oleh

KPH Balantak Pelopori Konservasi Hutan

Luwuk, SultengCakrabhayangkaranews.comUpaya menghutankan kembali kawasan yang butuh konservasi, sudah menjadi komitmen dan adalah sebuah keharusan. Seperti gerakan humanis yang dilakukan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Balantak, memelopori penanaman 15.000 bibit dan anakan lima jenis tanaman hutan. Seperti, Ebony, Ketapang Kencana, Pinus, Kemiri serta Pala.

“Sudah ribuan anakan yang terbagi. Dan masyarakat sangat antusias meminta bibit sesuai yang diminati, untuk mereka tanam dan kembangkan di lokasi masing-masing. Salah satu yang paling disukai masyarakat adalah bibit pohon Ketapang Kencana,” kata Herry Apryanto kepada CBN di Luwuk baru-baru ini.

Selain pemberian bibit, KPH Balantak juga melakukan kerjasama jasa lingkungan. Apa itu jasa lingkungan? Ternyata, adalah pengembangan kawasan wisata. Ini menarik. Sebab terobosan mempertahankan dan membuka Ruang Terbuka Hijau (RTH), ternyata sast ini bukan hanya monopoli kaum perkotaan, tapi sudah dikembangkan di desa-desa.
Seperti yang dibuat di Desa Kamumu. Lokasi wisata seluas kurang lebih 18 Ha tersebut — salah satunya — ada lintasan trackyng sepeda motornya. Selain menyajikan suasana asri pedesaan, juga hutannya masih terjaga.

“Kedepan, model-model kerjasama lingkungan, tetap akan Kira kembangkan,” jelas Herry.

Selain kerjasama lingkungan, ada juga kerjasama lainnya yang dikembangkan KPH Balantak dengan masyarakat. Yakni pengembangan tanaman rotan, damar serta peternakan lebah madu.* jim – jay

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed