
CBN, Lampung – Kejadian menggemparkan warga Pekon Gemah Ripah Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Lampung, pada Rabu sore (7/24). Berawal dari kecurigaan warga yang melihat topi terapung di kolam, juga tepat di pinggir kolam terparkir sepeda motor dan ada celana panjang, beserta golok namun warga tidak melihat pemilik nya.
AKP Hasbulloh AW SH. Kepala kepolisian Sektor Pagelaran, Menjelaskan kepada media, saudara Hendro (43) th, saksi pertama yang posisi rumahnya berdekatan dengan kolam korban melihat ada celana training hitam, golok dan sepeda motor kharisma warna hitam milik korban, karena merasa curiga memanggil saksi lainya Sartono dan Suparno,” ungkap Arjun Komisaris Polisi itu.
“Kemudian para saksi datang lagi ke kolam untuk mencari tau keberadaan korban Mujiono Bin Tumiran (Alm), dan tidak lama kemudian para saksi melihat sebuah topi muncul dari dalam air.
Mengetahui hal tersebut Saksi-Saksi memanggil warga yang lain untuk mencari korban Mujiono yang diduga tenggelam di dalam kolam kemudian warga menggunakan 4 (Empat) unit mesin Alkon untuk mengeringkan kolam tersebut,”papar Kapolsek.

Ada juga warga yang turun langsung ke dalam kolam, berselang 1 (Satu) jam 30 (Tiga Puluh) menit dilakukan pencarian korban Mujiono, akhirnyaq ditemukan didasar kolam, kemudian warga ada yang menghubungi anggota piket, yang langsung bergegas bersama-sama dengan warga, membawa korban menuju RSUD Pringsewu untuk dilakukan pemeriksaan, Namun setibai di RSUD Pringsewu. Korban Mujiono Bin Tumiran(Alm) dinyatakan sudah meninggal dunia,”lanjutnya.
AKP Hasbulloh AW SH juga turut berduka atas peristiwa yang di alami keluarga yang ditinggalkan, semoga amal ibadah nya dapat diterima disisi yang maha kuasa, kemudian keluarga dapat tabah menghadapi ini semua, seperti yang di sampaikan istri korban menerima kejadian ini, dan juga menolak untuk dilakukan autofsi sebab ini murni musibah,”pungkasnya.
Rilis kaperwil LPG,( haiyun PWRI).