oleh

KASDIM 1004/ KOTABARU SAMSUL KUSAIRI AJAK HNSI SAMA KELOLA POTENSI PRAIRAN LAUT KOTABARU.

KOTABARU KALIMANTAN SELATAN, CAKRABHAYANGKARANEWS.COM – Dewan Pimpinan Cabang HNSI Kabupaten Lotabaru (DPC-HNSI) Kotabaru, Rabu 22 Juli 2020 gelar Musyawarah Ranting HNSI di Kotabaru.

Hadir selain peserta dan undangan dari tokoh Nelayan, juga dihadiri oleh Dan Lanal Kotabaru dan Dandim 1004 Kotabaru, dan Kapolsek Pulau Laut Utara mewakili Kapolres Kotabaru.

Mereka hadir selaku Unsur Ketua Dewan Pembina HNSI Kotabaru. Selain Dewan Pembina telah hadir pula Kepala Dinas Perikanan Kotabaru, Drs.Zainal Arifin.

Kehadiran Dewan Pembina masing masing diwakili oleh, Iwasaki mewakili Danlanal Kotabaru, Mayor Samsul Kusairi mewakili Dandim 1004 Kotabaru.

Kasdim Samsul, merasa risau melihat Kondesi Masyakat Kotabaru, Khususnya masyarakat Nelayan masih banyak yang ekonominya dibawah garis kemiskinan, padahal Kotabaru adalah pantai terpanjang dibandingkan dari 12 Kabupaten Kota se Kalimantan Selatan, padahal Kotabaru lautnya penghasil ikan terbesar dari Kabupaten lain, tapi kenapa masyarakatnya masih ada yang ekonominya dibawah garis kemiakinan, ” papar Samsul.

Kotabaru daerahnya Potensial sekali untuk dikelola, baik dibidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan, bila ini bisa dikelola dengan baik, masyarakat Kotabaru menjadi kaya, ” ujarnya.

Lanjut Kasdim 1004 Kotabaru, saya sudah pernah bertugas di daerah lain kawasan Indonesia, sebalum dikotabaru, saya pernah bertugas d Timor Timur, di NTT, di Rindam Banjarbaru, Briggif 24/ Be- Balongan Kalimantan Utara, Kasdim 1005 / Marabahan Barito Kuala, Pasilog Korem 101 Antasari Banjarmasin dan dan sekarang saya bertugas sebagai Kasdim di daerah ini.

Saya melihat wilayah yang pernah saya alami tidak seluas dan tidak sepanjang kotabaru pantai pesisirnya, dan penghasil ukannyapun tidak sebanyak kotabaru, tapi kenapa masyakatnyanya tdk. banyak berbuat untuk menggali Potensi ini, ” risau samsu.

Kepala dinas perikanan Kotabaru menyampaikan didepan, kita bahwa jumlah masyarakat nelayan 13.000 orang dan panjang pantai pesisirnya mencapai 825 km.

Melihat potensi laut ini, saya mengajak HNSI.untuk bersama sama mengelola dengan baik, baik perikanan Laut atau pun perikanan Budidaya darat di bidang Pertambakan, banyak lahan lahan kosong dan tambak yang sedang nganggur, ” jelasnya.

Kalu potensi ini betul2 kita kelola dengan baik, potensi ini kita manfaatkan, dan kita bersatu untuk mengelolanya, Dewan Pembina HNSI, Dinas Perikanan, dan HNSI saya yakin masyarakat kitaakan menjadi kaya, masa penangkap ikan luar bisa masuk ke wilayah kita utk menangkap ikan kia, sementara kita tinggal diam, ini tidak benar, ayo saatnyalah kita bersatu untuk mengelolanya,” harap Kasdim.

Inilah yang menjadikan saya gelisah melihat kondesi masyarakat kita.

Samsul melanjutkan lagi, untuk menggerakan dan mengelola potensi ini kita tidak perlu banyak bergantung Kepada pihak Pemerintah pusat, kita semua di daerah ini bisa bergerak bersama sama untuk mengelola potensi ini.

Di Era Covid- 19 ini, virus corona yang sedang melanda daerah kita, sebetulnya tepat sekali bagi kita saat ini untuk sama sama bergerak mengelola potensi yang besar ini, baik di bidang pertanian, Perikanan atau Peternakan.

Di Kodim 1004 / Kotabaru ada surat Telegram dari Pangdam no. 89 tgl. 9 juli 2020, kami dari aparat kewilayahan, di Kodim itu ada aparat ke wilayahan ( Tritorial) di perintahkan untuk membuka lahan Kosong, lahan tidur, dipergunakan untuk sektor Pertanian, Prikanan, dan Peternakan, untuk menghadapi ke tahanan pangan.

Terbukanya lahan lahan ini, kita tidak khawatir berapapun lamanya Covid-19 didaerah kita ini, namun kita sudah siapkan ketahanan pangan, masyarakat kita tidak akan kekurangan pangan, ” ujar Kasdim.

Kehadiran HNSI di Kotabaru ini, tepatbsekali, kita bersama sama utk.mengelola lahan lahan yang potensinya itu sangat besar sekali, baik sebagai penghasil Pertanian, Perikanan atau sebagai penghasil Peternakan, Karena HNSI adalah organisasi yang di akui oleh Pemerintah Pusat, HNSI berbadan Hukum, HNSI adalah sebuah Organisasi Profesi dan melembaga sampai kepelosok dess diseluruh Indonesia.

HNSI, punya Struktural organisasinya dari pusat sampai ke tingkat RT/ RW kepengurusannya, di tingkat RT/RW, tadi sudah dijelaskan oleh Sekretaris HNSI Cabang Kotabaru ( Syafruddin), disebut Kelompok Nelayan, baik Kelompok Nelayan Prikanan Budidaya, Perikanan Tangkap atau Kelompok Pengolah dan Pemasaran ( Poklahsar), Struktur dari pusat sampai ke pelosok desa itu telah baku tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Dasar HNSI itu sendiri, ” jelas Samsul.

Di Kotabaru ini ada juga organisasi yang disebut OPIN tetapi tidak melembaga seperti HNSI, ” ucap Samsul.

“Saya sudah ketemu pihak AKR, dijelaskan, CSR BBM bersubsidi disalurkan melalui SPBN selama ini berjalan, namun pencairannya tidak sesuai dengan pemanfaatannya, semestiya BBM bersubsidi itu diperuntukan kepada Nelayan, tapi kenyataannya bukan, banyak orang yang ngaku ngaku punya kapal Nelayan, punya perahu Nelayan, mereka ambil, sehingga BBM itu tidak sampai kepada Nelayan.

Kenapa, karena para Nelayan tidak wadah untuk minta bantuan pencairannya, dengan adanya HNSI maka pera Nelayan yang tergabung dlm organisasi HNSI, HNSI bisa kelola dengan baik penyalurannya, agar BBM tepat sasaran, ” Harap samsul.

Kasdim 1004/ Kotabaru meng akhiri, sebenarnya BBM itu adalah subsidi oleh pemerintah untuk para Nelayan, sedangkan HNSI adalah organisasi adalah mitra pemerintah, HNSI swajarnya untuk mengelola dan memanfaatkan dengan sebaik baiknya hadiah pemerintah itu untuk warganya, warga Nelayan, ayo kita gali potensi yang besar ini, kita manfaatkan potensi ini dengan sebaik baiknya, mari kita bersatu, bersama sama untuk mensejahterakan masyarakat kita, agar cepat menjadi sejahtera, ” Tutup Samsul Kusairi. ( Syafruddin).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed