oleh

Kontraktor Listrik Sulteng Menjerit Belum Dibayar

Luwuk – Sulteng, Cakrabhayangkaranews.com  – Banyak kalangan mempertanyakan sikap PT. PLN yang hingga saat ini belum membayarkan hasil pekerjaan kontraktor listrik pelaksana pada sejumlah daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hak-hak pelaksana yang belum diterima tersebut, untuk pekerjaan tahun anggaran 2019 pada PT. PLN Wilayah VII Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) yang berpusat di Manado, Sulut.

Menurut sumber CBN, surat keberatan dari pihak AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) Cabang Sulteng, sejak beberapa bulan lalu dilayangkan ke Kantor Wilayah PLN VII Manado. Namun, hingga berita ini tayang, belum ada jawaban.

AKLI sendiri didesak anggotanya, sebab hampir semua kontraktor listrik Sulteng, belum menerima pembayaran.

Yang dialami kontraktor listrik di Luwuk misalnya. Adalah PT. Perdana Satria (PT. PS), yang telah menyelesaikan pemasangan bentang jaringan di Kecamatan Lo. Bangkurung Kabupaten Banggai Laut (Balut) dengan nilai kontrak kurang lebih 200 juta.

Perusahaan milik Didu Aprianto, telah pula menyelesaikan proyek pemasangan bentang jaringan di wilayah Dataran Bulan Kabupaten Tojo Unauna (Touna) tahun 2020, dengan nilai kontrak Rp. 400 juta. Namun barulah dibayarkan sekitar setengahnya. “Iya seperti itu kenyataannya,” ungkap Didu kepada CBN, Kamis (5/11) di Luwuk.

Apa yang disampaikan Didu, nampaknya mewakili kegelisahan dan kegundahan puluhan kontraktor lisktrik Sulteng yang mengalami nasib serupa.

Yang membuat panik, lantaran tahun 2020, telah mendekati “tepian” Desember. Artinya, sudah akan berakhir satu tahun anggaran, namun anggaran proyek APLN tahun 2019, belum juga dibayarkan ke kontraktor yang berhak. “Kok bisa anggaran tahun 2019 sampai saat ini belum dibayarkan ke kontraktor. Nyantol dimana ya?” tanya sumber CBN penasaran.

Informasi yang dihimpun CBN menyebutkan bahwa rata-rata kontraktor listrik beberapa daerah, terpaksa harus berhadapan tagihan bank bertubi-tubi lantaran uang pinjaman yang dipakai untuk menangani perkerjaan belum dikembalikan.
“Karena keadaan makin sulit, saya terpaksa merumahkan belasan karyawan dan tinggal tersisa satu orang tenaga administrasi. Itupun gajjnya belum dibayarkan,” ungkap sumber lainnya kepada CBN.

Karena akses ke PT. PLN Wilayah VII Manado masih sulit, lantaran pandemi Covid, CBN mencoba menggali informasi di Kantor PLN Wikayah VII Cabang Luwuk, Kamis Sore, (5/11). Sayang, karena pimpinan yang hendak ditemui CBN Agus Tasya, sudah tidak berada di tempat. Kantor sudah bubaran beberapa saat sebelum kedatangan CBN. “Iya pak, pimpinan sudah pulang. Kalau masih sempat besok boleh datang lagi pak,” kata seorang staf bagian pelayanan dengan santunnya kepada CBN.

Sebelumnya, CBN juga mencoba meminta konfirmasi Kepala PLN Wilayah VII Cabang Palu, Wardi Hadi, namun belum berhasil.(bersambung)* jimmy – jaya marhum

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed