oleh

Dampak Galian C Tasikmalaya Mengundang Kehadiran Lembaga Investigasi BAPAN Provinsi Jawa Batar

Tasikmalaya, Cakrabhayangkaranews.com – Aktivitas pertambangan galian C di Desa Linggajati dan Desa Sinagar Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya, masih berlangsung hingga kini. Perusakan lahan perbukitan akan berdampak menjadi bencana alam terutama longsor, banjir, dan masyarakat mengalami krisis air berkepanjangan.

Kerusakan lahan yang dilakukan perusahaan sudah terjadi sejak puluhan tahun melakukan penambangan. Namun hingga kini belum ada tindakan tegas dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

Berbagai keluhan dan ungkapa kekecewaan warga sekitar tentang dampak-dampak yang dirasakan sudah sering kali terdengar, seperti halnya dampak pencemaran di beberapa titik saluran air yang memang selama ini dimanfaatkan untuk mencuci pakaian bahkan dipergunakan untuk mandi oleh masyarakat sekitar namun kali ini sudah tidak lagi bisa dimanfaatkan.

Pasalnya saluran air tersebut telah dicemari oleh pembuangan air limbah yang mengandung unsur lumpur. Diduga hal itu terjadi diakibatkan oleh aliran air dari bekas pencucian pasir yang dilakukan oleh pihak penambang Galian C.

Tidak hanya itu’ menurut pengakuan salah seorang warga Desa Linggajati dan merupakan salah satu pemilik lahan yang habis digali oleh pihak perusahaan tambang Galian C dan kini lahan tersebut hanya dikelilingi oleh jurang.

Seperti pantauan team liputan CBN pada Rabu, (24/02/2021) tepat di lokasi Tambang Galian C Desa Linggajati dan Desa Sinagar Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya terlihat team dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (LI BAPAN) Provinsi Jawa Barat tengah mendampingi warga meninjau Lokasi yang terdampak oleh aktivitas Tambang Galian C.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh team CBN kehadiran Kepala Badan LI BAPAN JABAR Toni Karel Antonius Bersama Wakilnya Agus Adinusipa serta Kabid Investigasi Asep Irwan untuk mngetahui lebih jelas tentang adanya dampak-dampak lingkungan yang memang merugikan masyarakat.

Kepala Badan Li Bapan Jawa Barat Toni Karel Antonius bersama Wakil Kepala Badan Agus Adinusipa.

Saat diwawancarai oleh wartawan CBN salah satu warga Desa Linggajati mengaku sangat dirugikan dengan adanya Aktivitas Tambang Galian C tersebut.

Pasalnya, lahan miliknya yang kini habis tergerus oleh penambang pasir tidak dapat lagi dimanfaatkan karena lahan tersebut dikelilingi jurang tinggi sehingga tidak ada akses untuk menuju lahan miliknya.

“Karena sekelilingnya habis dikerukin ya. tanah punya saya sekarang jadi tebing aj begitu. Dan susah untuk bisa masuk kesitu,” ungkapnya

Salah seorang warga itu juga menyebutkan bahwa dampak lingkungan yang sangat dirasakan terlihat dari kondisi sawah yang kerap kali mengalami kekeringan dan menjadi keras serta pendangkalan pada kolam-kolam akibat dari kontaminasi unsur lumpur Galian C.

“Yang sangat luar biasa dampaknya adalah saluran air yang sekarang ada lumpurnya. Sampe kalau di sawah itu suka mengeras.” sebutnya

Warga juga mengaku bahwa dirinya enggan menjual lahan miliknya itu namun pihak perusahaan tambang masih saja melakukan expansi di lingkungan Desa Linggajati sehingga banyak tanah-tanah warga yang terpaksa harus menjualnya dengan harga murah kepada pihak perusahaan tambang Galian C itu sendiri.

“Jadi memang sudah ada pihak perusahaan yang mau membeli tanah saya, tapi kan saya tidak mau jual, tapi ngga tau kenapa perusahaan masih saja mengeruk tanah-tanah disini,” pungkasnya

Dilokasi yang sama salah seorang mantan pegawai di perusahaan tambang Galian C itu sendiri mengaku terpaksa menjual tanahnya dengan harga murah kepada pihak perusahaan karena dikhawatirkan terjadinya longsor.

“Iya terpaksa saya jual aja karena kan tanah saya kan dikeruk terus jadi khawatir longsor.” ucapnya dengan nada kesal

Menanggapi laporan warga dan hasil investigasi lapangan Kepala Badan Li Bapan Jabar Toni Karel Antonius menegaskan akan melaporkan kepada Mabespolri serta Presiden Republik Indonesia.

“Dengan dasar temuan-temuan serta aduan dari masyarakat yang diduga melanggar, kami Li Bapan Jabar akan laporkan persoalan ini ke Kapolri,” ujarnya

Wakil Kepala Badan Li Bapan Jabar Agus Adinusipa juga menegaskan akan mengawal persoalan ini hingga tuntas.

“Ini menyangkut persoalan masyarakat. Makanya bagaimanapun caranya kami akan tuntaskan persoalan ini.” tegasnya

Menurutnya, banyak sekali masyarakat yanh di rugikan

“Sehingga Aktivitas Galian C di wilayah Galunggung Tasikmalaya harus segera di hentikan. Dan kita akan mendorong pemerintah provinsi harus segera ditutup.” kata Wakaban Agus Adinusipa

Kondisi Air yang terkontaminasi Lumpur dari dampak aktivitas Galian C.

Tidak hanya satu lokasi team Li Bapan juga meninjau dampak-dampak yang terjadi di Kp. Bababakan Kondang Desa Sinagar yang dikabarkan pernah terjadi banjir akibat dari dampak Galian Pasir Gunung Galunggung.

“Air dari kolam disini pernah sampai meluap karena diakibatkan banjir yang cukup besar, bahkan ikan ikan milik masyarakat yang ada di kolam sampai pada limpas.” jelas warga kepada team CBN

Beberapa warga pun menyebutkan adanya kerugian-kerudian dari dampak banjir tersebut namun tidak ada ganti rugi.

“Katanya waktu itu ada yang menjanjikan mau diganti. Tapi kenyataannya sampai saat ini pun tidak ada.” ungkap warga Kp. Babakan Kondang Desa Sinagar (24/02). (Guh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed