Gresik, CBN – Setelah Bupati Gresik dan kalangan legislatif merumuskan rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2023. Kini, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Gresik, melakukan efisiensi belanja daerah.
Hal ini disampaikan oleh Beliau melalui kalimatnya.
“Kami akan melakukan efisiensi terhadap anggaran belanja daerah, tanpa mengurangi standar pelayanan terhadap masyarakat,” ucapnya, Sabtu (19/08/2023).
Menurut informasi, setidaknya, efisiensi belanja daerah telah mencapai Rp. 335,7 miliar. Hal ini terjadi karena adanya pasang surut dalam perkembangan ekonomi, serta perubahan kebijakan. Sehingga, hal tersebut mendorong pemerintah setempat untuk melakukan sejumlah rasionalisasi program kerja.
Tak hanya itu, alumnus Fakultas Ekonomi UNAIR itu juga memberikan keterangan bahwa, meski nanti efisiensi belanja daerah dilakukan.
Hal tersebut tidak akan mempengaruhi program prioritas yang telah dicanangkan. Entah itu terkait dengan peningkatan infrastruktur jalan, penanganan banjir Kali Lamong, hingga pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati.
“Kami akan terus melakukan program yang sudah direncanakan untuk bidang kesehatan dan pengentasan kemiskinan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, sebelumnya, pendapatan daerah diproyeksikan dapat mencapai Rp. 3,87 triliun. Pendapatan itu berasal dari pendapatan asli daerah dan pendapatan transfer. Namun, setelah dikaji ulang, ternyata, pendapatan tersebut mengalami penurunan target, yakni menjadi sekitar Rp. 3,69 triliun.
Atas dasar itu, kalangan legislatif langsung menindaklanjuti penurunan tersebut. Alhasil, pihak legislatif memberikan himbauan untuk segera memberikan putusan, yang nantinya bisa direalisasikan bersama, sebelum pergantian tahun anggaran. Hal itu bertujuan untuk memberikan klasifikasi program lainnya yang bisa direalisasikan.
Ketua DPRD Gresik, yakni Abdul Qadir, langsung menanggapi hal tersebut.
“Setelah mendengar hal itu, kami langsung menggelar rapat mengenai badan anggaran, maupun komisi, bersama dengan instansi terkait,” ucapnya.
Di samping itu, Politisi PKB menjelaskan bahwa, fluktuasi ekonomi tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik saja. Melainkan, hal ini juga dialami oleh daerah lainnya.
“Bukan hanya Kabupaten Gresik saja yang mengalaminya. Melainkan, sebagian besar daerah juga mengalami hal yang sama. Sehingga, kami akan mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil, untuk memaksimalkan target pendapatan,” pungkas Abdul Qodir.
R.A – CBN





