Foto atas : Hmmmmm ….
Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Tayangan berita pejabat diduga asusila (zinah – red), nampak memantik reaksi yang luar biasa. Tidak hanya telepon dan chat yang masuk untuk bertanya bertubi-tubi ke CBN dan Media Inakor. Mantan Gubernur Sulteng H. Longki Djanggola juga berkomentar dari WhatsApp (WA) yang diteruskan, muncul dibanyak grup. Dalam salah satu dari beberapa screenshoot yang dikirim ke CBN dan Inakor, terlihat komentar Longki yang kini anggota DPRD RI. “Siapa itu ess 2 Nakese. Permalukan saja.” Pada komentar lain di grup WA “IF”, “Eselon 2 Nakese ini. Copot saja memalukan.”
Yang tidak kalah serunya, begitu banyak pertanyaan yang masuk dari wartawan — diantaranya — jurnalis senior. Apa pertanyaan pertama? Pejabat siapa? Dinas mana? Plus, puluhan pertanyaan lain yang sebagian besar “mau mengorek” informasi dari CBN dan Inakor. Bahkan, ada yang meminta inisialnya. “Lho, kalau inisial bocor, nanti si pejabat provinsi dan ASN/PNS Pemkot Palu, jadi seperti sampah yang diserbu lalat. Lajuuuuu,” tukas sumber.
Kepada yang bertanya, sudah pasti jawaban CBN dan Inakor, semua yang dipapar diberita sesuai fakta. Namun kondisinya masih seperti telur yang belum retak.
Yang disajikan dari awal hingga akhir pada tiga tayangan sebelumnya soal siapa, dinas mana, belum terang, samar dan masih belum jelas sama sekali. “Produk jurnalis yang berada pada tataran praduga dan diduga. Namun baik Locus atau lokasi maupun Tempus Delicti (waktu peristiwa) – nya, ada dalam video, foto-foto detil,” tegas sumber.
Termasuk, kejadian Senin (19/1/2026), si pejabat dan ASN/PNS perempuan itu ditunggui CBN dan Media Inakor online, sabar — sesekali kepenatan — barulah sasaran, keluar dari dalam kost pertemuan. Hari itu sekitar pukul 17.00 WITA, tepat 19 hari si pejabat laki baru dilantik Gubernur bersama 35 pejabat eselon II setingkat Kadis. Kedua pasangan yang bukan mahram, tak bisa mengelak bagai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Seperti biasa, kedua oknum ini masih memakai baju keki. Kala itu keduanya — lagi-lagi — memanfaatkan jam diatas pukul 12.00 WITA hingga 17.00 WITA. Seperti belasan kali dimonitor langsung sumber, CBN dan Inakor di depan kost, pasangan ini selama berjam-jam seperti lupa pulang. Itu — sekali lagi — terjadi berkali-kali. Si pejabat laki maupun ASN/PNS perempun,
tidak lagi masuk kantor pada durasi “jam kedua” yang biasanya mulai pukul 13.30.WITA hingga 15.30 WITA. Padahal mereka ASN dan PNS!
Kembali kereaksi khalayak atas penayangan 3 kali berita dibawah judul :
1. Imbauan Gubernur Jangan Zinah – Dianggap Angin Lalu Oknum Pejabat Provinsi
2. Kuat Desakan – Gubernur Reshuffle Jajaran – Menyusul Oknum Pejabat Diduga Zinah
3. Gubernur Dinilai Salah Memilih Figur – Imbauannya Tak Diacuhkan
Sumber menambahkan bahwa panitia retreat di Masjid Raya Baitul Khairaat,
harusnya menambah satu materi atau poin cemarah lagi. Terkait hal-hal berhubungan dengan adab dan susila. Terutama buat pejabat yang lagi retreat itu. Terkhusus — buat salah seorang dari 36 pejabat — yang baru dilantik Gubernur. Retreat (retret – ref) adalah kegiatan mengasingkan diri sementara dari kesibukan sehari-hari ke tempat tenang untuk refleksi diri, penyegaran rohani, atau relaksasi mental. Umumnya dilakukan dalam suasana hening sembari berdoa,
Sumber menambahkan, “Silahkan bersenang-senang saja dan gembira dulu. Ikut retreat di Masjid Raya. Tapi jangan lupa persoalan masih menanti anda,” tutup sumber.
Sampai sejauh ini CBN dan Media Online Inakor belum sempat meminta tanggapan Gubernur maupun Walikota, apa sikap orang nomor satu Sulteng dan Palu. Pabila — andai — sudah diketahui siapa pejabat eselon II diantara 36 yang baru dilantik Gubernur dan si ASN/PNS Pemkot Palu tersebut.* tim – bersambung







