oleh

Dirdik Kejagung Penyebab Rusaknya Reputasi Indonesia Dengan Kasus Jiwasraya

‎Jakarta, Cakrabhayangkaranews.comBerbagai kalangan menyayangkan penanganan kasus PT Jiwasraya yang menjerat salah satunya Konglomerat Benny Tjokrosaputro boss PT Hanson. Adalah sebuah cerita miris penanganan hukum yang bobrok, penuh intrik dengan menghalalkan cara-cara yang kotor.

Begitulah lakon yang terjadi dalam peradilan dengan adanya penghilangan bukti-bukti yang seharusnya dibuka dalam persidangan.

Cerita di  “pangggung sandiwara” dalam upaya, usaha, trik dan cara untuk pembentukan opini  tengah terjadi.

Seperti dikutip dari Media Online Korea biz Chosun.com terkait kasus Jiwasraya yang melibatkan konglomerat Benny Tjokrosaputro  : 

Konglomerat Indonesia, yang telah menjadi pelanggan NH Investment & Securities selama bertahun-tahun, dituduh sebagai penyebab utama pencucian uang yang menyebabkan kerugian lebih dari 1 triliun won, dalam perjuangan memulihkan dana.

NH Investment & Securities adalah pemodal asal korea yang paling mendukung transaksi piutang chaebol, tetapi karena harga saham anjlok, menjadi sulit untuk memulihkan dana.

Transaksi piutang adalah transaksi di mana saham dibeli dengan membayar margin dan mengambil pinjaman. Hal ini diperburuk dengan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Indonesia Konglomerat Benny Tjokrosaputro karena dianggap sebagai penyebab terjadinya pencucian uang sehingga asetnya disita.

Kasus yang menjerat Konglomerat Benny Tjokrosaputro mendapat kritikan tajam dari para Investor asal Korea Selatan NH Korindo yang mana telah melakukan Investasi ke Indonesia dengan meminjamkan uang dengan jaminan saham PT. Hanson kepada Indonesian Chaebol atau konglomerat .

Dukungan NH Investment & Securities telah berjalan lancar selama bertahun tahun, namun karena adanya kasus Jiwasraya yang melibatkan Konglomerat Benni Tjokrosaputro yang dijatuhi hukuman seumur hidup dan disita aset perusahaannya maka pinjaman NH Korindo tidak dapat dibayarkan.

Lebih parah lagi saham yang jadi jaminan maupun portofolio NH Korindo dan nasabah – nasabahnyanya ikut disita jaksa.

Selain NH Korindo, Mirae Asset Sec, Korea Investment, Kiwoom sec, dan Shinhan Investment corp.pun tidak dapat pengembalian dana diakibatkan Konglomerat Benny Tjokrosalutro yang ditangkap atas tuduhan pencucian uang, sehingga tidak dapat membayar kembali dana untuk transaksi piutang Lima perusahaan sekuritas yang telah meminjamkan dana senilai 60 miliar won, di mana dalam kasua ini sebenarnya NH Investment & Securities paling menderita dengan kerugian Investasi sebesar 51,1 miliar won sehingga total kerugian 5 investor korea tersebut sebesar 60 milyar won.

Padahal hasil kesepakatan atau PKPU sudah menyetujui skema restrukturisasi dengan debt to equity swap atau asset setlement.

Dengan demikian Perusahaan – perusahaan Korea tersebut sudah melaporkan hal ini ke kedubes Korea atas kesewenang – wenangan penyitaan aset yang dilakukan oleh jaksa.

Hal tersebut juga menuai protes para pemodal asal korea ini yang telah melakukan Investasi ke Indonesia dan pemberitaannya disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed