, Kotabaru menyampaikan hal-hal yang terkait dengan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK), HNSI dan tehnis membuat Musran HNSI.

Dikatakannya, Ranting HNSI yang sudah terbentuk, Ranting HNSI Kecamatan Pulau Laut Utara, Kecamatan Pulau Laut Selatan (Tanjung Seloka), Kecamatan Pulau Laut Timur (Berangas), Kecamatan Pulau Laut Barat (Lontar) dan Kecamatan Ranting Pulau Laut Sigam, demikian Rukun Nelayan yang telah membentuk Kepengurusannya, Rukun Nelayan Desa Teluk Sirih Kec.Pulau Laut Selatan, Rukun Nelayan Desa Teluk Tamiyang Kec.Pulau Laut Tanjung Selayar, Rukun Nelayan Desa Tanjung Tengah Kec.Pulau Laut Tanjung Selayar. Rukun Nelayan Desa Pulau Kerayaan dan Rukun Nelayan desa Gunung Ulin Kecamatan Pulau Laut Utara, “Jelas Syafruddin. (Sekertaris HSNI)

Selanjutnya Syafruddin, lagi, HNSI merupakan Organisasi yang berbadan hukum, dan telah disetujui oleh Kepala Negara RI, serta HSNI juga merupakan wadah untuk membahas Para Nelayan, Masyakat Nelayan, dan juga wadah mempercayai para nelayan di sini, dan Kalimantan Selatan menemukan yang Diharapkan, agar menjadi sejahtera lahir dan bathin, “katanya.

Kelompok HNSI terdiri dari 3 Kelompok, 1. Kelompok Prasarana Darat Budidaya Tambak, 2. Kelompok Perikanan Tangkap dan Budidaya Keramba Apung atau Budidaya Keramba. Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar).

Poklahsar ini berinvestasi pengurus dan anggotannya adalah dari kaum ibu2.Hasil panen ikan baik panen budadaya perikanan darat dan laut, atau panen ikan hasil budidaya laut, diolah menjadi makan ringan.

Hasil olahan (Home Industri) ini bisa buat ampang ikan tertentu, bisa juga dibuat kerupuk ikan dan kerupuk udang, tesrasi, abun ikan dll.

“Untuk peroduksi hasil olahan ini dengan kualitas tinggi dan enak lbh enak, DPC HNSI untuk mencapainya kuwalitas tsb. Akan memberikan pelatihan melalui Diklat dan Study Banding,” terang Syafruddin.

Dilanjutkannya lagi, Komposisi dan Personalia kepengurusannya dari tingkat pusat hingga ketingkat yang paling bawah, ditingkat RT / Rw. ada kepengurusannya sudah baku diatur dlm AD & ART HNSI.
Struktur Personali di tingkat Pusat, itu disebut dengan DPP = Dewan Pimpinan Pusat.

Dewan Pimpinan Daerah Wilayah Provinsi.

Kabupaten / Kota seluruh Indonesia = Dewan Pimpinan Cabang HNSI Kabupaten / Kota.

Di tingkat Kecamatan = Pimpinan Ranting HNSI …
Di tingkat Desa / Kelurahan disebut = Rukun Nelayan Desa / Kelurahan …
Dan terakhir ditingkat RT / RW = disebut Kelompok atau anggota dari Rukun Nelayan.

HNSI menetapkan setiap peringkat sebagai Pembina dan Penentuan, seperti, di tingkat Rukun Nelayan, Ketua dan anggota Penentuannya, ketua Kades / Kelurahan, anggotanya Babinsa dan Bakomtabtibmas.

Di Kecamatan, Ketua Camat dan anggota, Ramil dan Kapolsek.

Di Kabupaten / Kota, Dewan Penasihat, Ketua Bupati / wali kota dan anggotanya, Danlanal, TNI-AL.DPRD Kabupaten / Kota Dandim, TNI-AD dan Kapolres.

Di tingkat Wilayah Daerah Provinsi se Indonesia = Ketua Gubernur, DPRD Provinsi, Kapolda, Danrem, TNI – AL.

Dijelaskan lagi, untuk bergabung dalam wadah HNSI, agar memenuhi persyaratan, agar setiap anggota pengiriman, Salin KTP, KK, Foto diri, kapal yang sudah terdaftar di organisasi HNSI, anggota selanjutnya ini, akan memberikan tiket masuk yang masuk Anggota HNSI, Asuransi Nelayan, memiliki kartu KUSUKA, yaitu Kartu Pelaku Usaha Perikanan dan Kelautan.

Sekretaris DPC berpesan untuk semua peserta Musran agar sepulangnya bapa bapa dan ibu ini meminta agar diaktifkan kembali kepengurusan HNSI ditingkat Desa atau Kelurahan, ditingkat Rukun Nelayan, dan pengurus Rukun Nelayan akan disediakan lagi oleh para nelayan, seperti yang dipertanyakan sebelumnya.

Mengakhiri  pemaparannya, Syafruddin selaku Sekertaris meminta maaf kepada para peserta karena ketidak hadiran Ketua maaf DPC HNSI Kotabaru karena menjalankan tugas keluar daerah, “tutupnya. (SYAFRUDDIN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed