oleh

Meningkatnya Positif Covid-19  – Bangkep Kemungkinan Lock Down

Salakan – Sulteng , Cakrabhayangkaranews.com (CBN)  –  Meningkatnya Positif Covid-19, membuat Pemkab Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), rencananya akan memberlakukan Lock Down (Penutupan Wilayah -red).

Lock Down harus dilakukan, mengingat terjadi trend peningkatan secara signifikan angka positif Covid-19 di Bangkep.

Ya, setelah sebelumnya Bangkep termasuk dalam “zona aman” dari 12 kabupaten satu kota di Sulteng, tiba-tiba saja kasus positif covid menanjak drastis dalam pekan-pekan terakhir.

Hingga berita ini tayang, tercatat sudah 23 positif Covid-19 dil “BuminTrikora”. Diantaranya, ada yang menjalani perawatan dan isolasi, sembari menunggu swab serta ada pula yang telah sembuh serta meninggal dunia.

Selasa, 10/11 malam, Pemkab Bangkep dipimpin langsung Sekdakab Rusli Moidady, ST, MT menggelar rapat tertutup dengan jajaran Tim Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangkep.

Ruslipun mengundang Kadis Kesehatan Bangkep bersama semua skuad Penanggulangan Covid-19 Bangkep, untuk membahas peningkatan jumlah yang positif.

Apalagi, pada Sabtu, 7/11 pasangan suami istri asal Kecamatan Liang, meninggal dan dinyatakan lantaran positif covid. Persoalannya, istri dari pasangan ini adalah tenaga medik setempat, hingga berimbas pada penutupan Puskesmas di Liang.

Ketika itu, keluarga tidak menerima almarhum dan almarhumah yang tidak lagi sempat dirujuk ke Luwuk, ditangani secara protokoler covid. Jenazah yang sudah dibungkus dan seharusnya dimakamkan sesuai protap covid, kabarnya dibuka kembali. Selanjutya keluarga memandikannya seperti biasa, dikafani sebelum dimakamkan.

Diduga, di rumah duka saat itu banyak yang menyentuh jenazah dan kemudian berkumpul dan berkerumun, sehingga, dikhawatirkan menjadi media penularan. Seperti keyakinan saat ini bahwa di Bangkep sudah terjadi transformasi lokal, diantara banyak OTG (Orang Tanpa Gejala) dan itulah yang tidak diinginkan.

Nah, langkah keluarga menanganani kedua jenazah diluar prosedur — sekali lagi — dikhawatirjan akan memicu klaster baru di Kecamatan Liang dan sekitarnya, sementara puskesmas tutup. Kendatipun, upaya tenaga medik lain membantu ke Liang, telah diantisipasi dari paramedik puskesmas terdekat.

Informasi yang diperoleh CBN bahwa saat ini protokol covid nampaknya sudah mulai dilanggar di Banggai. Warga masyarakat sudah abai terhadap penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Terutama di tempat-tempat umum seperti pasar dan lokasi keramaian lainnnya. “Makanya, kemungkinan akan segera kami berlakukan Lock Down di Bangkep setelah dikonsultasikan kepada bupati. Kantor-kantor pemerintah bakal diliburkan, sementara waktu,” ujar Rusli Moidadi.

Yang pasti kata Rusli, pihaknya bersama seluruh jajaran, semakin memperketat penjagaan di pintu masuk pelabuhan. “Baik untuk kedatangan penumpang kapal-kapal kayu reguler rute Salakan – Luwuk, maupun penumpang Kapal ASFDP Fery, serta pelabuhan kecil Tebing antara Salakan – Banggai yang dilayani speed boat,” tegas Rusli Moidady kepada CBN, di Kantor Bupati Bangkep, Rabu, 11/11.

Menurut Rusli yang turun memakai rompi covid hitam, sejak pandemi melanda Pemkab Bangkep telah memperketat pintu pelabuhan Salakan, termasuk mengawasi pelabuhan-pelabuhan “tikus” lainnya. Ini sebut Rusli demi memutus dan memberangus mata rantai penularan covid-19 di wilayah Kabupaten Bangkep,” * jim – jay

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed