oleh

Ketua DPC- ALIANSI Lampung Selatan Ahmad Yani Tajir Menyayangkan Adanya Pembodohan Aparatur Desa Terhadap Masyarakat

Lampung Selatan, Cakrabhayangkaranews.comAdanya dugaan manipulasi dana Bantuan produktif usaha mickro (BPUM) yang di lakukan oknum Aparatur Desa Wonodadi Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan. Lembaga Aliansi indonesia badan penelitian aset negara, DPC Lampung selatan angkat bicara.

Ahmad Yani Tajir, Ketua DPC ALIANSI Lampung Selatan, (28/10/2020). Sangat menyayangkan prilaku oknum Aparatur Desa yang terkesan membodohi masyarakat sehingga bantuan BPUM di nikmati oknum yang tidak memiliki usaha.

Menurut Yani Tajir, bantuan BPUM untuk masyarakat yang memiliki usaha, bukan keluarga oknum aparatur Desa yang diduga tidak memiliki usaha.

Saya akan melakukan upaya klarifikasi dengan cara melayankan surat kepada Suparman Kepala Desa Wonodadi,”tambahnya.

Sambunh Ahmad Yani, jika ada dugaan telah terjadi manipulasi data dengan sistem Nepotisme yakni penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan golongan tertentu dan biasanya Dimotivasi oleh keserakahan Pribadi.

Melalui Lembaga ALIANSI, saya akan melaporkan dugaan tersebut kepihak aparat penegak Hukum baik kepolisian dan, Kejaksaan Lampung selatan. Tambah Yani Tajir,” Ucap Yani Tajir.

Di beritakan sebelumnya, berdasarkan keluhan warga setempat yang berinisial M, menjelaskan pada media ini, Senin (26/10/2020). menurutnya yang mendapatkan BPUM mayoritas keluarga Kepala dusun dan keluarga Ketua RT Desa Wonodadi, sedangkan mereka tidak memiliki usaha, “Tapi mengapa mereka dapat ini sungguh aneh” Padahal yang memiliki usaha tapi tidak dapat dana BPUM,”paparnya.

Sambung M, jika tidak memiliki usaha tentu ada indikasi manipulasi data surat keterangan usaha (SKU). yang di lakukan oknum aparatur desa setempat Mas, dikarnakan bantuan BPUM untuk yang memiliki usaha,”tambahnya.

Terpisah Kepala desa Suparman, saat di konfirmasi dikantor Desa, hari senin (26/10/2020). Terkesan aneh seolah olah tidak tau permasalahan Aparatur desanya, “Saya tidak tau Mas kalau yang tidak punya usaha tapi di ajukan, nanati akan saya kros chek. Jika ada warga yang tidak memiliki usaha tapi di ajukan, akan saya batalkan pengajuannya,” Kilah Suparman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed