CBN, JOMBANG – Aksi gantung diri yang dilakukan Sumilah, 42, menggegerkan warga Dusun Gedang, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Senin (8/5) pagi.
Diduga kuat, alasan bunuh diri janda tiga anak itu karena kondisi kejiwaan akibat faktor ekonomi.
“Kejadian diketahui ibunya sendiri, sekitar pukul 06.00, waktu mau mengantarkan makanan ke rumahnya,” terang Surahman, Kepala Dusun Gedang.
Pagi itu sang ibu bermaksud membawakan semangkok mie instan yang telah dimasaknya untuk korban.
Namun, saat masuk ke rumah, ia dikagetkan dengan kondisi anaknya yang sudah tewas dalam posisi menggantung.
“Korban sudah kaku, posisinya menggantung di blandar di dapur,” lanjutnya.
Setelah mengetahui kejadian itu, ibu korban berteriak meminta pertolongan warga. Peristiwa gantung diri itu kemudian dilaporkan ke Polsek Ploso.
“Dari polsek tadi datang bersama dokter dan diidentifikasi, hasilnya aman, tidak ada bekas tanda penganiayaan,” imbuh dia.
Korban memang sehari-hari tinggal terpisah dengan orang tuanya, meski rumahnya bersebelahan. Ia tinggal dengan anaknya yang paling kecil.
Sedangkan dua anaknya yang lain bekerja di luar kota. “Korban memang memiliki riwayat depresi, ya karena kondisi ekonomi juga,” tambahnya.
Sebelum ditemukan bunuh diri, korban disebutnya sudah berupaya melakukan aksi serupa. “Sebelumnya mau minum racun tikus, tapi ketahuan akhirnya berhasil dihentikan,” lontarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ploso AKP M Amin membenarkan kejadian bunuh diri yang dilakukan janda tiga anak tersebut. Dari pemeriksaan awal, korban dipastikan meninggal karena bunuh diri, dan tak ditemukan bekas tanda penganiayaan di tubuhnya.
“Benar, tidak ada bekas tanda penganiayaan dan karena keluarga tidak menuntut, maka jenazah langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. ( Andi CBN )







