Imbauan Gubernur Jangan Zinah – Dianggap Angin Lalu Oknum Pejabat Provinsi

H. Anwar Hafid

Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –
Warning Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Anwar Hafid, masih mengiang jelas. Orang nomor satu Sulteng itu berbicara dihadapan peserta Apel, Senin Pertama Januari 2026, di halaman Kantor Gubernur. Yang disinggung adalah zinah!

Apa yang disampaikan Gubernur belum lama berselang, setelah ia melantik 36 pejabat eselon II di pelataran Pogombo, Rabu 31 Desember 2025 baru lalu.

Dihadapan ASN/PNS peserta upacara ketika itu, Gubernur menegaskan bahwa
“Jagalah ini” (maksudnya zinah.- red). Artinya, Gubernur meminta, janganlah berbuat zinah, sebagai ultimatum yang tak main-main. Selain karena hukumannya, tapi lebih kepada kewajiban mengingatkan.

Bagai seorang Bapak tengah menasihati keras anak-anaknya, tentang zinah sebagai hal yang tidak baik. Apalagi buat pejabat publik “pengemban tugas dan amanah” yang sudah diposisikan dijabatan penting dan strategis, supaya tidak mendekati zinah.

Mengapa Gubernur mengingatkan itu? Berbagai kalangan menilai bahwa inilah sinyal dini dari seorang Kepala Daerah, terhadap jajaran yang berada dibawahnya. Pemimpin yang tengah memacu “Kereta Api” bernama “Sembilan Berani”. Membawa 36 gerbong berisi orang-orang “pilihan”, yang diharapkan memiliki integritas dan komitmen kuat untuk bersama menyukseskan “perjalanan” visi misi daerah menuju tujuan akhir fase Lima Tahun, ke “Stasiun Sukses”.

Pertanyaannya, mengapa justru diupacara perdana mengawali 2026, wanti-wanti itu disuarakan Gubernur? Apakah ia telah membaca sudah adanya gejala? “Itulah yang perlu digaris bawahi. Jangan sampai nila setitik bisa merusak susu sebelanga. Tapi semoga tidak demikian,” komentar sumber CBN di Palu.

Pastinya, tentu Gubernur tak mau itu terjadi pada jajarannya. Lebih khusus, bagi 36 pejabat setingkat Kepala Dinas (Kadis) yang baru saja ia kukuhkan. Gubernur ingin “diri dan lingkungan jajarannya”, terjaga dari polusi zinah. Jangan “perilaku tak elok” tersebut, sampai dilakukan ASN/PNS dilingkup Pemprov Sulteng!!!

Seperti diketahui, Gubernur telah memilih 36 aparatur untuk didudukkan pada job-jobnya, sesuai latar dan keahlian. Diyakiniadalah figur-figur dengan rekam jejak plus. Kendati “langkah Gubernur”, sempat menimbulkan cuitan dan “protes”. Tapi Gubernur tak bergeming. “Layar sudah terkembang, Surut untuk berpantang.” Yang penting bagi Gubernur, jangan sampai “zinah” mengkontaminasi “kabinetnya”.

Nah lepas dari itu semua, ada oknum pejabat Sulteng yang diduga seperti tidak mengindahkan imbauan Gubernurnya. Si pejabat, juga masuk dalam 36 nama yang dilantik akhir 2025 lewat.

Pejabat ini, sudah kurang lebih 5 bulan dipantau gerak geriknya. Setiap datang tempat pertemuan, ia memarkir kendaraannya plat merah — sekitar 80 hingga 100 meter dari kost.

Setidaknya sejak sekitar medio Juli hingga Desember 2025 itu berlangsung. Si oknum pejabat bertemu di rumah kos kontrakan dengan “pasangannya”. Seorang ASN/PNS di Pemkot Palu. Rumah kost dimaksud, dikontak oleh si perempuan dengan alasan bahwa ia tinggal di Donggala yang jarakya sekitar 34 KM, sehingga butuh tempat di Palu sekaligus buat mengurus bisnisnya. Diduga juga kamuflase.

Ya, kedua pejabat — yang seharusnya jadi panutan — itu, selalu menghabiskan waktu berjam-jam diatas — rata-rata pukul 12.00 Wita hingga 17.30 Wita di dalam rumah kos tersebut. Mereka melewati jam kantor sore. Keduanya seakan melupakan norma, etika dan budaya ketimuran.

Perntanyaannya kemudian, apa yang dilakukan dua insan bukan mahram atau pasangan resmi pada “durasi panjang” — seperti sebagian narasi — yang sudah dipapar diawal. Inilah yang menjadi pertanyaan serius. Wajarkah seorang ASN/PNS berdua-duaan di dalam rumah yang ditutup rapat dari dalam? Foto-foto maupun “record” keduanya ada terdokumentasi. “Foto maupun rekaman keduanya saat masuk dan keluar kost itu ada pada kami,” ungkap sumber itu.

Celakanya, baru 19 hari usai dilantik.– atau tepatnya Senin (19/1/2026) petang,
kedua pejabat kepergok baru keluar dari kost sewaan itu.
Seperti biasa, keduanya masih lengkap memakai baju keki.

“Saya kira info ini perlu dipertanyakan ke Gubernur dan Walikota. Apa nanti tanggapan user sehingga jangan berlarut. Bawa foto-foto dan rekaman video itu sebagai bukti autentik. Ini murni bukan mau mencari-cari atau menggali kesalahan. Tapi ingin membantu Gubernur sedikit menguak fakta bahwa pejabat provinsi baru dilantik, ternyata ada yang harus dievaluasi,” tambah sumber.* tim – bersambung

Layar sudah terkembang, surut untuk berpantang.” Yang penting, jangan sampai “zinah” mengkontaminasi.

Sekali lagi, mengapa Gubernur mengingatkan itu? Berbagai kalangan menilai bahwa inilah peringatan dini dari seorang Kepala Daerah, terhadap jajaran yang berada dibawahnya. Pemimpin yang tengah membawa “Kereta Api” bermerek “Sembilan Berani”, dengan 36 Gerbong dari orang-orang yang memiliki integritas untuk menyukseskan “perjalanan” Kereta Api Sembilan Berani menuju tujuan akhir fase Lima Tahun, bernama “Stasiun Sukses”. Pertanyaannya, mengapa justru diupacara perdana mengawali 2026, terompet wanti-wanti itu ditiup Gubernur? “Itulah yang perlu digaris bawahi. Jangan sampai terjadi, nila setitik bisa merusak susu sebelanga. Tapi semoga tidak demikian,” komentar sumber CBN di Palu.

Nah lepas dari itu semua, terpantau ada oknum pejabat Sulteng yang sepertiya tidak mengindahkan imbauan Gubernurnya. Si pejabat juga masuk dalam deretan 36 yang dilantik.

Lalu, sejak kapan si
pejabat itu terpantau bersama seorang perempuan? Setidaknya pantauan ini sudah berjalan kurang lebih 5 bulan. Sekitar medio Juli hingga Desember 2025. Kedua si pejabat laki dan seorang perempuan, bertemu disatu rumah kost. Belakangan diketahui bahwa pasangan si pejabat, ternyata pejabat juga dilingkup Pemkot Palu. Nah, keduanya selalu menghabiskan berjam-jam diatas — rata-rata pukul 12.00 Wita hingga 17.30 Wita. Mereka sengaja atau tidak, meninggalkan waktu yang mestinya masih jam kerja sesudah istirahat pukul empat 12.00 Wita — yakni — pukul 13.30 Wita hingga pukul 15.30 Wita. Dari penelusuran CBN, ASN/PNS perempuan, adalah pejabat dilingkup
Pemkot Palu.

Celakanya, baru 19 hari usai dilantik.– atau pada Senin 1/1/2026) petang sekitar pukul 17.00 Wita,
kedua pejabat itu kepergok baru keluar dari kost sewaan. Seperti biasa, keduanya pakai baju keki. Foto-foto maupun “record” keduanya dalam beberapa kali kost dimaksud, ada ditangan sumber yang sudah diserahkannya kepada wartawan. “Foto maupun rekaman kedua pejabat ada pada wartawan,” ungkap sumber itu.

Apa yang diduga dilakukan dua insan bukan mahram pada “durasi panjang” — seperti sebagian narasinya — sudah dipapar diawal? Inilah yang menjadi pertanyaan serius. Wajarkah seorang ASN/PNS berdua-duaan di dalam rumah kost yang ditutup rapat dari dalam?

“Saya kira info ini perlu dipertanyakan ke Gubernur dan apa nanti tanggapannya. Jangan berlarut. Bawa bukti foto-foto dan rekaman video itu sebagai bukti autentik. Ini murni bukan mau mencari-cari atau menggali kesalahan. Tapi mau membantu Gubernur sedikit menguak fakta bahwa pejabat provinsi baru dilantik, ternyata ada yang harus dievaluasi,” tambah sumber.* tim – bersambung

img 20250803 wa0029
Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *