Blitar, CBN – Nahkoda KM Mandala, yakni Sugianto, mengaku bahwa, dirinya mengalami hal mistis sebelum perahu yang dinaikinya karam di Pantai Gayasan, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, (07/09/2023).
Menurut keterangan dari pria yang menjadi nahkoda selama 11 tahun itu, dirinya mengakui bahwa, dia tidak pernah mengalami hal aneh seperti pada Rabu (06/09/2023) malam lalu tersebut.
Dia mengatakan, saat kapal yang ia kendarai hendak balik ke Trenggalek, tiba-tiba saja kabut tebal turun dengan cepat. Padahal, dia tidak pernah mendapati tanda-tanda kabut akan turun saat memandang lautan, sebelumnya.
Lebih lanjut, turunnya kabut tersebut, dinilai cukup cepat, hingga dia terkejut dan tidak bisa mengendalikan kemudi kapal. Hal mistis pun tidak berhenti di situ. Karena, ombak besar tiba-tiba saja, datang dan menghantam kapalnya. Tinggi ombak itu diperkirakan setinggi 7 meter.
Karena hal tersebut, ombak itu membuat perahu kecil yang mengekor di kapal utama, pecah dan terbalik. Bahkan, kapal Mandala yang dikemudikan oleh Sugianto, juga terbalik. Beruntungnya, kapal itu bisa kembali ke posisi semula.
“Awalnya, saya itu mau pulang, karena, ikan yang saya bawa sudah cukup. Tapi, pas saya pulang, tiba-tiba saja ombak besar datang, kira-kira tingginya sekitar 7 meter,” Kamis, (07/09/2023).
Pria asal Trenggalek itu, mulanya mengaku bahwa dia sudah hafal dengan jalur laut yang dia lalui. Sayangnya, dia tidak tahu dengan tanda-tanda kabut yang menimpanya.
“Saya nggak menemukan tanda apa pun. Tapi, tahu-tahu memang sudah nggak kelihatan. Terus, tiba-tiba satu kapal terbalik, dan satu kapal lagi, ada yang terbalik, tapi bisa balik ke posisi semula,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dia berkata bahwa, ketika seluruh kapal pecah, seluruh ABK berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Sedangkan, Sugianto terlempar dari ruang dan terombang-ambing di lautan lepas, selama 20 menit.
Pada akhirnya, Sugianto terhempas di Pantai Gayasan, Kabupaten Blitar. Ia pun menjadi orang pertama yang terhempas di pantai.
“Saya terombang-ambing di lautan selama 20 menit, tapi saya duluan yang selamat. Kalo temen-temen masih di perahu, dan nggak pakai pelampung,” tutupnya.
R.A – CBN







