Bak Kutu Loncat yang Berani Dukung Kubu Lain! Deni Wicaksono PDIP Jatim: Jangan Playing Victim! Pindah Pilihan, Kok Gak Mau Mundur?!

Surabaya, CBN – Deni Wicaksono, selaku Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, menyoroti aksi Budiman Sudjatmiko, yang kini mulai merapat ke Kubu Prabowo Subianto, mantan Danjen Kopassus di era Presiden Soeharto, Selasa (22/08/2023).

Atas dasar itu, para rekan aktivis memberikan kritik pedas, lantaran sikap Budiman Sudjatmiko, yang dianggap telah berani menggadaikan idealismenya sendiri. Tak hanya itu, kini, Budiman juga dianggap sebagi sosok yang memainkan peran sebagai korban, alias playing victim.

 

“Budiman harusnya jangan playing victim, dong. Dia kan sudah loncat ke Ketua Umum Gerindra. Kok, sekarang, nggak mau mundur dari PDIP? Dia sengaja mau playing victim dengan memainkan sentimen publik, seolah-olah didzalimi PDIP, gitu? Gimana, sih? Padahal, di mana-mana, yang namanya loncat ke kubu lain, ya harus mau mundur!” ujar Deni Wicaksono, Selasa (22/08/2023).

Dirinya memberikan penjabaran lebih lanjut, melalui sebuah ilustrasi. Ilustrasi itu dilihat dari adanya sebuah laga sepak bola, yang mana, ada pemain dari klub A, yang tidak mau berjuang bersama, dan malah mendukung klub B. Nah, jika demikian, maka, yang bersangkutan harus mau mundur dari klub A. 

“Jadi gini, ini kan sudah beda jalan, ya. Yang satu ingin menjaga keberlanjutan kemajuan Indonesia dengan track record yang jelas. Nah, yang satunya lagi, belum punya kejelasan visi-misi. Parahnya lagi, yang ini sudah ada penilaian track record yang dicap sangat kelam di masa lalu,” bebernya ketika berada dalam satu daerah pemilihan (Dapil) dengan Budiman ketika Pemilu tahun 2019.

Pada saat itu, Deni berlaga sebagai Caleg DPRD Jatim, yang mana, Dapil Jatim IX saat itu, meliputi: Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Ngawi, dan Magetan. 

Hal itu juga dilakukan oleh Budiman yang maju sebagai Caleg DPR RI di Dapil Jatim VII. Pada saat itu, wilayah tersebut meliputi: Ponorogo, Trenggalek, Magetan, Ngawi, dan Pacitan. Bedanya, Budiman tak mampu merebut hati rakyat. Sehingga, dirinya gagal lolos ke DPR RI.

Sementara itu, Deni sukses melaju ke DPRD Jatim, meski itu adalah pengalaman pemilu pertama untuknya. Lebih lanjut, Deni memberikan pendapat tentang Budiman. 

“Saya cukup paham bagaimana Mas Budiman. Karena, saya sudah hampir setahun penuh berinteraksi dengan Beliau, selama proses kampanye Pemilu di tahun 2019, dulu,” ucapnya. 

Tak hanya itu, Deni juga menambahkan bahwa, aksi Budiman yang suka bertindak playing victim, dilakukan untuk mendapat simpati publik. Meski demikian, publik dinilai lebih cerdas, karena, setiap pilihan politik tentunya akan membawa konsekuensi. Dan hal itu, membuat publik menilai sosok Budiman, sebagai orang yang plin-plan. 

“Publik menyesalkan sosok Budiman, yang membawa narasi sebagai seorang nasionalis-Soekarnois, untuk mendukung kubu tertentu. Publik juga membatin, seorang nasionalis-Soekarnois tidak akan mungkin mendukung sosok yang menggunakan politik identitas dalam situasi Pilpres, untuk memecah belah rakyat  pada Pilpres 2014 dan 2019,” ujar Deni panjang lebar.

Tak hanya itu, Deni juga memiliki pandangan bahwa Publik dapat menilai bahwa sosok nasionalis-Soekarnois dalam situasi Pilpres, tidak mungkin mendukung sosok yang dulunya menghalalkan kekerasan untuk meredam perlawanan rakyat di masa Orde Baru. 

Apa lagi, Budiman adalah aktivis, yang dulunya dikenal sebagai sosok idealis dan menentang Orde Baru atas kesewenang-wenangannya. Dan dalam hal itu, Prabowo juga masuk di dalamnya. 

“Tindakan Budiman yang loncat ke kubu Prabowo itu membangkitkan kesadaran publik, tentang pentingnya menjaga idealisme dan integritas. Selain itu, hal itu juga membangkitkan kesadaran publik, untuk tidak mengorbankan hal yang paling berharga, demi kepentingan sesaat, misalnya transaksi finansial,” pungkas Deni. 

R.A – CBN

 

 

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *