Foto atas : Saat Gubernur menerima nenek dari Kelurahan Bantaya Parigi
Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – “Lain Padang Lain Belalang. Lain Lubuk Lain Pula Ikannya”. Setiap pemimpin, tentulah lain polanya. Itulah cara Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam membangun dukungan, sekaligus menaut ikatan emosional dengan masyaratlkatnya lewat face to face. Anwar Hafid ingin merealisasi cita-cita besarnya memajukan Sulteng dari hal-hal kecil namun punya makna serta humanis untuk masyarakatnya. Ia solidkan hubungan keakraban dengan beragam elemen serta berbagai lapisan– hampir tanpa batas — tanpa aroma birokrasi.

Ini tentulah sebagai salah satu manifestasi “terma kasih” Anwar terhadap masyarakat Sulteng, tanpa kecuali. Yakni, selalu dan selalu “memupuk” sambung rasa dengan siapa saja yang datang membawa “uneg-uneg” apa saja. Tetapi tentulah harus proporsional dan rasional.
Gubernur Anwar, “membuka ruang” silaturahmi buat masyarakat masyarakat yang ia cintai. Setiap usai melaksanakan shalat Subuh Berjamaah.
Ya, Gubernur Sulteng yang sederhana ini, tengah mengaplikasi “Program BERANI Berkah” — dengan memupuknya — lewat Silaturahmi Subuh, sembari mengasah tageline “BERANI” lainnya.
Setiap Subuh — ketika tidak berada di luar kota — pastilah lebih gampang bertemu Anwar yang setia ditemani jamaah Masjid Al-Iklas. Disaat-saat tertentu, Anwar juga mengimami shalat.

Tamu-tamu sudah tahu. Jika ingin bertemu Anwar dengan seabreg penyampaian harus lebih pagi dengan macam-macam maksud dan tujuan. Gubernur menerimanya secara acak dan bergilir dalam ruang masjid yang lokasinya berada disamping kiri Kantor ESDM Sulteng, bersebelahan kediaman Anwar.
Yang datang, menunggu kesempatan secara acak, namun tetap teratur. Sesekali usai diterima, ada yang minta foto bareng, wujud welcome-nya Anwar terhadap siapa saja. Sesekali Anwar Hafid mengisi tauziah l, sehingga momen tidak hanya lewat begitu saja.
Bertemu usai shalat Subuh oleh Gubernur, diapresiasi manis dan positip masyarakat. “Saya melihat, ini pola yang baik dalan membingkai interaksi antara Gubernur dan rakyatnya,” komentar H. Usman Yamin, Ketua Komunitas Bajo – Sama Sulteng yang hadir berjamaah di Masjid Al – Ikhlas, Senin (15/9/2025) bersama CBN. Pagi itu, juga nampak tokoh masyarakat Sulteng H. Helmi D Yambas, H. Ishak Chae dan Baharuddin H. Tanriwali.
Paling tidak — komentar jamaah lainnya — bahwa Anwar Hafid, dapat merampingkan pelayanan diluar birokrasi buat seluruh komponen dan masyarakat untuk menyampaikan isi hati, langsung tanpa sekat.

Lantas, apa kata Gubenur Anwar Hafid saat dimintai CBN komentarnya, terkait gelar silaturahmi subuh?
“Ya. Ini bentuk pelayanan langsung kapada masyarakat. Jadi lebih mempermudah masyarakat yang mungkin berkepentingan dengan gubernur,” kata Anwar Hafid. Bagi yang datang, bisa bertemu langsung kepadanya, tanpa melalui birokrasi terkait berbagai hal.
Begitulah. Gubernur kini tengah meramu programnya yang terkenal dengan “9 Berani”. Dan, improvisasi itu telah masuk ke dalam denyut nadi masyarakat Sulteng. Yakni, “Mewujudkan Sulawesi Tengah Maju dan Berkelanjutan”, serta Sulteng yang “Nambaso” atau Sulteng “Besar”. Mantap!* jay







