oleh

Latbakjatri Prajurit Kompi Senapan B 141/AYJP Gunakan Senjata Tempur Terbaru Jenis SS2 V4 Buatan Pindad

Sungailiat, Bangka Induk, Cakrabhayangkaranews.com –  Prajurit TNI Kompi Senapan-B 141 / AYJP Bangka, merupakan prajurit Infantri sebagai garda terdepan dalam pertahanan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), untuk itu berdasarkan program Komando atas, maka pada hari ini prajurit Kompi Senapan B 141 / AYJPBangka melaksanakan kegiatan tiga bulan sekali merupakan program rutin dari Komando atas guna mempertajam ketrampilan menembak bagi prajurit, yang dilaksanakan bertempat di lapangan tembak Airway Sungailiat Bangka, Rabu, 26 / 08-2020.

Kepada awak media yang hadir disaat meliput kegiatan latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri), Komandan Kompi Senapan B 141 / AYJP Bangka Kapten Infantri Danu Winargo menjelaskan bahwa Latbakjatri merupakan latihan wajib bagi prajurit TNI AD yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Untuk latihan kali ini Prajurit Kompi Senapan B Yonif 141 / AYJP Bangka mengunakan senjata varian terbaru buatan pindad yang Variannya terdiri dari gabungan SS1, AK dan M16 yang diberinama SS2 V4.

Lanjut Kapten Infantri Danu Winargo menerangkan bahwa walaupun jeniis senjata yang digunakan merupakan varian terbaru, namun amunisi yang digunakan tetap sama dengan senjata lainnya yang berkaliber 5,56 mm.

walaupun jenis senjata ini baru tetapi amunisi yang digunakan tetap sama, yakni kaliber 5,56 mm, ”jelas Danu.

Namun, menurut Danu lagi bahwa hari ini merupakan hari ketiga dalam latihan menembak yang dilakukan prajurit Kompi Senapan B 141 / AYJP Bangka.hari pertama dilakukan pengenalan senjata, ekspresi dihari kedua dengan uji coba senjata karena senjata baru jadi dilakukan tembak oleh seluruh personel yang mungkin 120 orang dan pada hari ketiga dilakukan tembak sasaran yang jarak kurang lebih 50-100 M.

Disingung mengenai persiapan akan kematian prajurit Kompi Senapan B 141 / AYJP Bangka ke Libanon, Danu menerangkan bahwa karena prajurit Kompi Senapan B 141 / AYJP Bangka merupakan Man Body, maka jumlah dari prajurit yang berangkat lebih banyak dari kompi lainnya, tutur Danu. (Tim FPII)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed