Atas : KM. Tanjung Api. Bawah : Ship Captain Nakhoda KM. Tanjung Api

Luwuk, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Senyum – Salam – Sapa (3S) – ditambah – sikap ramah dan humanis, adalah kesan manis awal bertemu Ship Captain Juliardi, M.Mar, Nakhoda Feri KM. Tanjung Api. Ya, CBN dan patner, mencoba rute Luwuk menggunakan KM. Tanjung Api ke Salakan, Banggai Kepulauan (Bangkep), Minggu (20/7/2025) pagi.
Sebelumnya, sikap tak kalah familiar juga sudah diperlihatkan Jidin, Supevisor merangkap Humas ASDP Luwuk, saat pimpinan — ketuka itu — lagi melakukan Tugas Luar (TL). “Insyaallah salam bapak saya sampaikan ke pimpinan,” kata Jidin.
Kesan seperti ini artinya apa? Potret terhadap Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), akan menjadi positip. Penumpang akan termanjakan dengan keramahan jajaran ASDP, bahkan hingga ke atas kapal, sudah dipertontonkan tanpa pamrih. Sikap ramah dan low profil jajaran ASDP dan kru kapal menciptakan marwah pelayanan moda transportasi laut — khususnya — Angkutan ASDP, yang sudah berbenah kian paripurna. Yakni — salah satunya — memprioritaskan kepuasan pengguna jasa transportasi yang dilayani armada ASDP. Saat ini KM. Tanjung Api juga harus melayani rute Luwuk – Balut ketika KM. Teluk Tolo naik dok. “Nampak salah satu trik dalam mengakomodasi penumpang yang memilih moda transportasi laut secara umum, telah berjalan. Saya yakin, kecintaan masyarakat menggunakan moda transportasi lautpun akan makin kental — khususnya — terhadap kapal feri,” ungkap Tina (45) dari Desa Kambal, Kacamatan Bulagi.
Perjalanan menggunakan moda transportasi laut, memang sudah menjadi program pemerintah secara nasional. Terus mengoperasi giatkankan armadanya — baik tol laut maupun feri —
dengan maksimal, guna meraih hasil optimal.
Untuk “Kabupaten Bersaudara” Banggai, Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Banggai Laut (Balut) peran dan keberadaan kapal feri seperti KM
Tanjung Api, begitu membantu masyarakatnya. Bagi rata-rata penumpang yang membawa barang dan kendaraan dari “Banggai Bersaudara”, sangatlah terbantu.

“Kami yang tinggal di pulau merasa sangat terbantu dengan adanya KM. Tanjung Api,”
kata Adi asal Ampana, saat menumpang di KM. Tanjung Api antara Luwuk – Salakan.
CBN dan patner Minggu, (20/7/2025) menikmati pelayaran Luwuk – Salakan dengan dua gelas kopi hangat sambilvmendebgar suara penumpang yang lagi asyik santai menyanyikan lagu dangdut di karaoke kabin tengah KM. Tanjung Api.
Catatan tambahan : Kapal feri adalah moda transportasi laut yang berperan penting dalam menghubungkan wilayah yang terpisah oleh perairan, seperti pulau-pulau. Kapal feri mengangkut penumpang, kendaraan (motor dan mobil – red), dan barang dalam jarak pendek hingga menengah. Juga membantu mobilitas dan aktivitas ekonomi antar wilayah yang terpisah laut.
Kapal feri menjadi sarana transportasi umum yang vital bagi masyarakat untuk bepergian antar pulau atau wilayah. Terutama untuk daerah kepulauan.
Peran Kapal Feri lainnya, mendukung perdagangan antar pulau dan memenuhi kebutuhan logistik di daerah-daerah terpencil.
Kapal feri dapat menjadi daya tarik wisata, terutama di daerah dengan potensi wisata bahari. Yakni debgan penyediaan fasilitas seperti restoran, toko, dan ruang bermain anak.
Meskipun sama-sama kapal feri, ada perbedaan antara kapal feri biasa dan kapal feri RoRo (Roll-on/Roll-off). Kapal RoRo dirancang khusus untuk mengangkut kendaraan, dengan ramp atau pintu khusus untuk memudahkan kendaraan masuk dan keluar. Sementara itu, kapal feri biasa mungkin memiliki fasilitas yang lebih sederhana untuk kendaraan, dan lebih fokus pada transportasi penumpang.* adi – jay










