oleh

Kadiv Humas Mabes Polri : Polda Metro Jaya Tangkap 54 Tersangka yang Meresahkan Masyarakat Dengan Rusak Fasilitas Polisi dan Pemerintah Saat Demo

Jakarta, Cakrabhayangkaranews.comDemonstrasi menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja ricuh di DKI Jakarta. Dari aksi unjuk rasa di DKI Jakarta aparat kepolisian melalui Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 54 orang sebagai tersangka kericuhan dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung dengan perusakan fasilitas polisi, dan fasilitas umum pada Kamis (08/10).

Tidak hanya fasilitas Polisi dan fasilitas Umum polisi tangkap sepuluh (10) pelaku merusak Fasilitas Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat turut dirusak oleh massa unjuk rasa.

Dalam sambutan Konferensi Pers Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, bahwa 54 tersangka tersebut ditangkap oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri pada Minggu (11/10) kemarin.

“Kami tampilkan dua, karena delapan lainnya anak di bawah umur. Jadi, tidak bisa kita tampilkan di siang hari ini,” kata Argo saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10).

Menurut Argo, para tersangka tersebut tidak hanya melakukan perusakan terhadap Kantor Kementerian ESDM. Melainkan, juga turut melakukan penjarahan. “Ada laptop diambil juga, jadi mereka juga melakukan penjarahan ya di sana,” ujarnya.

Para pelaku ditangkap pada Minggu (11/10) diberbagai wilayah. Para pelaku ini diduga sebagai eksekutor yang merusak pagar, kaca, hingga mobil di Kementerian ESDM. Tak hanya itu, mereka juga diduga melakukan penjarahan terhadap barang-barang berharga di dalam gedung. “Ada laptop diambil juga, jadi mereka juga melakukan penjarahan ya di sana,” ujar Argo.

Argo menuturkan, dari para tersangka diamankan barang bukti berupa batu, kayu, pecahan botol, hingga handphone. Hasil penyelidikan menemukan fakta jika para pelaku ini juga mengirim ajakan kepada orang lain melalui handphone untuk berbuat anarkis saat demo.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 170, Pasal 214, Pasal 218 dan atau Pasal 358 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Perlu diketahui, pengesahan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja menuai banyak penolakan dari masyarakat, khusunya elemen buruh. Akibatnya, mereka melaksanakan mogok kerja pada 6-8 Oktober 2020 dan memilih turun ke jalan menggelar unjuk rasa.

Unjuk rasa kemudian berakhir ricuh disejumlah daerah. Khusus di DKI Jakarta turut terjadi pembakaran fasilitas umum seperti halte, hingga pos polisi. Polda Metro Jaya sejak Rabu (7/10) sudah mengamankan 1.192 orang yang diduga sebagai perusuh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed