Saat Aliansi Rakyat Touna Peduli Demokrasi (ARTPD) menggelar aksi
Touna, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com C BN) – Aliansi Rakyat Touna Peduli Demokrasi (ARTPD), turun ke jalan. Kurang lebih seratusan peserta aksi menuntut komisioner KPU dan Bawaslu Tojo Unauna (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng) mundur dari jabatan.
Laporan yang diterima CBN Sabtu (14/12/2024) yang diupdate saat aksi Jumat (13/12/2024), diduga KPU dan Bawaslu Touna, tidak profesional dalam gelar Pilkada 2024 yang barusan berakhir.

Peserta aksi.menggelar belasan poster bernada protes, atas dugaan kekeliruan penyelenggara Pemilukada kepada KPU yang tidak dikawal dan diawasi ketat Bawaslu. Akibatnya, puluhan ribu masyarakat Touna kehilangan kesempatan menyalurkan aspirasi
dan pilihannya pada Pemilukada tanggal 27 November baru lalu. KPU Touna juga dinilai lalai menjalankan ketentuan yang sudah diatur dalam Panduan PKPU No. 17. “Ini menyebabkan demokrasi kita makin lama makin buruk serta mengakamikemudiran,” teriak Orator aksi.
Hingga Sabtu (14/12/2024) CBN belum memperoleh konfirmasi baik dari KPU maupun Bawaslu Touna. “KPU dan Bawaslu Touna tidak profesional dalam pelaksanaan Pemilu. Akibatnya, puluhan ribu masyarakat Kabupaten Tona tidak memilih,” Orator aksi Rusli Patundu yang diteruskan ke CBN.

Aksi yang dikawal ketat sekitar 100-an personell Polres Touna, dimulai sekitar pukul 14.00 WITA. Star dari Jabatan Hayal, pusat Kota Ampana, Touna menuju Kantor KPU dan Bawaslu Touna.* jay




