
Bawah : Belakang Jadil.M. Dunggi – Ketua Tim Relawan Sulaiman Agusto bersama Jaya M – Sekretaris Tim Relawan Cudi untuk sayap wilayah Pulau
Ampana, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Kehadiran Tim Relawan Pasangan H. Rusdy Mastura – Mayjen Purn. Sulaiman Agusto Hambuako (RUMA – SAH) “Sangganipa” disambut antusiasme masyarakat kepulauan, Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng). Ini terlihat, ketika tim Relawan Sangganipa diketuai Kaladi Ngkii atau akrab disapa Bang Adi dan Sekretaris Tim Jaya M bersama Ketua Tim Relawan salah satu sayap Tim Relawan Sulaiman Agusto untuk wilayah Pulau, Jadil M.Dunggi saat turun pada sejumlah kecamatan di Pulau, Kabupaten Touna Sulteng baru-baru ini.
Sosok Cudi — panggilan kesayangan untuk H. Rusdy Mastura sudah begitu kental dihati masyarakat Pulau, di Touna. Cudi — bagi mereka — adalah “Bapak Pembangunan.” “Kami merasakan sentuhan pembangunan dimasa Ka’ Cudi memimpin. Ini baliho dan foto-foto saat Tanggul Pemecah Gelombang” dibangun untuk masyarakat di sini,” tunjuk warga ke baliho tahapan pembangunan tanggul di Dusun Kolongian, Desa Bambu.
Itulah kenyataan. Baru kurang lebih 3 tahun memimpin Sulteng 2024 — cuti sementara — hingga nanti melanjutkan kepemimpinan sebagai Gubernur Sulteng sampai dengan tahun 2025, sentuhan pembangunan yang dilakukan H. Rusdy Mastura, sudah merangsek hingga ke pelosok-pelosok desa.

Aggaran provinsi yang dialokasikan Cudi dimasa kepemimpinannya, sudah dirasakan msyarakat. Dari sederet prograam pembangunan menyentuh desa dan dusun dimasa kepemimpinan Cudi plus minus 3 tahun, tentu tidak dapat disebut satu persatu. Namun, bukti fisik di lapangan bisa terlihat yakni program pembangunan yang diluncurkan tahun 2021-2022-2023 hingga 2024. Seperti pembangunan Tanggul Pengaman Pantai dan pengadaan mesin Katinting. Contoh itu bisa diliha di Dusun Kolongian, Desa Bambu, Kecamatan Unauna. Tanggul Pengaman Pantai sudah dua kali dibangun disana. Ya, Tanggul Penganan Pantai di Kolongian, masuk pada program tahun 2024 juga ditahun sebelumnya 2023.
Belum lagi untuk desa-desa lain di enam kecamatan.
Demikian juga pemberian Mesin Katinting yang dilakukan betahap sejak tiga tahun lalu hingga 2024. “Ka’ Cudi sudah berbuat dan kami sudah rasakan dan menikmati bantuan-bantuan dari provinsi kendati dalam waktu hanya 3 tahun kepemimpinanan Ka’ Cudi,” komentar warga.
Sementara tambah mereka, kalau yang lain — maaf pasangan lain — baru akan memulai dan mayarakat baru dijanji dan belum tahu seperti apa nantinya saat merek memimpin. Nah inilah yang harus dilanjutkan Sangganipa atau sekali lagi, pada periode kedua hingga program Ka’ Cudi tuntas untuk mewujudkan Sulteng Ema,” kata Ded, salah satu warga Kolongian.
Maka tak heran, baru saja stiker, baliho, kartu dan kalender dibuka oleh Bang Adi dari doz penyimpanan, masyarakat antusiasme menyambutnya. Ada yang langsung memasang baliho memakunya di dinding rumah. Yang lainnya, bahu-membahu menempelkan stiker, serta membagi-bagikan kartu. “Jelasnya, kami sudah merasakan sentuhan pembangunan dari anggaran provinsi. Kita dukung sepenuhnya orang baik ini. Jangan biarkan Pak Rusdy Mastura bersama pak Sulaima Agusto berjalan sendiri. Ayo dukung pasangan ini,” ungkap salah satu warga Dusun Kolongian, Desa Bambu, Kecamatan Unauna kepada CBN baru-baru ini. “Setelah itu mereka meneriakkan yel-yel, “Sangganipa Menang, Sangganipa Menang, Sangganipa Menang, Kueva (Saya Lawan).”
Di pulau, Tim Relawan Sulaiman Agusto Hambuako juga gencar bersama mengkampanyekan Pasangan Sangganipa. Salah satunya Jadil M. Dunggi sebagai Ketua Tim Relawan Sulaiman Agusto untuk wilayah Pulau. Nah di lapangan, baik Tim Relawan Sangganipa dari kubu Ka’ Cudi dan dari skuad Sulaiman Agusto, berkolaborasi mengatur strategi penggalangan dukungan pemenangan bagi pasangan Cudi – Agusto. “Keren kan?”* jay





