Samsir Beto – Kades Bahari : “Dahulukan Kebutuhan Yang Mendesak”
Bahari Touna, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Bagai jarum yang membawa benang. Begitulah falsafahnya menjalani hidup. Jika jarum sudah menusuk dan “menutup” atau “menyatukan” kain yang sobek, pastilah benang akan terus mengikuti kemanapun arah jarum.
Demikian Samsir Beto Kades Bahari, Kecanatan Tojo, Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng), selalu memberi contoh kepada masyarakatnya. Harus memulai dan tudak menunda sesuatu. “Bismillah. Jalan saja diatas koridor dan rel dan jangan menyalahi aturan, insyaallah semua akan aman. Dahulukan yang mebdedak dan menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya menjawab salah satu pertanyaan CBN baru-baru ini, di kediamannya Desa Bahari Pantai.
Samsir bercerita. Saat maju Pilkades, pertama yang ia programkan bagaimana menekan angka kemiskinan sekaligus memprioritaskan kebutuhan masyarakat dan desa. Kedua, memplan soal Simpan Pinjam (SPP). Terutama untuk para janda yang diantaranya berprofesi sebagai penjual ikan. Ketiga, penerangan kawasan pantai, untuk menghindari kenakalan remaja dan situasi rawan. Keempat, pembangunan jembatan gantung antara dusun dan yang terakhir, membangun lapangan bola kaki untuk mendukung kegiatan olahraga sepakbola para muda. “Alhamdulillah, ada seseorang dari Jakarta yang punya kapling di Bahari, telah menghibahkan lokasinya seluas 1 Ha. Selain itu juga ada beberapa titik bakal dibangung lapangan bola boli.
Dari dana itu katanya, tentulah harus memprioritaskan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarajat dan untuk menopang kemajuan pembangunan desa. Salah satu yang dibutuhkan Desa Bahari yakni, penerangan listrik, agar Bahari bisa terang benderang. Sehingga wilayah yang selama ini gelap tidak berlistrik, tidak rawan lagi. Kemudian sebut Samsir, tahun ini ia berusaha agar kurang lebih sepanjang 300 meter garis pantai rawan abrasi, bisa tertangani. “Minimal, bisa ditangani bertahap dan disesuaikan ketersediaan dana,” tuturnya.
Selain itu, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) akan terus dikembangkan. Kendati sudah ada wacana akan masuknya Koperasi Merah Putih, dia lebih cenderung memaksimalkan Bumdes yang sudah berjalan. Untuk Koperasi Merah Putih, akan dilihat nanti, apakah mengacu ke anggaran dana desa, berarti Bumdes tinggal kenangan. Jika memungkinkan, Samsir tahun ini kembali akan menganggarkan Rp. 100 juta, untuk membuka Koperaso Simpan Pinjam (KSP) tersebut dan akan dikelola oleh Bumdes, dengan menampatkan Ketua yang mumpuni dan berpengalaman dibidang IT. “Sehingga model.simpan pinjam tidak lagi.manual, tapi sudah menggunakan siatem administrasi yang moderen dan simpel,” ungkap Samsir.
Selama ini tambah dia, dana penyertaan Bumdes sebesar Rp. 70 juta sudah teralokasikan dan jalan dengan baik, yakni usaha depo air minum. “Dana tersebut, diarahkan untuk pembelian mesin depo air. Juga pembelian satu unit Motor jenis Kaisar yang Roda Tiga serta satu unit sepeda motor untuk operasional antar jemput galon.
Bagi Samsir, untuk membuktikan kerja dan kinerja yang baik, tunjukkan duku prestasi dengan langkah inovatif.
Menyangkut program-program Desa Bahari selama ini, banyak-banyak ditopang oleh PKK Desa yang diketuai Ny. Halima Halim, istri Kades. Sehingga terjalin saling topang dalam kondisi yang kondusif. “Makanya saya bersepakat dengan istri selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bahari, mari kita bangun bersama Desa Bahari dengan nawaitu dan hati ikhlas. “Dan tentulah dukungan penuh masyarakat kami tuhkan, serta tidak melanggar aturan main,” jelas Samsir Beto.
Masih sesuai visi misinya, Samsir bertekad bagaimana menekan angka kemugkinan. Seperti angka stuntuling yang sudah menurun drastis, sekakan turunnya angka stunting jika dilihat skop kabupaten
Tahun ini juga atas inisiatif Kades dan pemenuhan kebutuhan masyarakat Bahara yang berprofesi nelayan diadakanlah 10 unit mesin Katinting 5 PK dan pengadaanbibit.* bagian pertama – jay





