CBN, JOMBANG – Kerusakan jalan ruas Made-Asemgede hingga Lebaran belum tertangani. Jalan penghubung Kecamatan Kudu dengan Kecamatan Ngusikan ini kondisinya masih rusak berat.
Pantauan di lokasi, mulai dari perempatan Desa Made, Kecamatan Kudu, masuk ke ruas jalan kondisinya tak karuan. Mayoritas aspal sudah mengelupas, membentuk lubang hingga bergelombang.
Akses itu merupakan satu-satunya menuju dua desa, masing-masing Desa Cupak dan Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan. ”Mulai dari Made ke arah Cupak jalannya sudah hancur,” kata Harianto salah seorang warga Desa Asemgede, kemarin.
Saking parahnya, jalan yang kanan dan kiri hutan itu berbatu. Tak jarang, pengguna jalan harus berjibaku usai hujan turun. Mengingat sejumlah titik kondisi jalan berlumpur. ”Sama saja apakah kemarau atau musim hujan jalannya tetap rusak,” imbuh dia.
Dikatakan, hanya sebagian titik jalan yang kini sudah dicor. Yakni memasuki Desa Cupak. ”Lalu aspal lagi juga
Senada, Heru warga lainnya menyebut jalan itu merupakan akses satu-satunya warga setempat.
Baik menuju pusat pemerintahan maupun pendidikan. ”Dari Desa Made ke Asemgede ini jaraknya 7 kilometer,” tambahnya.
Menurut dia, jalan sepanjang itu tak semua mulus. Bahkan lebih banyak yang rusak. ”Di sini serba sulit, selain rusak juga tidak ada penerangan jalan umum,” ujar Heru.
Sekretaris Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi mengatakan, tahun ini pemkab sudah berencana melakukan perbaikan di ruas jalan tersebut.
Saat ini dokumen perencaan juga sudah kelar. Tinggal menunggu paket dilelang oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang. ”Jadi sudah masuk paket tahun ini,” katanya.
Rencananya, titik lokasi pekerjaan dimulai dari Desa Made. Penanganan jalan itu sekaligus memperbaiki duiker di Desa Asemgede yang runtuh Februari lalu. Pagu anggarannya sebesar Rp 1,8 miliar dan menjadi salah satu proyek strategis daerah tahun ini. ( Andi CBN )






