oleh

Parosil Mabsus Pimpin Langsung Musyawarah  Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Pemkab Lampung Barat Sampaikan Hasil Renja 2022

Lampung Barat, Cakrabhayangkaranews.com

Musrenbang di tahun 2021-2022 dari wakil rakyat di Pemerintah Provinsi melalui Pemkab Lampung Barat adalah momentum menyerap aspirasi masyarakat. Untuk itu bagi masyarakat yang menghadiri kegiatan Reses bisa menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan lingkungannya, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain mendengar keluh kesah masyarakat, agenda reses juga dimanfaatkan untuk memperlihatkan kepeduliannya untuk masyarakat yang terdampak pandemi virus corona.

Hal tersebut telah disampaikan oleh saat menggelar rapat paripurna tetapkan untuk pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2022, Rabu (17/03/2021) di Kantor Bupati Lampung Barat.

Rapat Dipimpin Bupati Lambar H. Parosil Mabsus, secara virtual dan di hadiri oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Lampung Ir. Mulyadi Irsan MT, Ketua DPRD Lampung Barat, Edi Novial S.Kom, Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lambar Edi Novial S.Kom, Kapolres Lambar AKBP Rachmat Tri Haryadi S.Ik., MH, Dandim 0422/LB Letkol Benny Setiawan, Kajari Lambar Riyadi SH, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kementerian agama, Ketua TP PKK Lambar Partinia Mabsus, Sekretaris Daerah Akmal Abd. Nasir SH., seluruh Staf Ahli, Assisten, Kepala Perangkat Daerah Lambar serta Camat se-Kabupaten Lambar.

Dalam sambutannya Bupati Lambar H. Parosil Mabsus mengatakan, “Pelaksanaan Musrenbang tingkat kabupaten ini merupakan sarana penjaringan/penyerapan aspirasi terkait percepatan pembanguan yang sebelumnya telah dilakukan musrenbang tingkat pekon dan kemudian dilanjutkan Musrenbang tingkat kecamatan pada 24-26 Februari kemarin.

Pada Musrenbang RKPD tahun 2022 ini, terdapat 5 (lima) poin penting yang diprioritaskan Pemkab Lambar, yaitu ;
1. Memantapkan kualitas infrastruktur pelayanan dasar yang berwawasan lingkungan serta mitigasi bencana.
2. Memantapkan kualitas layanan dasar untuk pembangunan semberdaya manusia.
3. Percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
4. Meningkatkan nilai tambah produk unggulan yang inovatif dan sektor pariwisata untuk meningkatkan daya saing daerah.
5. Peningkatan kualitas apratur yang profesional, tata kelola pemerintah yang baik dan stabilitas kamtibmas.

Ia menambahkan, “Berdasarkan himpuanan data dari 15 kecamatan yang ada di Lambar, pada Musrenbang Kabupaten ini tercatat sebanyak 1.005 usulan yang diusulan, namun setelah dilakukan verifikasi menggunakan skala prioritas, usulan-usulan itu terbagi menjadi beberapa bagian” ujarnya.

“Untuk usulan yang diusulkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak 377 usulan, dan usulan yang melalui Dinas PUPR tersebut merupakan jumlah usulan terbanyak, jika dibandingkan dengan usulan Dinas Pendidikan yang berjumlah 239 usulan”, ujarnya.

Kemudian usulan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan sebanyak 81 dan untuk Dinas Kesehatan sebanyak 62 usulan, sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak 21 usulan.

Pada kesempatan tersebut, selaku kepala daerah, Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus yang akrab disapa (Pak Cik) itu, mengatakan musrenbang tersebut merupakan wadah atau tempat dalam merencanakan pembangunan, tempat mencari solusi dan tempat menyalurkan inovasi dalam langkah mensejahterakan masyarakat.

“Musrenbang ini wadah atau tempat dalam merencanakan pembangunan, tempat mencari solusi dan tempat menyalurkan inovasi” ujarnya.

Terimakasih kepada seluruh unsur forkopimda, atas ide dan gagasan serta evaluasinya terkait pembangunan di Lambar. “Terimakasih Forkopimda, Ketua DPRD dan seluruh jajaran telah memberikan ide, pemikiran dan gagasan. Tentunya dalam memberikan evaluasi terkait pembanguan,”

Terkiat dengan banyaknya pembanguan yang tertunda akibat dampak wabah covid-19 sejak tahun 2020 lalu, Parosil mengatakan masih banyak pula PR yang mesti dituntaskan. Sebagai contoh terhentinya pembanguan lamban budaya dan terganggunya pembangunan infrastruktur jalan yang ada di (3) tiga Kecamatan.

Namun Bupati berjanji, pada tahun 2022 mendatang pihaknya akan menyelesaikan persoalan tersebut, dengan melanjutkan pembangunan lamban budaya dan akan memantapakan infrastruktur jalan di 3 kecamatan, yaitu di kecamatan Pagar Dewa, Kecamatan Batu Ketulis dan jalan penghubung antara Kecamatan Batu Brak dan Kecamatan Suoh/BNS.

“Kedepan PR yang belum tuntas, terkait pembangunan lamban budaya tahun 2022 akan di selesaikan. Kemudian ruas jalan menuju Suoh dan BNS, Pagar Dewa serta Batu Ketulis akan dimantapkan,” ujarnya.

Parosil meminta seluruh Camat dan para Lurah/Peratin se-Kabupaten Lampung Barat untuk selalu tampil inovativ dalam membangun pekon/desanya dan kemudian dapat menggunakan Dana Desa (DD) sebaik-baiknya. “saya minta camat dan peratin untuk inovativ, kembangkan potensi pekonnya, mungkin ada desa wisatanya dikembangkan. Kemudian alokasikan Dana Desa sebaik-baiknya dalam rangka memantapkan potensi yang ada di pekon masing masing,” ujarnya.

Pada musrenbang tersebut dilakukan pula penyerahan penghargaan kepada tiga kecamatan yang juara dalam lomba wisata dalam bentuk vidio.

Ketiga Kecamatan yang menerima penghargaan itu yakni Kecamatan Sumber Jaya, Kecamatan Batu Brak dan Kecamatan Suoh.

Juara pertama diraih oleh Kecamatan Jaya, juara II diraih oleh Kecamatan Batu Brak dan juara III diraih oleh Kecamatan Suoh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed