AKBP Ridwan J.M. Hutagaol S.I.K, SH Dimutasi – Padahal Kepemimpinannya Masih Dirindukan

img 20250608 152111 14
Baliho “Lapor Pak Kapolres”

Ampana Touna, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Mutasi Kapolres Tojo Unauna (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng) Ridwan J.M. Hutagaol, S.I.K, S.H. yang agak tiba-tiba, memang cukup mengejutkan. Apalagi buat kalangan media selama ini dekat. “Kepemimpinan pak Ridwan yang familir masih dirindukan,” komentar seorang rekan media di Ampana.

Menurut AKBP Ridwan, tageline “Polri Untuk Masyarakat” bagi jajaran Polres Touna, merupakan penjabaran dari 16 perintah Kapolri. Bahkan kehadiran Polri ditengah-tengah masyarakat diaplikasikan AKBP Ridwan dengan membagikan langsung nomor ponselnya kepada masyarakat lewat pemasangan baliho dengan tulisan besar. “Lapor pak Kapolres” dan foto AKBP Ridwan J.M. Hutagaol, S.I.K, S.H., beserta nomor teleponnya. Dibawahnya, tertulis, “Kapolres siap memberikan informasi kepolisian dan menerima laporan masyarakat 1 X 24 jam. Itu artinya apa? “Bahwa kami bisa hadir ditengah masyarakat saat mereka membuntuhkan,” ungkap Kapolres Touna kepada CBN baru-baru ini, sebelum informasi mutasi Kapolres Touna ke job barunya. Pola kepemimpinannya familiar dengan berbagai kalangan seperti wartawan, LSM dan APH, pastilahakan membekas.

Lantas, bicara kerja dan kinerja jajaran Polres Touna hingga 2025. Selama ini Ridwan sekalu tekankan untuk tetap memelihara sinergitas dengan masyarakat. “Saya sampaikan bahwa Polri harus lebih dekat dan harus cepat hadir di masyarakat saat dibutuhkan,” katanya.

Pola kedekatan dengan masyarakat kata dia, bahkan sudah sejak lama terbangun. Salah satu model kedekatan jajaran Polres Touna dengan masyarakat yang ia buat, yakni mengirimi karangan bunga dan mengiringi setiap orang yang meninggal dunia oleh personel, hingga ke pemakaman. Itu baru satu dari banyak yang lain.

Ia mewanti-wanti agar jajaran menjaga dan selalu memelihara keamanan, ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Kemudian selalu rutin melakukan patroli yang humanis dan senyum sapa.

Kepada seluruh anggota, ia minta hilangkan mindset dilayani tapi harus melayani. Baik itu di Touna Darat msupun di Kepulauan. Jauhnya posisi Polsek karena yang dua berada di pulau, sehingga langkah mengoptimalitaskan penyidikan, diutamakan. Tidak ada lagi penyidikan hanya berdasarkan Dumas (pengaduan masyarakat – red) serta semua dilakukan secara profesional.

Seperti diketahui, Polres Touna membawahi enam Polsek. Dua di pulau — sudah digambarkan awal — empat di daratan, semua diminta menjaga soliditas dan memaksimalkan kerja.

Syukurlah sebutnya, telah terpupuk dan terbina baik sinergitas dan hubungan mesra dengan Forkopimda. Disana ada Pemda, TNI, Kejari dan instasi terkait bahkan juga dengan jurnalis, LSM serta APH – nya.

Selama setahun ini kata Ridwan yang akan menempati jabatan barunya sebagai Wadireskrimum Polda Sumatra Utara (Sumut), .
banyak sudah hingga tak terhitung yang dilakukan jajaran Polres Touna untuk masyarakat. Seperti membangun rumah ibadah misalnya masjid, MCK, tempat penampungan air dan penyaluran air. Juga ada kegiatan sunatan massal. Juga sudah ia kunjungi Suku Wana, yang terpencil di pegunungan. Memberi mereka pakaian, buku-buku serta bumbu dapur penyedap masakan seperti garam.

Khusus kembali bicara kepulauan, bagaimana menghadapinya? “Kami lakukan koordinasi dengan Polair. Maka ketika ada kejadian-kejadian — kebanyakan dan salah satunya — terkait kasus yang menimpa turis, langsung bisa diantisipasi Polsek atas dukungan Polair.

Polres Touna bersama jajaran di kepulauan selama ini, berusaha untuk menegakkan aturan pada setiap pelanggaran dan pelanggarnya. Misalnya, bagi pelaku ilegal fishing — termasuk — para pengebom ikan. “Yang tertangksp kita proses untuk memberi efek jera,” terang Ridwan.
Lantas, untuk meminimalisasi itu lanjutnya, diberikanlah bantuan peralatan tangkap dan pancing. Agar, para pembom tidak lagi melakukan kegiatan yang merusak habitat laut dan terumbu karang.

Untuk melakukan penindakan, Polres Touna dengan otoritas Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) bersama menjaga land mark Pulau Togean sebagai andalan pariwisata Touna dan kebanggaan Sulteng. “Kami sama-sama menjaga habitat perairan di kepulauan yang memiliki terumbu karang dan aneka flora fauna laut yang cantik nan indah serta spesies-spesies langka.

Upaya-upaya menjadikan personel yang tangguh, sehat dan bebas dari narkoba, sudah diberi Ridwan penegasan. Bahwa bagi yang kedapatan atau terindikasi menggunakan narkoba akan diganjar “Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)”. “Saya sudah wanti-wanti, Kasat dan para Kapolsek harus mengawasi anggotanya jika kelihatan sudah aneh-aneh. Karena jika tidak lakukan pengawasan dan anggotanya tertangkap dan terbukti menjadi pemakai, maka Kasat maupun Kapolsek bersedia dicopot dari jabatannya atau dinon jobkan. Karena sebelumnya telah dilakukan kesepakatan dalam pakta integritas. “Kita lakukan sidak tanpa pemberitahuan,” kata AKBP Ridwan yang berusaha tetap tidak pandang bulu dalam penegakan aturan dan undang-undang. Namun, tetap meminta dukungan masyarakat, wartawan, LSM dan mahasiswa. Serta, selalu berkolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemudanya.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *