CBN, FETOR BUKIFAN, BIBOKI UTARA BIBOKI , Hauteas, 4 Desember 2025 – Dalam balutan suasana sakral yang menyelimuti perkampungan adat Bukifan Palesta, gema gong dan bau dupa adat mengiringi langkah para Usif/Raja menuju Sonaf—Rumah Adat agung Bukifan Palesta, tempat berlangsungnya prosesi penobatan kehormatan. Di tengah hening yang penuh wibawa, para Usif/Raja Bukifan Palesta, Fetor Bukifan, Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, secara resmi menobatkan Ketua Umum Organisasi Advokat PERADAN, Indranas Gaho, sebagai Usi/Raja Bukifan Palesta dengan gelar adat Usi Indranas Gaho Bukifan.
Prosesi megah ini diselenggarakan pada Kamis (4/12) sekitar pukul 13.00 WITA, bertempat di Sonaf Bukifan Palesta, Desa Hauteas. Dengan dilandasi tata aturan adat yang diwariskan secara turun-temurun, penobatan ini menjadi momen bersejarah dalam perjalanan lembaga adat Bukifan Palesta.
Penobatan dipimpin oleh Usif Yohanes Taek Bukifan, pemangku utama Kerajaan/Suku Bukifan Palesta, bersama para Usif/Raja lain dari keluarga besar Bukifan. Keputusan pengangkatan melalui sidang adat dinyatakan bulat : Usi Indranas Gaho Bukifan layak mengemban kedudukan kerajaan karena kecakapan, rekam jejak, dan kemampuan mengayomi masyarakat.
Sebelum memasuki Sonaf, beliau dikenakan perangkat kebesaran kerajaan: sarung tenun adat, pedang Usif/Raja, tas adat, serta destar sebagai mahkota kepala simbol legitimasi, kemuliaan, dan wibawa seorang raja dalam struktur Bukifan.
Di dalam ruang keramat Sonaf, hanya para Usif/Raja yang diperkenankan hadir. Prosesi dimulai dengan penyembelihan ayam putih dan babi berbulu hitam-putih, persembahan adat yang dipercaya sebagai jembatan komunikasi dengan arwah leluhur. Setelah organ dalam hewan sembelihan diperiksa dan menunjukkan tanda-tanda keterbukaan serta keselamatan, para tetua adat menyatakan bahwa leluhur menerima penobatan tersebut.
Suasana Sonaf kian diliputi aura magis; angin sejuk menembus dinding kayu rumah adat, seakan memberikan restu dari alam semesta.
Usai prosesi keramat, seluruh Usif/Raja melaksanakan makan adat dan minum sopi sebagai simbol persatuan, penerimaan, dan penyatuan dalam keluarga besar kerajaan. Di akhir sidang adat, para Usif/Raja menetapkan bahwa penobatan sah, murni, dan diakui penuh oleh lembaga adat Bukifan Palesta – Fetor Bukifan – Biboki Utara – Biboki.
Mulai dari hari ini, Usi Indranas Gaho Bukifan resmi tercatat dalam tatanan kerajaan sebagai salah satu pemangku kehormatan Bukifan Palesta.
Makna dan Mandat Kepemimpinan Usi Indranas Gaho Bukifan
Penobatan ini tidak semata-mata sebuah kehormatan pribadi, tetapi juga menjadi amanah besar bagi kelestarian adat dan tatanan kerajaan Bukifan Palesta. Dengan gelar yang diberikan, beliau memegang mandat adat :
1. Menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan rakyat adat Bukifan Palesta.
2. Melindungi serta melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan warisan leluhur.
3. Menjunjung tinggi keadilan, musyawarah, dan persatuan dalam setiap keputusan adat.
4. Membangun hubungan harmonis antara Kerajaan Bukifan Palesta dengan kerajaan/suku lain serta Pemerintah Republik Indonesia.
5. Gelar ini menandai persatuan antara pemimpin modern dan adat, antara kiprah nasional dan akar tradisi.
Pengukuhan Keluarga Besar dan Harapan Masa Depan
Penobatan Usi Indranas Gaho Bukifan menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas adat Bukifan Palesta sekaligus mempererat tali persaudaraan dalam keluarga besar kerajaan. Masyarakat berharap bahwa kehadiran beliau akan membawa angin segar bagi kelestarian Sonaf serta menjadi pemantik tumbuhnya pariwisata budaya di wilayah Bukifan Palesta.
Dengan usia Sonaf yang menjadi saksi perjalanan ratusan tahun adat Bukifan, pengukuhan ini adalah tonggak sejarah yang menyambungkan generasi leluhur dengan generasi penerus.
Dengan tuntasnya seluruh rangkaian upacara, Usi Indranas Gaho Bukifan kini berhak menerima penghormatan dan dukungan penuh dari rakyat adat Bukifan Palesta serta lembaga adat di wilayah Fetor Bukifan, Biboki Utara. Upacara agung ini tidak hanya mengukuhkan seorang pemimpin adat, tetapi juga menegaskan bahwa Kerajaan Bukifan Palesta tetap hidup, kuat, dan berwibawa di tengah dinamika zaman.
Penobatan ini menjadi pijakan kokoh untuk menjaga kearifan lokal, memperkuat persaudaraan, dan melangkah menuju masa depan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai adat yang luhur.







