oleh

Ketua DPD HNSI Provinsi Kalimantan Selatan Terpilih Secara Aklamasi.

Kotabaru – Kalimantan Selatan, Cakrabhayangkaranews.comMusyawarah Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (Musda- HNSI) Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan selama 2 hari, bertempat di hotel Batung Batulis dan Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin. , 14.Oktober 2020.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua dan Sektetaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC-HNSI) 13 Kabupaten / Kota, Perwakilan Gubernur Kalimantan Selatan, Forkopimda, Plt.Kepala dinas Kelautan dan Perikanan, 13 Kepala Dinas Perikanan Kabupaten / Kota, tamu dan undangan lainnya.

Sementara itu gubernur Kalimantan Selatan, Rudi Risnawan, dalam sambutannya menyampaikan beberapa arahan kepada ketua Umum DPP HNSI, DR.H.Yussuf Solichien, M, MBA, Ph.D. Mayjen TNI Marinir (Purn).

Dalam Musda itu juga menghasilkan  putusan secara aklamasi memilih dan menetapkan Kader terbaik Ir.Hj.Suriatina sebagai ketua umum, DR.Ir.Hariadi, Msc sebagai sekertaris untuk memimpin HNSI selama 5 tahun kedepan, periode 2020 – 2025.

Kepada wartawan Ketua dan Sekertaris HSNI terpilih menyampaikan program kerja kedepannya untuk lima tahun kedepan.diantaranya sektor unggulan yaitu sektor Perikanan dan Kelautan yang mana dalam program kedepannya HSNI akan mengelola atau memanfaatkan laut, untuk itu para nelayan kita perlu pembinaan dan pengetahuan, terkait dengan peralatan dan sarana penangkapan ikan dilaut.

Menyangkut peralatan penangkapan ikan dan sarana lain seperti kapal nelayan kita yang dimiliki oleh nelayan kita belum secangih yang dimilik nelayan luar Kalimantan selatan, pungkas Ketua terpilih.

Lanjut Ketua lagi, Akses penangkapan ikan dilaut sesuai dengan aturan yang disarankan oleh pemerintah, yang mempunyai akses yang sangat jauh sekali, misalnya 12 mil jauhnya kelaut.

Ini juga menjadi PR dari pemerintah daerah, untuk bagaimana kita dapat memberikan pasilitas terhadap nelayan kita, begitu juga memberikan peralatan penangkapan ikan, terutama sekali sarana berupa kapal Nelayan,” ucap Suriatinah.

Yang sangat penting lagi menurut Sariatina, selain peralatan yang perlu disiapkan Sumber Daya Manusianya ( SDM ), persiapan SDM ini nantinyaberguna agar para nelayan dapat menggunakan alat tangkap modern dan kapal yang berkapasitas besar.

Peningkatan SDM para nelayan menjadi perhatian utama dari DPD HNSI baik melaksanakan Pendidikan Latihan (Diklat) atau pun berupa pendidikan, latihan dan Keterampilan lainnya, sehingga nelayan kita dapat mengguna kan alat yang modern dan sarana kapal berkapasitas besar, ” jelas Ketua DPD.

Begitu juga diprogram peningkatan SDM untuk para nelayan bidang pengolahan dari hasil perikanan tangkap atau hasil panen budi daya, diolah seperti produksi makanan ringan, amplang, krupuk ikan dll. mereka akan dididik dilatih dengan Pendidikan dan latihan.pelaksanaan Diklat ini HSNI akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah mauoun Provinsi yang melibatkan seluruh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan baik di Kabupaten maupun Provinsi.

DR.Ir Hariadi menambahkan, terkait dengan BBL, ada salah satu perusahaan yang mencoba mengumpulkan dan membeli hasil Balai Besar Perikanan Budidaya Laut untuk diekspor selama regulasi sesuai dengan di Pusat, maka Daerah akan menyesuaikan serta mendukung  konsep program berkelanjutan,

Jadi budi daya laut seperti LOBSTER sebenarnya tidak merusak karena sirklus hidupnya pun ada, ketika ikan itu masih kecil dilepas dibiarkan hidupnya dilaut, dan sebagian ditangkap, ” kata Hariadi.

Dikalimantan selatan ini ada perusahaan yang punya izin dari Kementrian Maritim dan KKP terkait dengan Belai Besar Prikanan Budidaya Laut, yang daerah tangkapnya ada dikal.Sel. cara sperti ini diperboleh kan, sekalipun Perusahaan ada diluar kalimantan selatan, asalkan persyaratanyang digariskan dalam peraturan pemerintah itu terpenuhi, “jelas Hariadi. (Syafruddin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed