oleh

Sidang Kasus Dugaan Perbuatan Tidak Menyenangkan Menyeret Mantan Panitera PN Sungailiat 

Pangkalpinang — Sidang kasus dugaan perkara tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yang menyeret terdakwa Junaidi Als Bang Jun Bin Mat Asir (Alm) dengan nomor perkara 299 / Pid.B / 2020 / PN Sgl telah disidangkan pada Kamis (24/09) kemarin.

Dalam uraian perkara yang dimuat di situs SIPP PN Sungailiat, diuraikan bahwa pada hari Jumat tanggal 17 Maret 2020 sekitar pukul 10.00 Wib atau setidaknya masih dalam kurun waktu tahun 2020 di Pemakaman Tionghoa Sri Pemandang Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, atau paling tidak di tempat lain yang masih dalam yurisdiksi Pengadilan Negeri Sungailiat. 

“Melanggar hukum yang memaksa orang lain untuk melakukan, tidak melakukan, atau membiarkan sesuatu, dengan menggunakan kekerasan, tindakan lain atau perlakuan tidak menyenangkan, atau dengan menggunakan ancaman kekerasan, baik untuk orang itu sendiri atau orang lain,” terang uraian pada situs tadi. 

Sekedar informasi, dalam wawancara dengan narasumber kami yang meminta namanya tidak dimasukan dalam berita, Ia menjelaskan bahwa perkara pidana yang menjerat mantan panitera PN Sungailiat (Junaidi) ini bermula dari aksi sepihak Terdakwa di lahan pekuburan Tionghoa saat itu di medio Maret 2020 yang lalu. 

“Kan dalam rekaman video jelas, bahwa terdakwa sembari memegang pacul bentuk sabit terlihat mengacung-acungkan pacul sambil mengancam,” urai sumber pada wartawan Jumat sore, 25/09/2020.

Saat terdakwa oknum mantan panitera Junaidi melakukan aksinya. Tayangan video dapat ditonton disini (link youtube)

Sumber melanjutkan, sebelumnya kasus dugaan Tindak pidana Pasal KUHP 335 ini sudah dilaporkan pada pihak berwajib di tanggal 21 April 2020 yang lalu. “Atas nama pelapor Yanto alias Chin Kian Liong selasa 21 april 2020, dengan nomor Sp. Lidik/07/IV/ 2020/Reskrim/tanggal 21 April 2020 dengan Tersangka Djunaidi Als bang djun bin alm mat Asir,” katanya seraya menunjukkan berkas yang dimaksud. 

Sementara itu ketika ditanyakan perihal apa yang menjadi dasar terdakwa Junaidi sampai nekat melakukan perbuatan pidana tadi, sumber menyebut bahwa tindakan Djunaidi diduga memprovokasi warga perihal status lahan pekuburan milik yayasan P2KPTS. 

“Infonya di lokasi yang sama, rencana akan dibangun perumahan komersil,” kata sumber. 

Foto lahan pekuburan milik yayasan P2KPTS (sumber ist)

Padahal, sumber melanjutkan, SK Bupati No 237/KPTS/IX/1975 Bupati Bangka -tahun 1975- ketika itu dijabat oleh Arub, telah memperuntukkan lahan tersebut untuk pekuburan. Suratnya tertanggal 04 Juli 1975.

“Dengan tembusan Ketua DPRD Tingkat II, Camat sungailiat, dan Lurah Sungailiat,” ungkap sumber. 

Dalam Surat Alas Hak yang ditandatangani oleh Camat Djali Djaun, BA, Lurah Rosman Djunaidi. Disebutkan Luas tanah 8234 m2 yang terletak di lingkungan Sri pemandang Kelurahan Sri menanti, diperuntukkan untuk pekuburan.

“Letaknya arah gedung telkom sebelah kanan, memang disitu terlihat strategis,” ujarnya. 

Disaat bersamaan, Ketua P2KPTS (Perkumpulan Pengurus Kematian dan Perkuburan Tionghoa Songliang) Kabupaten Bangka, Min Kiong mengatakan bahwa pihaknya dalam hal ini menyesalkan terjadinya peristiwa seperti ini. 

Denah lokasi. (sumber istimewa)

“Saya atas nama Ketua P2KPTS dan masyarakat sebetulnya sangat menyesalkan dengan adanya kejadian seperti ini,” kata Min Kiong.  

Min Kiong bilang, saksi dalam persidangan Junaidi ini (Syamsuri) justru menimbulkan banyak pertanyaan. “Sebab, saksi yang dimaksud tidak melihat, tidak mengalami, hanya mendengarkan saja beritanya dari orang lain. Sebenarnya saksi itu harus melihat, mendengar, mengalami. Jadi hadirnya Syamsuri cs dalam persidangan itu untuk apa?” jelas Min Kiong pada awak media. 

Min Kiong berharap, dengan adanya peristiwa ini, dapat menimbulkan efek jera, baik kepada pihak yang bersangkutan ataupun pihak lain, maka pihaknya menyerahkan perkara ini ke pihak penegak hukum. 

“Supaya tidak ada lagi yang mengulanginya lagi. Besar harapan kami biar tidak ada lagi kejadian- kejadian seperti ini di Pulau Bangka kita ini,” ucapnya. (LH/Ard) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed