oleh

Tim Lembaga Investigasi Negara (LIN) Babel Sidak Tambang Timah Ilegal Di HLP Desa Lasar Tungkup Ulim Membalong

Belitung – Babel, Cakrabhayangkaranews.comMembalong Di tengah gencarnya kampanye pentingnya penyelamatan mangrove, justru masih banyak pihak yang menjadi musuh bagi inisiatif penyelamatannya.Ini terjadi di Desa Lasar Dusun Tungkup Ulim Kecamatan.Membalong hasil Investigasi TIM LIN DPD BABEL pada hari Sabtu, 10/10/2020.Telah terjadi perusakan lingkungan akibat tambang Timah besar- besaran di kawasan HLP (Hutan Lindung Pantai).

Yudistira kepala divisi investigasi Lingkungan Hidup & Satwa dari Lembaga Investigasi Negara ( LIN ) DPD Babel bersama TIM kepada media mengatakan temuan ini bermula dari sebuah akun FB dan kita langsung menelusuri ke TKP yaitu di desa Lasar dusun Tungkup ulim kecamatan membalong.setelah kita tiba di TKP ternyata kita temukan yaitu kawasan HLP yang sangat miris dan sangat memperhatinkan yaitu banyak sekali hutan – hutan Magrove dijarah dan dirusak oleh oknum masyarakat mereka melakukan aktivitas penambangan pasir timah didalam kawasan Hutan Lindung Pantai ( HLP ) menggunakan alat berat excavator 3 unit dan ini jelas perusakan hutan magrove untuk tambang timah demi kepentingan -kepentingan pribadi mereka .ujar yudis kepala divisi investigasi lingkungan hidup & satwa LIN Babel.


Sebagaimana juga ini sudah sangat menghawatirkan disaat marak – maraknya bangsa ini mengkampanyekan menanam magrove dalam menyelamatkan hutan magrove sebagai paru – paru dunia maka disini telah terjadi sebuah kejahatan lingkungan terhadap hutan magrove akibat aktivitas penambangan pasir timah di atas kawasan HLP.Dan jelas ini perusakan hutan magrove kalau kita merujut ke UU No.18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,Penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp.1,5 Miliar dan paling banyak Rp.50 Miliar.
Adapun hal – hal demikian patutlah kita bersedih hati melihat kerusakan – kerusakan hutan magrove akibat tambang pasir timah, apalagi didalam habitat hutan magrove pasti terdapat satwa – satwa,ekosistim – ekosistim yang sudah tercemar dan musnah akibat tambang pasir timah di kawasan HLP ini.ungkap TIM LIN Babel.

Sangat kita sayangkan sekali bahwa kegiatan penambangan pasir timah dikawasan HLP ini sudah lama dilakukan dan sepertinya ada pembiaran,
Oknum masyarakat berinisial MS yang mengaku dirinya bertanggung jawab atas kegiatan penambangan timah tersebut disaat ditanya Tim LIN Babel dan media mengatakan bahwa izin – izin mereka tidak ada hanya berdasarkan soundingan atau pun permohonan secara lisan kepada dinas – dinas terkait dan oknum masyarakat berinisial MS akan mereklamasi semua lubang – lubang yang telah mereka gali tersebut.katanya.

Yudistira bersama TIM LIN mengatakan memang kita temukan hanya beberapa titik mungkin satu lobang anggaplah dari sepuluh lobang hanya satu lobang yang mereka Reklamasi dan yang pohon yang mereka tanam kembali atau reboisasi ialah tanaman jenis jambu mente dan yang ini sangat membuat kita merasa tergelitik atau lucu karena hutan magrove ditanam jenis tanaman jambu mente yang biasa nya notabe nya dipadang pasir atau di tanah tandus.


Dan berdasarkan UU No.41 Tahu 1999 Menteri Kehutanan menetapkan Hutan berdasarkan fungsi pokok yaitu hutan konservasi,hutan lindung,dan hutan produksi.Nah jenis hutan magrove ini merupakan hutan konservasi yang harus kita lindungi berdasarkan peraturan kementerian kehutanan Republik Indonesia No.P.44/ Menhut – II /2012. Kita dari Lembaga Investigasi Negara ( LIN ) Babel mohon dukungan kepada segenap dinas – dinas terkait,kepada masyarakat dan kita juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas kejahatan Lingkungan ini tidak ada toleransi karna hutan magrove adalah bagian dari Paru – Paru Dunia. Tutup Kepala Divisi Investigasi Lingkungan Hidup & Satwa ( LIN ) Babel Yudistira bersama TIM.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed