Bak Singa Liar! 3 Hacker Ini Berhasil Retas 11 Puskesmas dan Curi Milyaran Rupiah Selama 5 Tahun!

Surabaya, CBN – Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil meringkus 3 orang hacker yang telah melakukan aksinya selama ± 5 tahun. 

Ketiga hacker yakni, AA (19), WW (31), dan WH (50), mengaku telah meraup keuntungan hingga milyaran rupiah. Hasil uang yang mereka dapatkan, akhirnya digunakan untuk membeli barang-barang mewah, seperti: Mobil HRV; Handphone Iphone; Handphone Flagship Samsung, dan laptop. 

Menanggapi hal itu, AKP Ryzki Arief Wicaksana, memberikan pernyataan bahwa, ketiga pelaku tersebut, telah berhasil melakukan hack terhadap beberapa Puskesmas, di antaranya, yakni: Puskesmas Alor Selatan, Puskesmas Tanimbar, Puskesmas Bangka Belitung, Puskesmas Kali Kedinding, Puskesmas NTT, Puskesmas Jawa Tengah, Puskesmas Sulawesi Selatan, Puskesmas Banten, Puskesmas Jawa Barat, Puskesmas Pagar Barat, dan Puskesmas Bojonegoro.

Atas dasar itu, pihaknya melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap Puskesmas di daerah lain, selain Surabaya. Hal ini disampaikan dalam kalimatnya. 

“Kami akan mendalami masalah ini lebih lanjut. Nantinya, dari sana, kami akan melihat, apakah ada Puskesmas lain yang menjadi korban, atau tidak,” tutur Arief, (29/08/2023).

Tak hanya itu, Beliau juga mengatakan bahwa, dalam melaksanakan aksinya, tiga hacker Palembang tersebut, menggunakan modus phising. 

Salah satu cara yang dilakukannya, yakni, dengan mengisi phisingnya dengan pesan hoax, terkait perubahan biaya transfer. Selain itu, mereka juga membeli domain website, yang nantinya dirubah menyerupai website resmi perbankan. 

Lalu, mereka juga menggunakan fasilitas iklan di Google. Sehingga, website tiruannya dapat muncul di halaman 1 Google. Mereka melakukan hal itu, dengan tujuan, agar masyarakat mengira bahwa website tersebut adalah asli milik perbankan. Dari situ juga, sang korban bisa mengisi berbagai data sensitif, yang secara otomatis bisa terekam dalam data tersebut. 

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa, pelaku bukanlah spesialis puskesmas.

“Kami menyimpulkan bahwa pelaku bukan berasal dari spesialis Puskesmas. Dan untuk link phising yang mereka buat, disebarkan secara random. Kebetulan saja, yang berhasil kami ungkap itu, adalah beberapa Puskesmas yang terkena kasus tersebut. Nantinya, kami akan melakukan pendalaman lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kepala Puskesmas Kali Kedinding, yang menjadi salah satu terdampak kasus tersebut, menceritakan bahwa, pihaknya baru mengetahui jika dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang tersimpan di rekening Puskesmas, hilang pada 22 Mei 2023. 

Pada saat itu, Pihak Puskesmas Kali Kedinding mendapat informasi, jika dana BOK telah turun dari Pemerintah Pusat. Hal ini dijelaskan melalui kalimat Beliau. 

“Pada saat itu, setelah kami mengecek kembali, dananya sudah berpindah ke rekening yang namanya tidak kita ketahui. Makanya, kamu melaporkan kejadian itu ke Polisi,” ujar Era Kartikawati, Kepala Rumah Sakit Kali Kedinding.

R.A – CBN

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *