oleh

Kapolda Sumut Paparkan Kasus Pembunuhan Ketua MUI di Polres Labuhanbatu

Labuhanbatu, Sumut, Cakra Bhayangkara News – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs R.Z. Panca Putra MSi paparkan kasus pembunuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) H Aminurrasid yang dilakukan tersangka S alias Anto alias Dogol (35) di Mapolres Labuhanbatu Jalan HM Thamrin Rantauprapat, Rabu (28/7/2021) sekira pukul 14.44 Wib.

Pemaparan Kapolda didampingi sejumlah PJU, Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dan PJU, Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara Hendrik Hendrianto dan Wakil, Ketua PC PBNU, Ketua Al-Wasliyah, Sekretaris MUI Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Dalam paparan tersebut, Kapolda Sumut menerangkan, kejadian pembunuhan terhadap Aminurrasid bermula ketika korban baru pulang mengarit rumput, Selasa (27/7/2021) kemarin, untuk hewan peliharaannya dari ladangnya dengan mengendarai sepeda motor merk Honda Astrea. Ketika korban melintas di Jalan Utama Lingkungan VI Panjang Bidang II Kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan.

“Tiba-tiba tersangka muncul dari sebelah kiri korban dan langsung membacok leher korban,dan terjatuh dari kendaraannya masuk ke dalam parit. Usai korban terjatuh, tersangka S alias Anto alias Dogol kembali membacok korban secara membabi buta sampai pergelangan tangannya putus,berulang kali. Sehingga korban meninggal di lokasi kejadian. Tersangka langsung melarikan diri,”terang Kapolda.

Kapolda Irjen Pol Panca juga menjelaskan, perbuatan tersangka terhadap korban, dikarenakan rasa sakit hati tersangka karena ucapan korban. “Tersangka merasa sakit hati karena dinasehati agar tidak melakukan pencurian lagi,” jelas Kapolda.

Tersangka mengalami gangguan jiwa, Kapolda menyatakan, pihaknya masih melakukan proses penyidikan. Namun, menurut Kapolda perbuatan tersangka telah direncanakan sehari sebelum kejadian.

“Masih dalam proses penyidikan. Tersangka masih bisa berpikir. Perbuatan tersebut dilakukan tersangka karena telah direncanakan,” ujar Kapolda.

Adapun barang bukti 1 buah parang panjang,1 unit sepeda motor merk Honda Astrea warna hitam, 1 buah sabit milik korban, dan satu buah karung goni berisi rumput,dan batu pengasah pisau,pistol mainan, mancis.

“Tersangka disangkakan dengan pasal 340 subs 338 subs 351, penganiayaan dengan menghilangkan nyawa korban,” kata Kapolda.

Sementara kata sambutan Bupati Labura HENDRIYANTO SITORUS, SE, MM. mengatakan trimakasih kepada Kapoldasu yang telah berhasil mengungkap kasus tidak lebih dari 24 jam pelaku pembunuhan Ketua MUI dapat diringkus.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Labura agar sama menjaga situasi kamtibmas di labura. Selain itu,
saya mengajak kepada seluruh tokoh agama untuk doa bersama hari jumat kepada almarhum. Kami berharap agar masyarakat mempercayakan penangan ini kepada pihak kepolisian,”ungkap Bupati Labura.

Wakil Bupati Labura H. Samsul Tanjung, SP, MH. (Ketua Al Washliyah kab.Labura) menyampaikan atas nama Pengurus Al Washliyah Labura memberi apresiasi kepada Kapolda atas kinerja dalam ungkap kasus ini.

“Saya menghimbau kepada masyarakat bahwa kasus ini murni kasus tindak pidana dan tidak ada unsur lain,dan jagan terpengaruh oleh isu yang tidak baik. Mari kita jaga kondusifitas di wilayah Labura, “ungkapnya.

Dalam konferensi pers ini dihadiri Ketua PC Nahdhatul Ulama Labura H Khairuddin Gultom, Sekretaris MUI Labura Dr H Asbin Pasaribu MA dan Sekretaris PD Al Jam’iyatul Washliyah Labura Drs Abd Syahnan Nasution.

Sekretaris MUI Labura Dr H Asbin Pasaribu MA berharap kasus pembunuhan Ketua MUI Labura dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku sehingga tersangka dapat dijatuhi hukuman yang seberat beratnya yaitu hukuman mati.

(Porden Naibaho,SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed