1701434067484

Foto atas : Dr. Hj. ST. Asma Ul Husna Syah, SE, MM, M.Si – Kadis Koperasi dan UMKM Morowali
Bawah : Sekdis Koperasi dan UMKM Morowali Drs. As’ad

img 20231114 154744 605
Bungku, Sulawesi Tengah – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Program Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil (UMKM) Daerah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk tahun 2023, tuntas.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Daerah Morowali Dr. Hj. ST. Asma Ul Husna Syah, SE, MM, M.Si menyatakan itu kepada CBN baru-baru ini di Bungku. Menurut Dr. Asma Ul Husna Syah, semua program Dinasnya yang telah diplan di tahun 2023, sudah selesai.

Dalam rangka Gercep atau Gerak Cepat kata Asma Ul Husna, Pj Bupati Morowali sudah mewanti-wanti jajarannya untuk bekerja cepat, tepat, tuntas dan harus kelihatan hasilnya.

Bupati telah menekankan, bekerjalah dengan ikhlas. Ini juga menindak lanjuti pesan Presiden bahwa Dinas Koperasi dan UMKM, harus lebih ditingkatkan dalam kerja dan kinerja.

Soal stunting misalnya, Dinas Kesehatan juga sudah melakukan yang terbaik untuk mengatasinya. Kemudian, kemiskinan ektrem juga sudah terkaver dari Bappeda. Sedangkan program di Dinas Koperasi dan UMKM, semua sudah tersalurkan dengan baik apa-apa, sesuai dengan Protapnya. “Jadi pak Bupati Sidakpun ke kami, semua sudah tuntas dan selesai,” jelas Asma Ul Husna Syah.

Seperti pada anggaran perubahan katanya lagi, Dinas Koperasi dan UMKM memanfaatkan dan memfasilitasinya dengan cepat. Jika di SKPD lain, ada anggarannya baru kerja. Tapi di Dinas Koperasi dan UMKM Morowali, bahkan untuk menuntaskan program tidak masalah mendanainya dengan uang pribadi, demi mendukung kerja-kerja bupati. “Sebagai Kadis dan selaku orang tua mereka, pakai dana saya aja duluan ga apa-apa. Yang penting, program bisa terkaver,” Kadis Koperasi UMKM menjelaskan.img 20231114 154743 170Kami di TW III sudah 85 persen realisasi kegiatan dan program, meski keuangannya baru 60 persen

Bagi Asma Ul Husna Syah, jangan semua nanti menunggu APBD Perubahan. “Kami di TW III, sudah 85 persen realisasi kegiatan dan program, keuangannya baru 60 persen. “Kami finish. Seperti saya katakan tadi. Walaupun progres di TW III sudah 85 persen, uangnya masih 60 persen,” tegas Asma Ul Husna Syah lagi.

Sebagai Kadis sebut Asma Ul Husna, harus bisa menelaah dan mendukung kerja dan kinerja bupati untuk bergerak cepat.

Kepada Sekretaris dan tiga bidang yang ada tambah Asma Ul Husna,.apa yang menjadi tugas dan sudah menjadi rutinitas, lakukanlah dengan baik. Tetap jaga disiplin dan etos kerja dan harus tepat waktu. “Jadi mereka sudah terbiasa dengan pola yang saya terapkan. Dan saya selaku manajerial untuk itu berharap semua berjalan sesuai Tupoksinya,” tegas Asma Ul Husna.

Kepada CBN, Sekdis Koperasi dan UMKM Morowali Drs. As”ad mengatakan, selaku Sekdis dan jajaran secara berjenjang, patuh dan selalu mengikuti.perintah pimpinan. “Apa yang diperintahkan pimpinan, tentunya segera kami laksanakan, ” kata As’ad secara terpisah kepada CBN.

Menurut As’ad, gerak cepat kan motto Morowali. “Itu yang kami ikuti,” ungkap As’ad.

Kata As’ad terasa ketika Dr. Hj. Asma Ul Husna menjadi Kadis Koperasi dan UMKM, perubahan ritme kerja, disiplin, kinerja serta ketaatan dan juga kepatuhan. “Karena Kadis kami ini maunya, harus semua dilakukan dengan gerak cepat. Tidak ada yang boleh tertunda,” sebut As’ad.

Dari jajaran lain CBN juga mendapatkan jawaban yang hampir senada. Bahwa Kadis Koperasi dan UMKM Morowali beda dari pimpinan lain dan pejabat sebelumnya. “Ibu suka cepat dalam melayanan bidang masing-mading dan segera menyelesaikannya,” kata staf itu.

Kembali ke Sekdis Ad’ad. Sekali lagi — katanya — apa yang diperintahkan Kadis, selalu segera dilaksanakan dengan cepat. “Jadi yang diperintahkan dan diarahkan Bu Kadis, itu pulalah yang saya teruskan ke bawahan. Jangan menunda-nunda pekerjaan,” jelas As’ad.

Ini juga tambah As’ad berlaku saat apel pagi dan sore. Maka, ketegasan Kadis untuk kerja cepat menjadi ritme yang selalu terjaga di Dinas Koperasi dan UMKM Morowali. “Begitu,” tegas As’ad. * jay

Share :