H. Muchlis M. Aseng : “STQH Lahirkan Generasi Qur’ani – Refleksikan Soliditas Ukhuwah”

Poso, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Selama empat hari perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke 28 yang berlangsung sejak 23 hingga 27 Juni di Bumi “Sintuwu Maroso” Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Ribuan kedan manis dibawa pulang para kafilah ke daerah masing-masing, bersama gelar qori – qoria’ah serta hafidz dan hafidzah dari arena lomba. Bahwa daerah pemilik destinasi dan land mark Danau Poso.yang masyarakatnya ramah tamah, tetap akan dikenamg.

Gelaran acara bernuansa religi dua tahunan itu sukses, menempatkan Kafilah Tojo Una-una (Touna) meraih kembali posisi juara umum. Piala diserahkan langsung Bupati Poso dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang kepada Wakil Bupati Touna Hj. Surya, S.Sos, M.Si. Ditempat kedua bertengger kafilah Morowali disusul Kota Palu dan Sigi keempat.

STQH 28 yang mengusung tema “Berani wujudkan generasi qur’ani yang berakhlak dan toleransi untuk Sulawesi Tengah Baku Sayang”, dihelat di alun-alun Maroso Poso. Ditutup resmi Bupati Poso Verna, mewakili Gubernur dan menyatakan terima kasih dan apresiasinya kepada semua peserta. Bahwa yang belum berhasil jangan pernah putus asa, tetapi harus terus belajar. “Bagi yang belum berhasil, teruslah belajar dan jangan putus asa,” hibur Bupati Verna.

Sebelumnya kepada CBN, Plt. Kakanwil Kemenag Sulteng H. Muchlis M. Aseng, S.Ag, M.Pd menyatakan, ajang STQH juga adalah refleksi mengentalkan ukhuwah. STQH bukan hanya sekadar ajang perlombaan untuk mendapatkan qori’ – qori’ah serta hafidz dan hafidzah terbaik yang dapat menjadi duta Sulawesi Tengah. Tetapi yang paling utama adalah, bagaimana syiar agama bisa membumi di Poso. “Juga supaya generasi mudanya lebih mempelajari dan mendalami, menghayati serta memahami Alqur’an
sehingga bisa menjadi generasi qur”ani dan mampu mengamalkan ajaran-ajaran alqur’an dengan baik,” ungkap Muchlis.

Bagi saudara kita masyarakat Poso kata Muchlis, bisa memberi kesan positif bagi generasi mudanya yang memiliki pemahaman agama dengan baik. Moment STQH akan lebih mngeratkan persaudaraan internal maupun antar umat beragama agar makin solid. “Yang bikin adanya konflik-konflik, karena sebagian umat belum memahami ajaran agamanya bahkan berpandangan sempit. “Padahal, ajaran agama ini kan luas. Itulah ntinya,” tukas Muchlis M. Aseng.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *