1712911068558

CBN, SalembaMasyarakat diingatkan agar selalu berhati – hati dengan para kurir yang mengaku dari pihak shope, pasalnya ada kejadian menarik yang menimpa salah srorang warga salemba, dimana tanpa memesan, kurir yang mengantar prsanan dari pihak shope, saat di konfirmasi pihak shope mengelak dengan adanya kurir yang mengaku dari pihak shope.

Namun Faktanya,  Shoope ternyata melayani konsumennya tidak dengan fasilitas kurir sendiri. Pihaknya melakukan kerjasama dengan J&T dan J&T memakai jasa kurir dari pihak perusahaan lain sebagai vendor (arti: pihak pemasok barang atau layanan jasa). Itu artinya, barang yang sampai ke konsumen, tidak murni diantar langsung oleh tenaga kurir Shoope, tetapi ada dua saluran jasa lagi setelah itu.

Simpang siur kurir Shoope tersebut diprediksi memberikan peluang ‘bermain’ bagi oknum kurir dari Vendor J&T yang dipercaya Shoope. Persada Post mendapatkan temuan dilapangan, salah-seorang oknum karyawan PT. Catur Mandala Nusantara (Vendor J&T dari Shoope) yang berkantor di Salemba, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, kedapatan oleh konsumennya melakukan upaya pengantaran fiktif dengan cara mengakses aplikasi Shoope.

Oknum PT. Catur Mandala Nusantara berinisial ‘GR’ tersebut telah mengakui perbuatannya, dengan membuat surat pernyataan pada tanggal 23 Februari 2024 kemarin, tidak lama setelah perbuatan pengantaran fiktif itu ketahuan ia lakukan.

Dalam surat pernyataannya, yang berhasil diperoleh, bahwa berturut-turut pada tanggal 20, 21, 22 dan 23 Februari, ia melakukan return paket sebanyak 4 paket yang berbeda, tanpa mendatangi lokasi serta tanpa konfirmasi ke costumer/ pelanggan/ konsumen, sesuai laporan yang ia buat di Aplikasi Shoope.
Cara kerjanya; dengan return barang yang dilakukan GR, dimana ia tetap memperoleh jasa kurirnya setiap item barang yang tercatat untuk diantarkan. Walaupun konsumen itu tidak ia ditemui dan barang pesanan nya tidak di antarkan tapi ia tetap memperoleh pembayaran uang jasa kurirnya dan mengembalikan barang pesanan konsumen ke gudang untuk dikembalikan lagi kepada penjual.
Itu artinya, ada dua pihak yang dirugikan dalam hal ini; yakni penjual yang sudah memakai layanan Shoope dan konsumen yang juga memakai layanan yang sama.
Dari penelusuran , Andi Agustin selaku Manager Divisi PT. Catur Mandala Nusantara, mengakui sudah melakukan upaya perdamaian antara konsumen dan GR. Tetapi, ketika di konfirmasi kepada konsumen yang bersangkutan, penyelesaian yang dimaksud Andi Agustin ternyata hanya sekadar pertemuan saja, tanpa adanya penyelesaian konkrit.
“Ini saya benar-benar dirugikan dari pihak kurir Shoope, yang diketahui ternyata memakai perusahaan vendor lain. Empat kali, barang pesanan saya di return oleh kurir yang sama dan ini adalah skandal IT (karena menggunakan aplikasi dan akses e-comerce) yang sangat masif dan bisa jadi sudah ada pula konsumen yang lain yang mengalami nasib yang sama dengan saya. Masak iya, sekelas Shoope tidak safety dalam hal jasa kurirnya, sementara kalau kita lihat iklannya okelah, fakta dilapangan tidak demikian adanya,” ungkap sumber, yang tidak mau disebutkan namanya itu, Minggu (07/04/2024).
Disaat konfirmasi, Persada Post juga mendatangi Gudang dan Kantor J&T dan PT. PT. Catur Mandala Nusantara di Salemba, namun Andi Agustin tidak berada ditempat. Parahnya lagi, setelah dihubungi berkali-kali, Andi Agustin juga tidak merespon kedatangan Redaksi Persada Post tersebut, untuk investigasi lebih mendalam, karena apa yang dilakukan GR berpotensi juga dilakukan oleh yang lainnya dan merugikan konsumen lainnya juga.
Maka, dapat disimpulkan, terdapat tiga pihak yang bertanggungjawab dalam kejadian itu, yakni: Shoope, J&T dan PT. Global Bintang Timur Ekspress. Selain dapat terjerat Undang-Undang IT, perbuatan GR dan perusahaannya juga disinyalir dapat dijerat Pidana Penipuan dan advokasi dari lembaga perlindungan konsumen sesuai hukum yang berlaku. (Delta Team)

Share :