oleh

Kucuran Dana Alokasi Khusus Untuk Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan Di Kabupaten Touna Rampung Hingga Akhir Tahun 2021

Ampana, Sulteng –Cakrabh ayangkaranews.com.(CBN) – Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan Rampung di Akhir Tahun 2021, Melalui Sumber Dana Alokasi Khusus.

Konstribusi Pendidikan dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tojo Una una, Sulawesi Tengah hingga kini terus di upayakan dan terus didorong – guna untuk dapat mewujudkan peningkatan rata – rata dengan harapan lama pendidikan mulai umur 25 tahun ke atas. Upaya – upaya yang kini dilakukan dan terus di dorong antara lain adalah pembangunan sarana – prasarana pendidikan, baik dalam kawasan perkotaan dan sekitarnya,maupun sampai ke wilayah terpencil ” demikian disebutkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tojo Una una ,Risal Panyili, SE., M.A.P ketika ditemui diruang kerjanya ( 16/12) 2021.

Selain itu dia berpandangan bahwa perlu dan pentingnya untuk terus mendorong dan memotivasi masyarakat agar terus berusaha dan berupaya baik secara mandiri, maupun dalam kelompok – kelompok usaha produktif oleh karena merupakan standart hidup layak dalan bidang ekonomi . Demikian juga terkait dalam bidang kesehatan – yaitu usia hidup ( Logetivity), serta pada bidang pendidikan – yaitu pengetahuan ( knowledge), dan ketiga kemponen tersebuat adalah merupakan suatu Indeks kemposit yang mencakup dalam Indeks Pembangunan Manusia ( IPM) yang tentunya sangat mendasar sebagai Indikator untuk dapat mewujudkan IPM itu sendiri ,” ungkap Risal,”.

Dan oleh karenanya menurut Risal yang berkaitan dalam bidang pendidikan – yaitu pengetahuan ( knowledge) kurung waktu dalam tahun 2021 ,Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tojo Una una telah memaksimalkan tentang Pembangunan Sarana – Prasarana Pendidikan dan sesuai target kita rampung 100% hingga akhir tahun 2021, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK), sejumlah 30 Milyar dengan jumlah Sarana – Prasarana Pendidikan sebanyak 150 unit,” Ujar Risal C.Panyili.

Dia menjelaskan apabila terdapat temuan dalam pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ), ataupun Auditor lainya, maka merupakan sebuah konsekwensi yang harus dapat di pertanggung – jawabkan baik dari Dinas itu sendiri, dan teristimewa kepada pihak ke tiga ,sebagai mitra kerja. Dan juga kepada pihak Konsultan Penggawas, sehingga dengan demikian perlu untuk dapat diselesaikan sebagai bentuk Konsekwensi dan tanggung jawab,” Ujar Risal.”.

Selain itu terkait rampungnya tentang pembangunan sarana- prasarana pendidikan, tentu diharapkan agar dapat di fungsikan sebaik- baiknya oleh pihak sekolah atau pada Dunia Pendidikan itu sendiri.
Diapun mengatakan untuk mencapai konstribusi pendidikan dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ( IPM), dalam bidang pendidikan selain pembangunan sarana – prasarana, juga terkait kualitas atau mutu pendidikan dalam proses belajar – mengajar di samping kuantitas, baik dari jumlah anak didik ( Murid) ,maupun terhadap tenaga pendidik yang secara berjenjang. Dan oleh karena itu khususnya terhadap tenaga pendidik perlu untuk melakukan rekruitmant ,baik sebagai tenaga pendidik sukarela, maupun terhadap tenaga pendidik ” Maimo Mosekolah ” terutama bagi tenaga pendidik yang di tempatkan di wilayah terpencil atau di pedalaman, dengan harapan kekurangan terhadap tenaga pendidik dapat terpenuhi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah penetapan tunjangan atau insentif bagi tenaga pendidik tersebut yang tentunya dapat di sesuaikan dengan standart upah minimum regional atau mengacu terhadap kemampuan penetapan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una una, Prov.Sulawesi Tengah.* dar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed