Manado, Sulut – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Desakan menarik Fedriyanto Konio sebagai Komisaris Bank SulutGo (BSG) kian kencang di tengah pelaksanaan RUPS (rapat umum pemegang saham) di Mangga Tasik, Tanawangko, Minahasa hari ini, 9/2.
Sumber CBN mengatakan, Konio mau ditarik karena beberapa alasan, yakni sejak awal penunjukannya diduga bermasalah diantaranya dia tidak lulus fit n propertest OJK saat pertama kali digelar. Penunjukannya beraroma nepotisme karena Konio masih adik ipar Rusli. Kata sumber tersebut, dia ditempatkan sebagai komisaris mewakili Gorontalo karena dukungan penuh Rusli Habibie saat masih menjabat gubernur.
Soal desakan itu, Pj. Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer mengatakan akan membicarakan dahulu dengan kepala daerah yang lain sebagai pemegang saham.
Kata Hamka, seperti dikutip dari media online sulutgo.com, seharusnya Gorontalo dapat posisi direksi dan komisaris. “Kita kan pemegang saham ketiga terbesar,” katanya singkat.
Seperti diketahui masa kerja komisaris dan direksi BSG akan berakhir pada 2024 nanti. Sedangkan sesuai agenda rups kali ini hanya membahas laporan kegiatan perusahaan dan laporan keuangan. Tidak ada agenda pergantian komisaris atau direksi.
Koordinator Gorontalo Corruption Watch Deswerd Zougira yang dihubungi pagi tadi 9/2, mengaku mendengar ada desakan menarik Konio tapi itu terserah para pemegang saham.
“Pemegang saham pada sebuah perusahaan dapat mengganti komisaris dan direksi kapan saja bila mereka mau, baik melalui rups atau tanpa melalui rups, itu sudah lazim,” katanya.
Nah, apakah desakan menarik Konio dapat terlaksana, kita lihat nanti.*





