oleh

Kepala UPT Puskesmas Way Krui Diduga “KEBAL HUKUM” Limbah Medis Padat Dibakar

Way Krui , Cakrabhayangkaranews.com – Pihak Puskesmas Krui ditengarai membuang sampah medis di area Puskesmas. Limbah padat berupa bekas suntikan, sarung tangan ditemukan tumpukan sampah dengan cara dibakar. Rabu (16/12/2020).

Saat kunjungan liputan tim jurnalis ke puskesmas Way Krui, berjumpa dengan Edri Aman, selaku kepala UPT Puskesmas di kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat.

Sehabis bincang bincang bersama kepala UPT Puskesmas Way Krui, tim jurnalis didampingi staf nya melihat-lihat cara pengolahan limbas medis padat maupun yang cair.

Pada saat itu tim jurnalis menemukan pelanggaran yang dilakukan oknum puskesmas, pada limbah padat dibawah tumpukan sampah untuk mengelabui kepada jurnalis supaya tidak ditemukan pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Tim jurnalis langsung mengklarifikasi kepada kepala UPT dan stafnya yang mengantarkan kami, pada saat itu juga kedua-duanya terdiam apa yang dilakukannya kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan untuk mengelabui tim jurnalis.

Ironisnya jurnalis melihat langsung apa yang dilakukan oleh oknum staf, limbah media padat yang sudah dibakar dipungut kembali dan di amankan kedalam puskesmas Krui tersebut.

Permasalahan ini akan kami bawa ke dinas kesehatan dan dinas lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Pesisir Barat, supaya diberikan sanksi atau efek jera apa yang sudah diperbuat pelanggaran, tegasnya.

Padahal Edri Aman selaku kepala UPT Puskesmas Krui sudah tau tentang isi pasal dan undang-undangnya bila mana melanggar suatu kesalahan, tapi masih saja dilakukan..artinya “KEBAL HUKUM”.

Peraturan yang ada, sampah medis mestinya tidak boleh keluar tanpa pengawasan, bahkan dibuang sembarangan pun dilarang karena sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

Sebab sampah medis termasuk dalam kategori limbah infeksius, dimana pembuangan limbah ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1204/2004 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius.

Limbah medis merupakan salah satu tantangan terbesar sehari-hari yang dihadapi oleh penyedia layanan kesehatan.
Beberapa contoh limbah medis seperti tempat bekas rendaman darah (sarung tangan, kain kasa, dll.), jaringan manusia atau hewan yang dibuat selama prosedur pengobatan, setiap sampah yang dihasilkan dari kamar pasien dengan penyakit menular, sertan vaksin yang dibuang.

Limbah medis sendiri adalah segala jenis sampah yang mengandung bahan infeksius (atau bahan yang berpotensi infeksius). Biasanya berasal dari fasilitas kesehatan seperti tempat praktik dokter, rumah sakit, praktik gigi, laboratorium, fasilitas penelitian medis.

Limbah medis dapat mengandung cairan tubuh seperti darah atau kontaminan lainnya. Undang-undang Medical Waste Tracking Act tahun 1988 mendefinisikan limbah medis sebagai limbah yang dihasilkan selama penelitian medis, pengujian, diagnosis, imunisasi, atau perawatan manusia atau hewan.

Beberapa contohnya piring kultur, gelas, perban, sarung tangan, benda tajam yang dibuang seperti jarum atau pisau bedah, penyeka, dan tisu.

Pengelolaan limbah medis di Indonesia hingga kini dinilai masih belum optimal, padahal limbah medis termasuk sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kemenkes, total 9825 Puskesmas, di Indonesia, meminta masyarakat untuk memikirkan bagaimana penanganan limbah medisnya.

Sampah Medis
Alat dan obat medis yang dibuang karena tidak terpakai ini disebut sebagai sampah. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Namun, sampah ini harus dikelola dengan baik agar tidak tercemar dan mengancam bahaya bagi masyarakat sekitar.

Pada dasarnya, sampah yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (“Puskesmas”) atau Rumah Sakit dikategorikan sebagai sampah sejenis sampah rumah tangga.

Sampah sejenis sampah rumah tangga tidak berasal dari rumah tangga. Melainkan dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya.

Yang dimaksud dengan “fasilitas lainnya” ini antara lain rumah tahanan, lembaga pemasyarakatan, rumah sakit, klinik, Puskesmas, kawasan pendidikan, kawasan pariwisata, kawasan berikat, dan pusat kegiatan olah raga.

Pengelola puskesmas mempunyai kewajiban menyediakan fasilitas pemilahan sampah. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyediaan fasilitas pemilahan sampah diatur dengan peraturan pemerintah.

Peraturan Pemerintah yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (“PP 81/2012”).

Dalam PP 81/2012, Pengelola fasilitas lainnya melakukan pemilahan sampah, pengumpulan sampah, pengolahan sampah. Puskesmas termasuk sebagai fasilitas lainnya.

Kegiatan pemilahan sampah, pengumpulan sampah, dan pengolahan sampah, termasuk sebagai penanganan sampah yang merupakan bagian dari penyelenggaraan pengelolaan sampah.

Jika puskesmas tidak melakukan kegiatan pengelolaan sampah sesuai norma, standar, prosedur, atau kriteria sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, gangguan keamanan, pencemaran lingkungan, dan/atau perusakan lingkungan, maka dapat dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda antara Rp100 juta hingga Rp5 miliar (Pasal 40 ayat (1) UU Pengelolaan Sampah).

Perlu diketahui juga bahwa kemasan obat-obatan dan obat-obatan kadaluarsa termasuk sebagai sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun dan limbah bahan berbahaya dan beracun.

UU Lingkungan Hidup
Jika yang dibuang oleh pegawai puskesmas tersebut adalah obat-obatan kadaluarsa dan kemasan obat-obatan yang merupakan limbah berbahaya, maka bisa terkena pidana sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”), tegasnya.(TIM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed