oleh

Seluruh DPC HSNI Kalimantan Selatan Usulkan Mayjen (Purn) Dr.Yussuf Solihien,MBA,PhD. Sebagai Mentri KKP

Kotabaru – Kalimantan Selatan, Cakrabhayangkaranews.com Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC-HNSI) Se Kalimantan Selatan, Senin 7-12 2020, sepakat Usulkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP-HNSI), Walikota Jenderal (Purn) Dr. H. Yussuf Soliehin, M.MBA, PhD. kepada Presiden RI Joko Widodo, untuk melayani Kementerian Kelautan dan Prikanan (KKP) yang defenitif.

Pertemuan di Ikuti beberapa ketua DPC HNSI dalam pembahasan melalui Vidio Konfrence yang bertempat di Kantor HNSI Kotabaru, beralamat di Jalan Bregjen H. Hasan Basri no.110 Rt 01 / Rw.O1 Desa Semayap Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru,
Provinsi Kalimantan Selatan, selain para ketua DPC HNSI juga hadir jajaran pengurus DPC HNSI Kotabaru, Pengurus Ranting dan Pengurus Rukun Nelayan dalam Kabupaten Kotabaru.

Ketua DPC HNSI Kotabaru memaparkan Kalimantan Terdiri dari 13 Kabupaten dan Kota Luas Wilayah Kabupaten Kotabaru 1/3 dari 12 Kabupaten / Kota se Kalimanatan – Selatan, kotabaru mempunyai22 Kecamatan, 202 Desa dan Kelurahan, panjang Pantai 900 km, para nelayan yang tinggal di pesisir pantai ada 17 Kecamatan, Jumlah Peñduduk statistik tahun 2016 325.827 jiwa, khusus yang beprofesi nelayan 15.961 orang.

“Kabupaten Kotabaru memiliki lahan yang memiliki lahan pertambakan 6000 ha, Petani yang memiliki lahan seluas 1500 orang,” jelas ketua DPC HNSI Kotabaru.

Jumlah wilayah dan panjang pantainya 900 km2, penduduk yang berprofesi sebagai Nelayan yang tinggal disepanjang – Pesisir Pantai ada 17 Kecamatan.

Kegiatan para Petani Nelayan, ada sebagai Nelayan Perikanan tangkap ikan laut, kelompok Pembudi daya ikan (Pokdakan) atau perikanan tambak, ada juga sebagai pengolah dan pemasaran (Poklahsar) ikan hasil perikanan tangkap dan budidaya.

Peralatan yang digunakan dengan tehnologi tradisional, kapal yang digunakan masih kapal motor nelayan kebanyakan kelas kapal kecil, bahan bakarnya pun belum sesuai untuk memenuhi kebutuhan nelayan, pada umumnya para nelayan, pada umumnya para nelayan bisa bekerja dilaut 3 – 10 hari saja dalam sebulan, hanya karena keterbatasan minyak stok yang belum bersubsidi yang dipersiapkan oleh Pemerintah untuk Nelayan Kecil, “kata H.Ibrahim.

Kami Dewan Pimpinan Cabang HNSI se Kalimantan Selatan meng inginknan adanya “Menteri atau KKP, yang tegas, Profesional, dekat dengan masyarakat nelayan, sehingga lahan lahan tambak puluhan ribu hektar yang ada di kalimantan Selatan bisa tergarap dengan baik, dan juga para nelayan yang bisa mempunyai kapal moderen tidak lagi menggunakan kapal tradisional dll, ini bisa tercapai dan terpenuhi bila Menteri KKP yang dekat dengan nelayan, mau melihat langsung kondisi dilapangan dan profesional, “ucap Ibrahim.

Ketua Harian DPC HNSI Kotabaru, Aidil Syarifuddin, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa masyarakat nelayan Kalimantan Selatan khususnya, dan para nelayan Indonesia umumnya, mengharapkan kepada Presiden RI Joko widodo sudah siap untuk membantu Menteri KKP yang baru dan dijabat oleh seorang putera Indonesia terbaik, yang memiliki integritas peribadi yang kuat, bermoral tinggi, Profesional, dan mengedepankan kepentingan – bangsa dan negara diatas kepentingan – pribadi dan golongan.

Kami DPC HNSI Kotabaru dan jajaran Pengurus, Ranting HNSI dlm Kabupaten Kotabaru, DPC HNSI se Kalimantan Selatan, mengarahkan kepada bapak “Presiden RI, Joko Widodo agar Mayor Jenderal (Purn) Dr.H. Yussuf Solichien, MMBA, PhD, Ketua DPP HNSI dan Ketua Umum Induk Koperasi Nelayan indonesia (Inkoneli), agar dapat ditetapkan menjadi “Menteri Kelautan dan Perikanan pangganti jabatan KKP yang masih dijabat oleh Koordinator Kemeritiman dan Investasi, Luhut Binsar Penjaitan yang saat ini ditujuk oleh Ptesiden Joko Widodo di Kementrian Kelautan dan Perikanan iklan. Sementara.

Idil melanjutkan, H. Yussuf Solichien banyak berpengalaman, pernah berpengalaman Komandan Pangkalan Utama TNI AL, V / Maluku irja, Komandan Satgaskam
la V, Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL, Komandan Kobang di TNI AL dan Arena Kasal, Anggota Dewan Maritim Indonesia, juga ketua umum HNSI dan ketua Umum Inkoneli juga berpengalaman menjadi Anggota Dewan Kelautan Indonesia, melihat pengalamannya di organisasi dan juga di Organisasi HNSI Ketua Umum HNSI selama 3 Priode sampai saat ini, semoga saja Presiden RI Joko Widodo, dapat memptimbangkan dan merespon untuk dapat mengangkatnya menjadi Defenitif KKP, “Kata Ketua Harian DPC HNSI.

Lanjut H.Ibrahim, melihat kegiatan yang pernah dijalankan oleh H. Yussuf Solichien, selain Ketua Umum HNSI pusat, Ketua Induk Koperasi Nelayan Indonesia, beliau juga seorang sosok akademis, memiliki Visi Kelautan dan Perikanan Nasional yang mendunia, menguasai aspek ekonomi, teknologi, dan politik, memiliki karakter yang tegas, mengayomi dan dekat nelayan, berintegritas serta berwibawa, semuanya dapat kami lihat dan buktikan penampilannya pada saat Rapimnas di Yogyakarta dan munas HNSI di tenggerang Banten jawa barat tahun 2017, “tutup Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, berharap agar Presiden RI Joko Widodo dapat mengundang perwakilan pengurus HSNI Provinsi Kalimantan Selatan ke Istana Negara agar dapat mendengar sendiri apa yang diinginkan masyarakat Nelayan Sekalimantan Selatan.  (SYAFRUDDIN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed