Saat Stafsus Bupati Boltim Amalia Landjar fasilitasi keluhan warganya
Bolmut, Sulut – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Dua warga Desa Bulawan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut) — masing-masing Harjono Masikome dan Yasaluna Dunggio, mempertanyakan janji manis PT. Arafura Surya Alam (ASA) atau Jresources. Yang dipertanyakan yakni rumah kedua warga yang masuk dalam titik lintas pembangunan 119 unit
masyarakat Panang, Desa Kotabunan yang terkena relokasi.
“Ya, total rumah yang akan dibangun oleh perusahan sebanyak 119 unit. Nantinya sudah termasuk dua rumah milik Harjono Masikome dan Yasaluna Dunggio
yang dibongkar untuk jalan”, jelas Camat Idrus Paputungan kepada CBN pekan lalu.
Sepeti diketahui, PT. Arafura Surya Alam (ASA) atau Jresources hendak melakukan pembangunan rumah yang akan diperuntukkan bagi masyarakat Panang Desa Kotabunan, seperti sudah dipapar diawal. Bahwa di areal jalan yang akan dibangun itu terdapat dua unit rumah milik Harjono Masikome dan Yasaluna Dunggio. Ketika itu sebenarnya telah terjadi kesepakatan antara pemilik rumah dengan pihak perusahan yang juga difasilitasi oleh Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kecamatan. Dalam kesepakatan, dua unit rumah yang ada di titik lintasan ruas jalan ke lokasi pembangunan, akan di bongkar dan dibangun kembali oleh pihak perusahan dalam tenggang waktu paling lambat 3 bulan. Dalam proses pembangunan kembali, para pemilik rumah dicarikan tempat untuk tinggal sementara, sebagaimana yang dijanjikan.
Seiring waktu berjalan.– bahkan bahkan hingga sudah memasuki 7 bulan — rumah yang dijanjikan tidak kunjung dibangun.
Pekan kemarin (10/8/2023) Sangadi (Kepala Desa -red) Bulawan 2, Irawan Mangkialo dan Camat Kotabunan Idrus Paputungan kemudian memfasilitasi keluhan Harjono Masikome dan Yasaluna Dunggio.
Bertempat di ruangan Kantor Camat Kotabunan, Camat dan Sangadi menindak lanjuti uneg-uneg yang disampaikan oleh dua warga. Ini sebut Masikome dan Yasaluna Dunggio karena mereka penasaran hingga terus mempertanyakannya.
Madikome dan Dunggio sudah berusaha menemui Sangadi Irawan Mangkialo. Tetapi saat itu Sangadi tidak berada di tempat. “Namun melalui sambungan telpon, Sangadi mengarahkan, agar kami menemui Sekretaris Desa (Sekdes) Imran Kodu untuk mempertanyakan menyangkut tindak lanjut pembangunan dua unit rumah tersebut,” cerita Masikome dan Dunggio kepada CBN.
Karena tidak adanya kejelasan ketika itu, maka terpaksa Masikome dan Yasaluna Dunggio harus pergi dengan berjalan kaki dari Desa Bulawan sampai di Desa Togid untuk menemui Staf Khusus (Stafsus) Bupati Amalia Landjar yang juga selaku pemilik lahan. Keduanya berharap, Amalia dapat memfasilitasi penyelesaian permasalahan tersebut, “Kita ada bajalan kaki dari Bulawan ka Desa Togid menemui Amalia Landjar untuk meminta agar dapat membantu memfasilitasi pnyelesaian permasalahan yang kami hadapi”, jelas Kamria Moko isteri Harjono Masikome.
Menerima keluhan yang disampaikan tersebut, Amalia Landjar yang diketahui sebagai pemilik lahan yang sudah dihibahkan kepada masyarakat meresponi. Dengan sigap malam itu juga, Amalia langsung menemui Camat Kotabunan Idrus Paputungan di rumah dinas Camat untuk menyampaikan keluhan warga pemilik rumah, seperti sudah dijelaskan tadi.
Dengan nada perihatin akhirnya keesokan harinya (11/8/2023) Camat Idrus Paputungan bersama Sangadi Irawan Mangkialo mengundang langsung dua warga selaku masyarakat dan pemilik rumah yakni Harhono Masikome dan Yasaluna Dunggio, didampingi Amalia Landjar.
Dalam kesempatan pertemuan tersebut — dihadapan dua warga pemilik rumah — Sangadi, Staf Khusus Amalia Landjar dan Camat Idrus Paputungan mengtakan bahwa sesudah melakukan komonikasi kepada pihak perusahan PT. ASA atau JRN. Dua unit rumah yang dijanjikan itu sedang dalam proses pembangunan bersama 117 unit rumah warga yang akan direlokasi. Sehingga total yang akan dibangun oleh perusahan tetap 119 unit.* psb







