oleh

Palajar Ikuti Demo Tolak UU Omnibus Law Ciptaker , Polda Metro Jaya Akan Serahkan Kepada Orang Tuanya

Jakarta , Cakrabhayangkaranews.com Dengan ajakan unjuk rasa memprotes pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Perhatian pelajar memenuhi panggilan datang ke Gedung DPR / MPR pada hari ini (08/10). Hingga laporan ada ribuan orang yang sebagian besar berstatus pelajar dihalau oleh Jajaran Polda Metro Jaya dari sejumlah wilayah wilayah Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan sebanyak 1.192 ada 285 massa yang diduga kuat merusuh. Yang tidak terbukti merusuh akan dipulangkan polisi dalam waktu cepat.

</s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> </s> orang </s>

“Mereka semua yang sudah kita ambil keterangan tapi sekarang begini progres hingga Jumat ini orangtuanya sudah banyak yang datang, kita sudah menyampaikan orang orang tuanya datang,” katanya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (09/10)

Yusri mengatakan orang tua itu yang akan menjemput anak-anaknya sendiri. Orang tua beserta anaknya juga akan diberikan edukasi terlebih dahulu oleh pihak kepolisian.

Why saya butuh orang tua karena 50 persen dari 1.192 ini adalah anak sekolah STM yang ditanyai kamu tahu nggak, apa itu undang-undang nggak tahu, terus kamu ke sini ngapain? Oh saya diundang oleh pak melalui media sosial di ajak teman nanti dapat duit di sana, dapat makan, tiket kereta sudah disiapin truk sudah disiapin bus sudah disiapin tinggal datang ke sana lempar-lempar saja, “katanya.

Lebih Yusri mengatakan selanjutnya pihaknya akan membuat surat perjanjian yang harus ditandatangani oleh pihak dari massa dan orang tuanya dengan tujuan tidak ada yang menyatakan bahwa perbuatannya. Proses setalah itu sudah selesai massa tersebut dibolehkan untuk pulang.

“Jadi datang sudah ke sini, sudah bikin pernyataan orangtuanya ada kita edukasi, silakan monggo dijaga ya anaknya ya jangan lagi ke sini nanti bikin rusuh ketangkap bahaya,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed