Pasuruan – Jawa Timur, Cakrabhayangkaranews.com – Ada – ada saja ulah yang di buat oleh 3 orang Oknum Anggota Basarnas Surabaya di Lokasi Wisata Panci Taman Dayu Pandaan, pasalnya 3 Oknum tersebut membuat keributan dengan Rahmat.M warga Sukorejo, Pasuruan sambari mengaku sebagai Anggota TNI AL yang di perbantukan ( BKO ) di Basarnas Surabaya, Minggu, 19/03-2023.
Keributan sebenarnya dipicu oleh hal sepele yang dapat diselesaikan secara kekeluargaan, namun merasa dirinya sebagai Anggota TNI AL, ke 3 Oknum tersebut malahan semakin beringas dan tidak mau melakukan mediasi yang sudah di minta oleh beberapa Aparat Penegak Hukum dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Anggota Koramil bahkan Anggota Polsek Sukorejo yang datang di TKP. Tidak di hargai oleh ke 3 Oknum tersebut.
Ke 3 Oknum tersebut Lmk, JA dan BP yang mengaku sebagai nAnggota TNI – AL BKO Basarnas Kota Surabaya.

Kejadian berawal dari adanya negoisasi pembelian sebuah unit mobil jazz milik Rahmat.M lewat Media Sosial oleh pembeli yaitu ke 3 Oknum ASN Basarnas yang mengaku sebagai Anggota TNI AL dengan seseorang yang tidak dikenal oleh pemilik Mobil Rahmat. M YANG DI JUAL MELALUI Medsos oleh rekan yang bernama Manto, Warga Sukorejo, Pasuruan.
Namun tak disangka, postingan iklan penjualan mobil oleh Manto dimanfaatkan oleh orang tidak dikenal dengan cara mengcopy paste iklan tersebut dan memasukan kedalam berandanya seakan – akan dia sebagai pemilik mobil yang hendak menjual mobil tersebut.
Alhasil bidikan dari OTK tersebut, bagai gayung bersambut di minati oleh para pembeli tadi ke 3 Oknum ASN Basarnas Kota Surabaya dan melakukan negoisasi dengan OTK tersebut. Setelah terjadi kesepakatan dan para pembeli ingin melakukan langsung transaksi secara faktual, akhirnya disepakati untuk pertemuannya dengan barang bukti Mobil honda jazz di lahan Parkir tempat Wisata Panci Taman Dayu Pandaan.
Kemudian OTK tersebut menelepon pemilik Mobil Rahmat.M untuk melakukan perjanjian pertemuan di alamat yang dimaksud dengan alasan seakan si OTK yang akan membeli kendaraan tersebut, dengan menyampaikan kalau ke 3 Oknum ASN Basarnas adalah anak buah dia yang akan mengambil unit kendaraan selanjutnya OTK yang akan membayar kepada Pemilik Rahmat.M.
Tiba waktu yang di sepakati untuk melakukan pertemuan serta transaksi di Wisata Panci Taman Dayu Pandaan, kala itu berdasarkan kronologis yang disampaikan pemilik kendaraan Rahmat.M kepada awak media ini bahwa ketika bertemu dengan ke 3 oknum ASN Basarnas Kota Surabaya tersebut dirinya sempat di telepon dan diarahkan OTK untuk memberi telepon kepada salah satu pembeli yang diketahui kemudian telah melakukan deal – dealan tanpa sepengetahuan Rahmat.M, dimana para pemberi berdasarkan intruksi dan arahan OTK untuk mentransfer sejumlah uang ke Rekening OTK tersebut.
Merasa telah membayar sesuai kesepakatan dengan OTK melalui telepon, ke 3 Oknum ASN Basarnas Kota Surabaya tersebut kemudian dengan santainya akan membawa mobil yang menurutnya sudah terbayar sambil menunjukan bukti pengiriman kepada Rahmat.M.
Hal ini membuat Rahmat sontak kaget dan terkejut, karena dirinya merasa belum memberikan No.Rekening serta berapa kesepakatan harga jual yang disepakati.
“ Laa kok bisa, saya aja belum memberi no rekening kok sudah ada pembayaran mobil saya,” ucap Rahmat.
Sontak saja hal ini menjadi pemicu keributan karena ke 3 oknum merasa sudah membayar dan hendak mengambil mobil tersebut, disatu sisi Rahmat sebagai pemilik mobil merasa belum menerima pembayaran walaupun ada bukti transfer yang di tunjukan.

Selanjutnya terjadi saling klaim mengklaim karena rahmat tidak mengijinkan kendaran dibawa sebelum adanya pembicaran yang jelas terkait masalah ini, namun dari pihak pembeli, ke 3 Oknum ASN Basarnas Kota Surabaya dengan nada tinggi seakan mengancam dengan menyebutkan kalau mereka bertiga adalah Anggota TNI – AL yang BKO di Basarnas Kota Surabaya, hal tersebut dilakukan untuk menakut – nakuti Rahmat serta warga yang semakin banyak berdatangan karena melihat adanya keributan di sekitar pakiran Wisata Panci Taman Dayu Pandaan.
“ Kami bertiga ini Anggota TNI AL yang BKO di Basarnas, jangan main-main,” ucap salah satu Oknum ASN Basarnas agak sedikit mengancam.mau mendatangkan pasukan dr Surabaya kelokasi TKP
Tidak takut dengan ancaman tersebut, Rahmat tetap meminta agar ke 3 Oknum ASN Basarnas Kota Surabaya tersebut untuk turun dari mobil dan membicarakan secara kekeluargaan, namun dengan sikap tak terpuji ke 3 ASN tersebut tidak menerima Tawaran Rahmat, akhirnya datanglah para penegak hukum di wilayah tersebut diantaranya Babinsa , Bhabinkamtibmas serta anggota Reskrim Polsek,LP2KP namun tidak di indahkan oleh ke 3 Oknum tersebut dan masih bersekukuh nyatakan mereka Anggota TNI -AL.

Merasa diri mereka seakan terancam karena banyaknya massa yang sudah berdatangan ke lokasi,Datang jg massa dr organisasi muda Team ALAP ALAP 18,akhirnya salah satu Oknum ASN menelepon koleganya di Polsek prigen untuk dimintain tolong, akhirnya setelah adanya kordinasi dengan Babinsa, akhirnya ke 3 Oknum tersebut dapat diamankan ke Polsek Pandaan, karena dengan alasan takut di hakimi massa.
Setelah dimediasi oleh Anggota Polsek Pandaan, disitu terungkap kalau sebenarnya ke 3 Oknum ASN Basarnas Kota Surabaya dan pemilik mobil Rahmat telah tertipu oleh OTK. Terkait pengakuan ke 3 Oknum ASN sebagai Anggota TNI AL yang diperbantukan ( BKO ) di Basarnas Kota Surabaya ternyata tidak benar karena mereka bertiga murni ASN di Basarnas Kota Surabaya bukan Anggota TNI – AL BKO.
Terkait dengan adanya peristiwa yang memalukan ini, Redaksi Cakra Bhayangkara News mencoba melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait hal ini ke Kepala Basarnas Kota Surabaya serta Dan Lantamal Surabaya terkait pengunaan nama Institusi TNI AL oleh Oknum yang tidak berhak dan meresahkan masyarakat, sehingga dapat di ambil langkah tegas terhadap ke 3 Oknum tersebut. ( Candra -CBN )




