1712579394195

Foto atas : PPK 1.1
Satuan Kerja (Satker) Wilayah I BPJN Sulteng bersama jajaran – Berpose di depan Posko PUPR Lebaran 2024 Buol – Novia Endhianata ST, MT (tengah)
Bawah : Salah satu hasil penanganan ruas PPK 1.1

Palu, SultengCakrabhayangkaranews.com (CBN) –
Potret preservasi Balai Pelaksanaan Jalan (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2023, sungguh menarik untuk disingkap. Adanya image bahwa ruas tersebut seperti dibiarkan tidak disentuh pada tahun anggaran 2023, sebetulnya keliru. Terutama pada dua segmen di ruas yang ditangani Satuan Kerja (Satker) Wilayah 1, khususnya yang menjadi tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 – Umu Batas Sulawesi Tengah (Sulteng) dan
Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Provinsi Gorontalo, ke batas Buol, Kabupaten Buol.

Simaklah cerita ruas PPK 1.1. Bahwa ruas ini tidaklah “dibiarkan”, karena tahun 2024, Umu – Batas Buol, memperoleh porsi penanganan serta anggaran yang disesuaikan kemampuan dana.

screenshot 20240408 003441 1
Saat salah satu titik ruas PPK 1.1 lagi dikerjakan

Memang kearifan menakar kerja dan kinerja, jangan hanya bisa dilihat sambil lalu dalam skop kasat mata agar tidak salah menafsir. Sebab, BPJN Sulteng, pada Satker Wilayah 1, telah bekerja pada tahun 2023 dan terus “melanjutkan”
pembenahan ruas PPK 1.1 dengan komitmen, mendahulukan titik-titik yang prioritas ditangani, seperti sudah dipapar diawal.

Jika Potret Ruas BPJN Sulteng 2023 – “Dibidik” Tahun 2024″, inilah jawabannya. Bahwa PPK 1.1 Umu batas Gorut hingga Batas Buol, mengalami transisi pergantian dari PPK lama ke PPK baru. Itu terjadi di Bulan Agustus 2023. Ketika itu progres fisik pekerjaan ruas PPK 1.1, baru dicapai 80 persen dan Novia Endhianata ST, MT, lah yang diserahi tugas menebang tanggung jawab menjadi PPK 1.1, pengganti.

Sebagai PPK baru paruh waktu, Endhi harus segera beradaptasi pada ruas yang sering diistilahkan “bukan ruas surga”. Secepatnya ia melakukan hunting, bekerja dengan target maksimal dan optimal serta mendahulukan titik prioritas. Itulah faktanya.

Kepala BPJN Sulteng Dadi Mardadi melalui
PPK 1.1, Satker Wilayah 1 Novia Endhianata ST, MT menjelaskan, ruas yang ia tangani kepada CBN baru-baru ini. CBN akan menayangnya dalam beberapa penggalan.

Menurut Endhi — sapaan akrab Novia Endhianata — penanganan ruasnya, disesuaikan skala prioritas.

Tak dipungkiri kata Endi, di ruas yang ia tangani banyak terdapat aspal
terkelupas, badan jalan yang bolong dan juga titik-titik longsor dan genangan akibat saluran drainase tersumbat. Ya, seperti longsor atas maupun bawah yang tidak bisa dihindari lantaran faktor alam. Namun soal lubang, tetap “disiasasi” yang penting masih bisa dilewati. Karena kondisi seperti itu aja di lapisi LPA. Sekarang, fokus dulu pada penanganan longsor, dimana dua diantara titik longsor tersebut lumayan parah. Inilah alasan, sehingga di ruas PPK 1.1 — terutama dari Desa Lokodoka – Paleleh atau Paleleh ke Lokodoka serta Paleleh – Umu atau Umu ke Paleleh, kesan jalan aspal terkelupas dan masihbterdapat lubang-lubang di 2023, seperti “terbiarkan”.

Jujur jika ditelisik, PPK 1.1 juga ternyata tidak sendiri dalan “tugas” melakukan penanganan, tindakan dalam preservasi. Ada titik yang bersinggungan dengan balai lain. Misalnya di ruas Paleleh – Lokodoka atau Lokodoka – Paleleh yang berada di pesisir Pantai Desa Bodi, Kecamatan Paleleh Barat dan Desa Talaki, Kecamatan Paleleh yang digerus abrasi, menjadi tanggung jawab dua balai. Selain BPJN, titik itu ada Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III yang bertanggung jawab. Titik tersebut mengalami abrasi tahun 2023. Nah di tahun 2024 ini, PPK 1.1 tetap memprioritaskannya untuk ditangani lewat koordinasi dengan BWSS III. Dengan catatan, BPJN masih akan menunggu jawaban surat yang dilayangkan ke BWSS III soal kondisi dan titik abrasi dan kemungkinan menyeduaikan teknis penanganannya. “Untuk sementara menangkal abrasi dan menunggu jawaban BWSS III, kami tangangani non permanen dulu,” tukas Endhi. Sambil PPK 1.1 BPJN Sulteng, menanti hasil analisis BWSS pusat terkait arahan penanganannya.

Lalu, di mana saja titik-titik yang menjadi tanggung jawab PPK 1.1? Endhi menunjuknya. Yakni, mulai Kilo Meter (KM) 610 sesudah jembatan Buol ke arah Lokodoka. Lalu dari KM 616 dan KM 686-692 yang mengarah ke Kecamatan Paleleh. Sedangkan di ujung ruas PPK 1.1, adalaj batas Umu Gorut KM 746. Atau jika dihitung keseluruhan panjangnya dari Umu ke Buol atau, dari Buol ke Umu sekitar 143 KM. “Nah, titik-titik prioritas ada pada sepanjang ruas itu,” jelas Endhi.

Jika menghitung perkilo.meterbyanya, maka star titik PPK 1.1 dari Buol – Lokodoka sepanjang 36 KM, Lokodoka ke Paleleh 70 KM. Sedangkan Paleleh – Umu 48 KM. Begitupun jika dihitung sebaliknya dari batas Umu ke Buol. “”Nah, titik di ruas itulah yang akan mendapat penanganan serius tahun 2024 in,” ujar Endhi.

Dan pastinya sebut Endhi, ada banyak pekerjaan 2024 pada ruas yang menjadi tanggung jawabnya.

Endhi tidak menampik kalau ruas yang ia tangani terdapat banyak lubang — terutama aspal terkelupas — hingga terkesan ruas itu tidak ditangani dan jauh dari sentuhan. Tapi seperti sudah dijelaskan lebih awal, pemilihan titik-titik ruas penanganan adalah mendahulukan yang sangat prioritas.

Menurut Endhi, ruas yang menjadi tanggung jawabnya, terbagi dalam tiga segmen. Umu – Paleleh, Paleleh – Lokodoka dan Lokodoka – Buol. Memang, Lokodoka Buol atau Buol – Lokodoka kondisi ruasnya lumayan, untuk dilewati karena bagus, dengan kemantapan sudah diatas 90 persen. Sedangkan Lokodoka – Paleleh dan Paleleh hingga batas Umu, itu yang menjadi fokus pembenahan berdasar skala prioritas tadi.

Memilih mbenahi longsor memang sudah tak bisa ditawar. Sebab, jika longsor dibiarkan atau ada tebingnya yang hilang, maka jalan akan bisa putus. Sedangkan komitmen sejati preservasi yakni, mempertahankan kondisi suatu objek, agar terhindar dari kerusakan dan jalan tersebut bisa fungsional sepanjang tahun.

Dalam catatan CBN, tahun 2024 Satkeri Wilayah 1, PPK 1.1 mendapatkan anggaran untuk menangani — sebagian besar titik ruas Paleleh – Lokodoka atau Lokodoka Paleleh dan Paleleh – Batas Umu atau Umu – Paleleh habta sebesar Rp. 29 Miliar. Sedangkan untuk Buol.- Lokodoka tinggal dibenahi sedikit lagi, ditambah prioritas penanganan longsoran pada dua titik di Lokodoka – Paleleh atau Paleleh – Lokodoka. “Jujur, yang parah pada ruas PPK 1.1 yakni dari Umu – Paleleh dan Paleleh – Lokodoka,” aku Endhi.

Tahun 2024 ini tambah Endhi ruasnya beroleh anggaran Rp. 29 Miliar untuk — sebagian besar — penanganan sejumlah titik dari Umu – Paleleh dan Paleleh – Lokodoka. Sedangkan Lokodoka – Buol sudah pada kondisi 90 persen mantap. Artinya, tinggal sedikit lagi ditambah penanganannya. Sedangka longsoran, ada di titik dua yang lokusnya berada Bokat, Kecamatan Bokat ke arah Timur (Lokodoka -red) serta satu lagi longsoran di daerah Desa Talaki, Paleleh.

Saat pulang dari lokasi baru-baru ini papar Endhi, ia telah melaporkan delapan titik longsoran yang harus menjadi prioritas penanganan di tahun 2024. Sekali lagi, dengan kemampuan dana yang hanya Rp. 29 Miliar, sesungguhnya tidak akan cukup membenahi ruas tersebut. Karena dalam estimasi, setidaknya harus ada Rp. 100-an Miliar untuk membuat ruas ini tertangani lebih baik lagi. “Jadi anggaran yang ada sekarang Rp. 29 Miliar sungguh tidak cukup,” tegas Endhi berulang-ulang.

Kata Endhi, setidaknya sudah tergambarkan bahwa di ruas PPK 1.1, Satker Wilayah 1 dalam menangani titik-titik parah, sebagai prioritas yang didahulukan dan meninggalkan “sementara” lubang-lubang dan aspal terkelupas, karena kondisi itu masih memenuhi fungsional jalan.

screenshot 20240408 003438 1
Sudah mulus

Namun, jalan yang aspalnya terkelupas, tetap akan ditangani menggunakan Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA). Dengan begitu, jalan berlubang dan terkelupas di titik-titik Lokodoka – Paleleh atau Paleleh ke Lokodoka sampai Umu
dan Paleleh Umu sebaliknya, serta lubang-lubang yang masih menganga disepanjang itu, tetap bakal tertutupi lapisan aspal LPA.

Apa itu LPA? Adalah Lapis Pondasi Agregat Kelas A. Merupakan campuran agregat dengan berbagai material yang digunakan untuk pondasi perkerasan. Begitu!* jay – bagian pertama

Share :