Syarif T. Pagi
Balaigondi, Banggai – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Balaigondi Banggai, Sulteng – Kades Balaigondi, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) Syarif T. Pagi mengatakan, kalau masyarakat mau menilai proposional dalam menyorot pembangunan dan infrastruktur di Balaigondi. Jangan pula ada dengki.
Dia mengaku faham munculnya dinamika dan itu sudah konsekuensi sebagai pemimpin. “Itulah yang terjadi. Pasti mereka hanya oknum yang justru tidak pernah berandil di desa. Begitu sudah dibantu di periode kedua saya menjabat, per mm intaan dan kebutuhan masyarakat sudah saya adakan. Semua tidak dibedakan dan saya ratakan lewat pembedayaan.
Kepada CBN baru-baru ini Syarif membeber bahwa banyak yang sudah ia adakan di periode keduanya. Seperti, pemberdayaan, pengadaan sapi, katinting, perahu dan stimulan rumah serta kawat duri. Belakangan, justru itu dijual dengan harga murah. “Semua sudah dapat. Ini lagi program pemberdayaan priode ke tiga saya, sudah mulai saya adakan lagi katinting dan ternak kambing. Hanya saja sudah tidak boleh. Jadi saya suruh menunggu,” ungkap Kades Balaigondi, Syarif T. Pagi.
Bahwa untuk jamban keluarga yang sempat dikeluhkan, bantuannya berupa stimulan. Yakni berupa bahan toko dan material lokal yang diadakan sendiri. Misalnya pasir, kerikil dan papan kayu balok.
Uangnya yang diberikan untuk pembelian dan pengadaan matrial.
Tetkait pertanyaan pembangunan Talud yang ke arah timur desa, itu volume 100 meter. Namun faktanya, hanya dilaksanakan 90 meter oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) desa, akibat sudah kehabisan upah harian pekerja. “Maka saya, BPD dan aparat dibantu masyarakat yang peduli, berinisiatif bergotong royong menyelesaikan volume Talud menjadi 100 meter,” jelas Syarif.
CBN yang beru-baru ini melakukan investigasi ke Balaigondi, memang terkait informasi yang disampaikan menyoal berbagai sisi di Balaigondi.
Bahwa :
1. Telah dilakukan rehab dan buat lebih baik kantor desa, untuk kenyamanan bekerja dan suana yang jadi berubah. Ini guna menstimulasi dan memotivasi semangat kerja jajaran bagai menyemai benih untuk bisa dituai sebagai prestasi.
2. Dermaga yang dibangun tahun 2024 dengan anggaran kurang lebih Rp. 104 juta, terbelanjakan Rp. 80 juta. Selisih dana menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) dan dikembalikan. Saat ini dermaga dimaksud dilanjut pembangunannya dengan dana Rp. 60 juta.
2. Mesin listrik sebelumnya sudah ada. Untuk membangkitkannya semula disepakati bersama yakni patungan untuk kebutuhan BBM nya dari masing-masing KK dan itu berjalan bagus. Seiring berjalan waktu, banyak warga Balaigondi mencari nasib keluar desa. Imbasnyanpads iuran yang tidak bisa lagi menalangi BBM. Jumlah KK yang berkurang banyak, sehingga walau uang terkumpul, tidak bisa lagi membiayai BBM. “Namun saya sudah mengantisipasi dengan permohonan ke Gubernur agar Desa Balaigondi bisa dibantu dengan Listrik walau hanya lima titik. Proposalnya sudah disampaikan ke gubernur yang lidingnya ada di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulteng,” jelas Syarif.
3. Demikian juga air bersih, Syarif sudah memohon ke Dinas Cipta Kasda dan Sumber Daya Air (Cikasda) provinsi, juga lewat pintu gubernur.* jay







