Atas : H. Usman Yamin, SE, MM
Parigi Moutong – Sultrng Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Dalam mem-follow up dan mendukung program Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Anwar Hafid dengan slogan “9 Berani” atau “Berani Disegala Lini”, butuh dukungan dari semua kalangan. Tidak hanya, individu, masyarakat dalam beragam strata sosial pada disemua jenjang dan, tentulah keterlibatan stekeholder. Salah satu lini tersebut adalah, penguatan ekonomi yang terutama dan utama yakni, “Berani Dalam Bidang Ekonomi.”
Itulah buah pikiran H. Usman Yamin, SE, MM, salah satu pendiri Aliansi Tokoh Masyarakat (ATOM) Sulawesi Tengah (Sulteng). Sokongan pemikirannya, mengarah pada dukungan penuh terhadap program unggulan Gubernur Anwar Hafid “9 Berani”, yang juga harus diaplikasi pada “Berani Dalam Bidang Ekonomi, seperti yang sudah dipapar diawal.
Kepada CBN dalam wawancara eksklusif baru-baru ini, H. Usman Yamin mengajak untuk
melihat kondisi global yang berimplikasi ke seluruh pelosok negeri. Bahwa seluruh stakeholder yang ada, sudah seharusnya bersama-sama turun tangan — dengan pemangku kebijakan, untuk mengantisipasi dinamika yang ada yaitu — “kondisi ekonomi rakyat yang melemah”. Kelemahan dan melemahnya ekonomi, akan rentan terjadi kejahatan-kejahatan seperti pencurian, narkoba, anak anak yang terkena hukum karena menjarah kebun orang atau rumah orang. Ini semua implikasi dari ekonomi yang sangat sulit.
Karena Usman Yamin mengharapkan, keikur sertaan tokoh akademisi, cendikiawan dan tokoh agama, untuk menyuarakan dan memberi masukan kepada pemangku kebijakan yang memegang amanah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat sesuai konstitusi.
Apalagi, Umarah atau pemimpin kita yakni Gubernur, sangat merespon mengenai pengembangan ekonomi dan ekonomi kerakyatan Sebab ini sangat urgen. Namun kesemua ini harus mendapat dukungan dari semua stakeholder yang ada di Sulteng. Baik dukungan pemikiran, terobosan-terbosan untuk mem-follow up program Gubernur berslogan “Berani Disegala Lini”, terutama dan utama “berani di bidang ekonomi”.
Usman Yamin mecontohkan, bagaimana semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se – Sulteng sesuaiTugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi)-nya, untuk turun ke semua pelosok. Bersama menyosialisasi dan melihat perkembangan masyarakat. Dinas Perikanan harus turun ke nelayan. Begitu pula, Dinas Pertanian dan jajaran hingga ke daerah, turun ke desa-desa. Demikian pula Dinas Pertanianb serta Perkebunan mendatangi petanib dan pekebun. Diikuti dinas-dinas lainnya.
Manfaat dan tujuan apa yang diharapkan dengan pola itu?
Akan terjadi hubungan tali asih dan silahturahmi antara pemerintah dan rakyat. Endingnya, ketimpangan-ketimpangan yng ada dengan dinamikanya, dapat di pahami dan menjadi referensi untuk memperbaiknya. Sekaligus mencari solusi. Disisi lain, perjalanan pejabat yang selama ini ke luar daerah, akan menjadi perjalanan dalam daerah. Bahwa tanpa disadari, terjadi perputaran uang dalam daerah. “Ketimbang kita banyak keluar daerah Sulteng. Manfaatnya sangatlah minim. Hanya bisa menguntungkan pihak-pihak tertentu,” papar Usman Yamin. Yang untung katanya seperti, Maskapai Penerbangan, hotel- hotel dan rumah makan yang ada di daerah lain. “Ya, daerah lain yang menikmatinya,” tukas Usman. Artinya, “kanal” ke luar daerah, diarahkan kedalam daerah Sulteng. Ini dampaknya akan sangatlah luas. Penginapan-penginapan di desa atau kecamatan, rumah makan dan lain-lain daerah sendiri, akan terbantukan dan mendapatkan income (pemasukan) yang signifikan.
Selanjutnya sebut Usman Yamin — yang juga Ketua Komunitas Masyarakat Sama (Bajo – red) dengan program pemerintah pusat yakni pembukaan lahan pertanian dan perkebunan, sebaiknya digenjot atau ditambahkan lagi kuotanya 10.000 Ha untuk Sulteng. Karena, untuk 12 kabupaten 1 kota di Sulteng, itu terlalu kecil. Parigi Moutong (Parimo) saja 10.000 Ha itu masih sangat kecil. Sebab, sektor ini merupakan unggulan Sulteng.
Yang kedua, Mendorong investasi untuk terciptanya lapangan kerja hingga ke desa. Bagaimana agar desa bisa mandiri dengan potensi desanya. Tentunya, perlu sinergitas yang terarah. Bisa melalui BUMD yang menampung komoditi dari rakyat, kemudian mencari pasarnya. Atau, desa yang membeli potensinya baik lewat BUMDES atau Koperasi Merah Putih. Nanti pasarnya diarahkan ke BUMD atau Perusahaan Daerah (Perusda) Sulteng. “Sangat diharapkan melalui semangat Berani, sektor ekonomi di Sulteng dapat lebih bergairah. Sebab, ada kekhawatiran jika melihat dinamika di Sulteng akan terjadi bencana ekonomi kalau semua itu tidak teratasi dengan baik,” tukas H. Usman Yamin, mantan anggota DPRD tiga periode. Dua kali menjadi Ketua Badan Kehormatan (BK) dan satu kali unsur pimpinan, sebagai Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong.
Ia berharap, semoga Gubernur dan seluruh pemangku kebijakan di Sulteng, dapat bersama-sama memproritaskan peningkatan dan pengairan perekonomian Sulteng lewat “kanal” yang tepat.* jay







