Abdul Sahid
Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Apa yang yang dilakukan Wakil Bupati (Wabub) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) Abdul Sahid Mapato nilai berbagai kalangan, cukup berani. “Jika Wabup tahu konsekuensinya, ia pasti tidak seenteng itu minta-minta. Mulai fee 10 persen dari OPD-OPD, Rp. 20 juta kepada setiap petambang ilegal, serta tidak bermain dipusaran proyek pembangunan sekolah menggunakan tangan “orangnya”, komentar sumber.
Bupati Parimo Erwin Burase saat persoalan mencuat baru-baru ini mengatakan, pernah bertanya dan kemudian mengingatkan bahwa jika itu benar, maka Wabub harus pertanggung jawabkan. “Harus diklarifikasi, agar tidak menjadi fitnah,” komentar Erwin di Rujab baru-baru ini kepada CBN.
Sumber lain menyebut, tapi mengapa kok bisa seringan itu Wabup meminta fee kepada para pihak, padahal bisa menimbulkan sorotan dan menuai opini publik serta preseden buruk. “Apalagi kepemimpinan pasangan Erwin – Sahid belum “matang” dalam 100 Hari Kerja butuh pembuktian, agar masyarakat tidak beropini liar,” komentar sumber itu.
Isu Wabup “minta-minta fee” mengemuka, saat sejumlah media on line daerah maupun nasional — termasuk CBN — mengangkatnya di pemberitaan.
Ya, menyoal langkah Sahid yang ketahuan — tapi tetap diduga — telah “main patok fee”, baik ke organisasi perangkat daerah (OPD), juga terhadap tambang-tambang ilegal yang ada di Parimo. Untuk seluruh OPD — sekali lagi — setoran yang “diminta” Wabup, konon 10 persen dari nilai anggaran. Sedangkan kepada tambang-tambang ilegal — seperti yang sudah diangkat Media Online Gema Sulteng beberapa waktu lalu — setorannya perdua pekan atau setiap dua minggu, sebesar Rp. 20 juta dan akan dibagi dua. Sahid juga disebut-sebut “mengangkangi” pekerjaan di Dinas Dikjar, melalui orang kepercayaannya, seoerti sudah dipapar diawal. Wah.
Tindakan yang dilakukan Sahid justru dikhawatirkan melahirkan “cap kegagalan” pengaktualisasian visi dan misi pemerintahan duet Erwin – Sahid, yang tengah mengatur presisi. “Setidaknya ini jika menakar kerja dan kinerja Erwin – Sahid dalam 100 hari kerja. Belum banyak yang terlihat,” tambah sumber itu lagi.
Wabup Parimon Abdul Sahid saat dikonfirmasi CBN belum lama ini mengatakan bahwa pasangan Erwin – Sahid hadir untuk memajukan Kabupaten Parigi Moutong. Mau menyejahterakan masyarakatnya. “Beri kami kesempata bekerja,” pinta Wabup. Soal tambang ilegal sebutnya, sudah ada jauh sebelumnya. “Tambang-tambang ilegal bagaimana agar diberikan Izin Pertambangan Rakyat atau IPR, agar beroperasi legal. Kemudian, jika melihat dalam 100 hari kerja, sudah ada yang jalan sesuai visi dan misi pasangan Erwin – Sahid. Salah satunya penyaluran gas LPG 3 Kg serta pakaian seragam sekolah,” terang Wabup.
Informasi yang diperoleh CBN di Palu bahwa ketika masih gabung di organisasi Tambang Batuan yakni di Asosiasi Pengusaha Tambang (ASPETA) Kota beberapa tahun lalu, Sahid memang biasa buat sensasi. “Dia suka cuap-cuap (bersuara – red) dirapat. Namun saat ditagih, paling sulit,” ungkap sumber mantan pengurus ASPETA kepada CBN. “Jadi, jangan heran jika kemudian saat menjadi pejabat, kebiasaan-kebiasan di tambang, akhirnya tak sadar terbawa diatmosfir dan lingkup jabatan. Apakah kami salah mengkritisi, ini kritik membangun,” katanya.
Sementara itu, banyak pihak menyayangkan cara Wabub “mengutip tip” yang disebut sebagai terlampau “kasar”. “Biarkanlah dulu penerintahan berjalan agak lama, baru lakukan manuver,. Tapi jangan langsung ekstrem” timpal sumber lain lagi. Mengapa? Sebab cara-caraitu bisa menciderai Visi Misi Erwin – Sahid yang lagi enak berjalan dan butuh legitimasi masyarakat.
Tapi begitulah. Wabup Parimo dalam hampir lima pekan belakangan, disorot tajam oleh media massa. Terutama media online.
Banyak media lokal maupun nasional, mengangkatnya dengan macam-macam judul dan angel.
Bagi sebagian masyarakat, trik Wabup bagai sebuah kontroversi ditengah ketegasan Presiden RI Prabowo yang sudah menyatakan, akan menutup total tambang-tambang ilegal di seluruh Indonesia. Tapi, mengapa justru Wabup Parimon diduga minta fee ke tambang. Ilegal lagi?! Jelas, ini sangat merugikan performa Bupati. “Yang dibuat Wabup Itu “mal manuver”,” masih komentar susulan sumber
Bukankah citra baik dengan sejumlah program untuk membangun kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong, lagi giat-giatnya diuber Bupati Erwin difase 100 hari kerja. Lagi gencar-gencanya menabur simpati masyarakat. Mestinya Wabub mendukung itu selaku pembantu bupati, dalam mengaktualisasi visi misi. Menyokong Transformasi Parigi Moutong Sebagai Wilayah Pertanian dan Pariwisata Yang Unggul dan Maju Melalui Gerakan Membangun (GERBANG) Desaku – “Menuju Masyarakat Madani dan Mandiri Tahun 2025 – 2029 agar bisa mulus teraplikasi nyata. Disamping itu, bagaimana lima misi unggulan pasangan Erwin – Sahid yang begitu mantap sudah diplan, buat membangun Parimo dan
seluruh masyarakatnya. Supaya antara bautvdan mur bisa pas saat diputar.* jay






