Alimuddin Muhammad, SE, M.Si: “Jangan Sampai Salah Menggunakan Anggaran”

Ampana . Touna, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Sesuai tugas pokok dan fungsi atau Tupoksinya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), berupaya bagaimana agar desa bisa memanfaatkan anggaran Add dari APBD dan DD dari APBN sesuai kebutuhan dan peruntukkan APBDes. Dengan catatan, anggaran yang berbasis kinerja, pemanfaatannya harus efektif dan seefisien mungkin demi kepentingan desa dan masyarakatnya. Jangan sampai salah menggunakan anggaran.

Demikian diungkapkan Kadis PMD Kabupaten Touna Alimuddin Muhammad kepada CBN baru-baru ini di Ampana.

Kata Alimuddin, Dinas PMD akan tetap dan terus mengawal jalannya pelaksanaan anggaran di desa dengan seksama. Sehingga dalam prosesnya, tidak akan salah arah. “Ini pesan saya untuk kepala-kepala desa, aparat dan perangkatnya, tegasnya,” tegas Alimuddin.

Pemanfaatan dana atau anggaran desa harus tepat sasaran. Jika menyentuh kebutuhan masyarakat, pastilah dapat merasakan azas manfaatnya.

“Terus terang, banyak kades-kades di luar sana harus tersandung hukum
Ini lantaran pengunaan dana atau anggaran desa yang tidak tepat sasaran. “Dan ini sudah menjadi rahasia umum,” kata Alimuddin Muhammad.

Bahwa dalam pelaksanaan program-program di desa sebut Alimuddin, harus ada upaya peningkatan ekonomi. Pertama, dengan meningkatkan kualitas BUMDES atau Badan Usaha Milik Desa. “Bumdes adalah program nasional dan diharapkan setiap desa itu harus ada. Nah ini yang kami sudah upayakan di Touna,” ungkap Alimuddin.

Lanjut kata dia, Bumdes juga diupayakan bisa berjalan baik. Jika Bumdes bagus, indikasi pertumbuhan ekonomi di desa tersebut pastilah baik pula. Ini efek bola saljunya berkembang. Dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga naik ke tingkat nasional. “Inilah yang menjadi prioritas saya di Touna,” gambar Alimuddin.

Pengalihan aset-aset desa ke Bumdes, menunjukkan perlunya menumbuh kembangkan Bumdes atau Bumdesma atau Badan Usaha Desa Bersama. Sebab di Touna, ada desa di Kecamatan Ampana Tete memiliki aset hingga Rp. 4 Miliar. Yakni Desa Tete A.
“Inovasi-inovasi inilah yang coba saya akan dan terus kembangkan di Touna,” ungkap Alimuddin Muhammad.

Terkait tugas-tugas lain, seperti pembenahan perangkat desa dan jajarannya. Bagaimana harmonisasi antara perangkat-perangkat itu. “Antara Kades dan perangkatnya serta Kades dan BPD-nya. Harus seiring sejalan,” terang Alimuddin.

Bagaimana pula mengenai internal aparatur dan sumber daya perangkat PMD sendiri? Kata Alimuddin sudah cukup baik. Tinggal penyesuaian-penyesuain saja.
“Cuma, dengan adanya wacana penghapusan tenaga honorer, pasti kami akan kewalahan. Untuk itu kemungkinan saya akan bermohon kepada Kepegawaian, agar segera menempatkan tenaga ASN untuk mengganti posisi yang ditinggalkan tenaga honorer,” harap Alimuddin.

Sedangkan bagi Kades ia pesankan, ingat yang tidak mampu mengemban tugas, mulai sekarang menyampaikannya
Agar bisa dilakukan pembenahan. Apakah lewat roling, atau — bahkan — diberhentikan. Jangan ini menjadi hambatan dalam pelaksanaan program pembangunan di desa selanjutnya. Nah !!* jay – bagian pertama dari dua penggalan

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *