oleh

Tarik Paksa Kendaraan Debitur, Kuasa Hukum Firdaus, Agus Purnomo, SH : Polisi Tidak Tegas Menangani Kasus

PANGKAL PINANG, Cakrabhayangkaranews.com Lagi-lagi kasus penarikan kendaraan milik Debitur kembali terjadi oleh sebuah leasing (Pembiayaan Kendaraan). Yang mengajukan Salah satu nasabah Alfasabbi Firdausi di Toko Sembako, Jl. Kerabut, Jerambah Gantung, pada Selasa (3/11/2020) sekira pukul 20.00 WIB.

Menurut keterangan Firdaus, tindakan semena-mena tersebut dilakukan oleh pihak ketiga dari Leasing CF yang telah melakukan penarikan secara paksa satu unit mobil Daihatsu Ayla BN 1874 PG ditempat kerjanya.

Sekitar pukul 20.00 datang seorang leasing mencari mobil Ayla Nopol BN 1874 PG, seketika itu saya meminta sanak saudara untuk mengantarkan kendaraannya ke toko, kemudian pihak dari leasing langsung merampas kunci mobil dan membawanya, “katanya.

“Saya keberatan dan langsung mengejar pihak leasing untuk menanyakan mau dibawa kemana mobil ini,” tambah Firdausi kepada awak media.

Lanjut Firdaus, seketika pihak leasing sebut saja Dedi (bukan nama sebenarnya) saat ditanya, berdalih jika mobil tersebut akan dibawa untuk di foto-foto. “Namun setelah sampai di kantor leasing mobil tersebut tidak menunjukkan dan tidak datang,” kesal Firdaus.

“Karena kunci mobil dipegang oleh pihak leasing, dan setelah saya selesai mengambil kunci serep dan kembali ke kantor leasing ternyata mobil tersebut sudah tidak ada ditempat,” ungkap Firdaus.

Merasa dirinya diperlakukan tidak sewajarnya, Firdaus melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Taman Sari dengan didampingi Kuasa Hukum Agus Purnomo SH dan membuat laporan Perampasan, Penipuan dan Penggelapan.

Sementara, dalam gelar perkara kasus penipuan yang dilakukan pihak penyidik ​​Polsek bersama Kapolsek Tamansari, tidak terdapat unsur yang dituduhkan, karena bukti-bukti. Namun menurut Eeng kasus ini tidak dapat memenuhi kriteria yang dibutuhkan dalam kasus tersebut ditemukan bukti-bukti baru.

Agus Purnomo SH, selaku Kuasa Hukum Firdaus mengatakan, bahwa dari hasil gelar perkara saudara Eeng (Penyidik) hanya mendalami penipuannya saja, sementara berdasarkan pelaporan tersebut dirinya sebagai Kuasa Hukum sudah melaporkan tiga hal, yaitu Permpasan, Penipuan dan Penggelapan.

Dikatakan Agus Purnomo SH, bahwa 3 Pasal yang dilaporkan adalah perbuatan pidana yang dilakukan oleh pihak leasing, karena dalam hal ini pihak leasing sudah tentu melihat soal penarikan tersebut, dimana berdasarkan keputusan MK sudah tidak diperbolehkan lagi.

“Namun, anehnya dasar yang dilaporkan dari ketiganya hanya penipuan yang menjadi dasar gelar perkara dari pihak penyidik ​​Polsek Tamansari, Kota Pangkal Pinang, ada apa sebenarnya dengan hukum ??,” geram Agus Purnomo SH.

Berdasarkan hasil konfirmasi Kuasa Hukum dengan Penyidik, di Ruang Penyidik ​​Polsek Tamansari, Jumat (11/12/2020) malam. Penyidik ​​menyatakan tidak mampu atau kemampuan minim dalam mengambil tindakan tanpa diketahui alasannya dan perkara ini menurut penyidik ​​akan dilimpahkan ke Polresta Pangkalpinang, pada Senin (14/12/2020) dengan alasan kekurangan Personil.

Sementara itu, Pihak Leasing Clipan Finance saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa apa yang dilakukan mereka sudah sesuai aturan dan kebijakan Leasing mengenai Wanprestasi (Cidera Janji).

“Ironisnya, pihak leasing tidak mematuhi Keputusan MK nomor 18 / PUU-XVII / 2019 Tertanggal 06 Januari 2020 tentang tata cara penarikan kendaraan oleh pihak leasing serta Undang-undang Fidusia,” terang Agus

Dalam dua aturan tersebut, bahwa ‘terjadi Wanprestasi maka pihak leasing dapat melakukan pengajuan ke Pengadilan dan tidak dibenarkan melakukan penarikan paksa atau sepihak.

“Lebih miris lagi, dalam kasus ini pihak Leasing CF secara sepihak sudah melakukan pelelangan terhadap unit yang ditarik secara paksa tanpa persetujuan pemilik unit tersebut,” bebernya.

Kepada pihak Kepolisian, masyarakat yang menjadi korban tindakan premanisme Leasing Clipan Finance, meminta agar Polisi diminta  bertindak memihak kepada masyarakat (Debitur), bukan melainkan polisi memihak.kepada Kreditur yaitu Leasing Clipan Finance yang secara terang-terangan sudah melakukan perbuatan melawan hukum.

“Bagi masyarakat yang mempunyai permasalahan yang sama, Kuasa Hukum Agus Purnomo SH bersama Partnert Aris Sucahyo SH, buka pengaduan bagi masyarakat yang meminta bantuan hukum atas penarikan paksa oleh pihak Finance dengan menghubungi 0813-8218-244 (Agus Purnomo SH) dan 0852- 7062 -0532 (Aris Sucahyo SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed