Tolitoli, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Program Padat Karya Tunai dari dinas Tenaga Kerja (Naker – red), mulai dilaksanakan di Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dimulainya kegiatan padat karya tunai ini ditandai dengan launching kegiatan Padat Karya Tunai dalam rangka pengendalian dampak inflasi tahun 2022 di Kabupaten Tolitoli. Digelar di Aula Rujab Bupati Tolitoli, Senin (28/11/2022).
Kegiatan dihadiri oleh Sekda Tolitoli Moh Asrul Bantilan S.Sos, Kadis Naker Herman Madjid, S.Pt, M.Si, Camat Baolan, dan Lurah/Kades se Kecamatan Baolan. Serta, Forkopimda dan beberapa pimpinan OPD di Kabupaten Tolitoli.
Dalam laporannya, Kadis Naker Kabupaten Tolitoli Herman Madjid, S.Pt, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan padat karya tunai ini, dilaksanakan dalam rangka pengendalian dampak inflas. Difokuskan di wilayah Kecamatan Baolan yang tersebar di 6 kelurahan dan 4 desa.
Dikatakannya bahwa pemerintah melalui menteri keuangan mendasari tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi tahun 2022. Menindak lanjuti hal tersebut, Pemda Kabupaten Tolitoli telah mengalokasikan anggaran untuk pengendalian dampak inflasi melalui belanja tidak terduga.
“Dinas tenaga kerja adalah salah satu perangkat daerah yang diberi tugas dan tanggung jawab melaksanakaan kegiatan pengendalian dampak inflasi di Kabupaten Tholitoli tahun 2022. Melalui, penciptaan lapangan kerja dalam bentuk kegiatan padat karya tunai yang di foluskan di wilayah kecamatan Baolan,” kata Herman Madjid, S.Pt, M.Si, Senin, (28/11/2022).
Menurut Herman Madjid, kegiatan padat karya dimaksudkan untuk membuka lapangan kerja sementara kepada masyarakat. Terutama kepada masyarakat yang menganggur, setengah menganggur dan keluarga tidak mampu dan tidak tersentuh dengan bantuan sosial lainnya
“Adanya kegiatan padat karya tunai ini, diharapkan akan berdampak positif kepada masyarakat, dengan menambah pendapatan masyarakat sehingga meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu juga dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, semangat gotong royong. Sekaligus, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, menciptakan lingkungan pemukiman yang bersih dan sehat serta mengurangi angka pengangguran,” tambahnya.
Dapam catatan CBN, jumlah tenaga kerja padat karya tunai sebanyak 600 orang. Terdiri dari laki-laki 535 orang dan perempuan sebanyak 65 orang. Proses perekrutan tenaga kerja dilakukan oleh masing masing
Lurah dan Kepala Desa dengan memperhatikan kriteria. Yakni, penganggur, setengah penganggur dan warga tidak mampu dan berstatus sebagai pencari nafkah utama keluarga. Juga petani atau kelompok petani yang mengalami paceklik dan menunggu masa tanam/panen. Kemudian tenaga kerja yang diputus hubungan kerja,” terang Herman Madjid.
Untuk lokasi titik pekerjaan, ditentukan berdasarkan usulan dari masing masing kelurahan/desa. Meliputi, pembersihan bahu jalan poros/peemukiman sepanjang 21.740 meter atau 21,7 Km, pembersihan/penggalian endapan saluran drainase sepanjang 22,860 meter atau 22,8 KM. Selain itu, pembersihan saluran irigasi desa sepanjang 700 atau 0,7 meter,pemversihan atau penggalian endapan pelurusan sungai sepanjang 300 meter atau 0,3 KM, pembersihan sarana umum/pemukiman berupa lapangan dan pekuburan umum 5 lokasi
“Seluruh lokasi dan jenis pekerjaan ini ditentukan melalui musyawarah mufakat di tiap kelurahan/Desa,” katanya
Kegiatan ini dibebankan dari dana dari APBD Kabupaten Tolitoli tahun 2022 melalui belanja tidak terduga sebesar Rp. 840 juta dan rencana anggaran Biaya RAB yang disusun dan telah melalui proses review oleh tim APIP inspektorat Kabupaten Tolitoli. Pelaksanaannya,
dimulai dari proses perencanaan dan persiapan dimulai bulan september 2022 sampai dengan hari ini kegiatan padat karya ini akan dimulai setelah Kegiatan launching ini yakni selama 18 hari kedepan” jelas Kadis Tenaga kerja Tolitoli Herman A Madjid.
Sementara itu Sekda Tolitoli Moh Asrul Bantilan, S.Sos mengatakan bahwa Pemda Tolitoli mengapresiasi langkah Dinas Tenaga kerja Kab Tolitoli dan semua pihak atas digulirnya kegiatan padat karya tunai ini dalam rangka pengendalian dampak inflasi di.Kabupaten Tolitoli.
“Dengan adanya inflasi didaerah — khususnya di Kabupaten Tolitoli — memberi dampak yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat khususnya di ibu kota kecamatan yaitu diwilayah kecamatan Baolan,” kata Asrul.
Kenaikan harga — baik itu barang dan jasa yang cenderung meningkat — sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya di KecamatanBaoalan yang terdiri dari 6 kelurahan dan 4 desa yang betul betul merasakan dampak akibat adanya kenaikan inflasi di Kabupaten Tolitoli.
Program padat karya tunai ini dimaksudkan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan menumbuhkan lapangan pekerjaan ditengah ketidak pastian kondisi ekonomi pasca pandemi”kata Asrul Bantilan
Selain itu menurut Sekda Tolitoli itu,Tujuan yang dicapai dari kegiatan ini Untuk mengurangi pengangguran dan masyarakat miskin, memupuk rasa kebersamaan dan gotong royong dan partisipasi masyarakat meningkatkan kwalitas dan kwantitas pemberdayaan masyarakat” pungkasnya
Dalam kesempatan tersebut Dinas Tenaga kerja Kabupaten Tolitoli kemudian memberikan secara simbolis alat kerja yang akan digunakan pada kegiatan Padat Karya Tunai. Alat kerja yang diberikan berupa Pacul, sekop dan Karung,diberikan kepada perwakilan dari warga yang ada di 6 kelurahan dan 4 desa di wilayah Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.* alm







