oleh

Pjs Desa Bakit Yang Ditunjuk Bupati Menuai Kekecewaan Warga

JEBUS, BANGKA BELITUNG, CAKRABHAYANGKARANEWS.COM Kekosongan kepala pemerintahan setingkat Desa di desa Bakit Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kep.Bangka Belitung sejak januari 2020 membuat Bupati Bangka Barat pengantar Rusli sebagai Penjabat Sementara (PJ) Kades 2020 nanti.

Mantan Kades bakit terpilih periode 2014-2019 Ahmad Syamsir mengambil lagi perencanaan karena berakhirnya masa jabatan selama 5 tahun.

Ditempatkan di kawasan Pantai Bakit senin 3 Agustus 2020 Rodiansyah ketua koperasi Produsen Putra Samudra Bakit dan Fachdiar Wakil ketua bidang Budidaya laut Desa Bakit mengungkapkan rasa kecewa mereka terhadap kinerja PJ Kades Bakit Rusli yang diminta oleh Bupati Bangka Barat untuk dijadikan desa bakit.

Kekecewaan tersebut bermula saat Rudy meminta izin pada Kades Bakit mengeluarkan surat atas permintaan pemerintah atas permintaan masyarakat atas hal tersebut yang ditanyakan oleh rusli dengan alasan yang tidak perlu ditanyakan.

Rudi menuturkan apa yang dilakukan pj.kades bakit yang sudah menyalahi undang-undang yang mengharuskannya menjadi PJ.kades memilki hak dan menerima yang sama dengan kades definitip saat ditunjuk sebagai PJ.Kades.

“Penjabat Kades yang ditunjuk terikat pada haknya dan tanggung yang sama dengan kades definitip, harusnya pj kades melakukan apa yang kami minta sesuai kepentingan masyarakat desa bakit”, tuturnya.

Informasi yang diterima redaksi mengenai lahan yang akan dikelola oleh Bumdes seluas 6 (enam) hektar yang merupakan lahan desa dan sudah jelas peruntukkannya serta jelas pula administrasinya.

Lahan ini diusahakan untuk desa sejak jaman mantan kades Ahmad Syamsir, dan baru rampung setelah dia tidak disetujui lagi.

Menurut informasi yang diperoleh, tanah yang akan dikelola Bumdes bakit itu sudah memilki surat atas tanah dan tidak bertumpang tindih dengan hak masyarakat.

Pengelolaan Lahan seluas 6 hektar yang digandeng perusahaan atau mitra yang serius untuk mengelola dengan kompensasi yang langsung diterima oleh masyarakat sekitar.

Dikonfirmasi melalui koneksi telponnya PJ kades Bakit selasa 4 Agusutus 2020 mengatakan bahwa itu terkait lahan 6 (enam hektar tersebut ada klaim dari masyarakat dusun bakit bernama sopian alias Bambang yang meminta lahan miliknya masuk ke lahan 6 hektar yang membantu desa.
“Pak Bambang pernah melihat itu dalam tanah 6 hektar itu termasuk tanah miliknya dan terjadi tumpang tindih dengan hak miliknya. “Jelas Rusli.

Namun Rusli meminta izin apakah sudah melakukaan klarifikasi terhadap surat tanah yang diminta Sopian alias Bambang mengaku belum pernah melihat surat tanah yang dimiliki Sopian Alias ​​Bambang.
“Kalau surat pak Sopian / Bambang saya belum pernah lihat, saya baru dapat informasi saja bahwa Sopian alias Bambang mengklaim bahwa ia memiliki lahan di dalam 6 hektar yang berhasil mengelola Bumdes itu”, diterbitkan.

Lebih lanjut rusli mengatakan bahwa bumdes juga belum memiliki persetujuan dari warga dusun bakit dan sungai lalang.
“Bumdes belum mendapat restu dari warga dusun bakit dan sungai lalang, desa bakit sendiri terdiri dari tiga dusun dan baru satu dusun yang mengatur untuk mengelola lahan tersebut”, tambahnya.

Sementara itu, sesuai persetujuan Kepala Bumdes, 3 (tiga) dusun di desa bakit telah disetujui dan disertai tandatangan dan telah disetujui untuk disetujui oleh para pendukung.

Pj kades bakit juga tak menampik bahwa dia pernah mengatakan kepada pihak bumdes agar menunggu sampai pilkades selesai dilaksanakan dan kades definitiflah yang disetujui untuk mengelola lahan tersebut. (redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed